Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

USK dan PKKHY Kembangkan Model Pemulihan Kesehatan Mental Anak Pascabencana di Aceh

redaksi by redaksi
05/08/2026
in Kampus
0
USK dan PKKHY Kembangkan Model Pemulihan Kesehatan Mental Anak Pascabencana di Aceh

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala dan Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta (PKKHY) mengembangkan model pemulihan kesehatan mental anak pascabencana di Aceh. Riset kolaboratif ini dimulai sejak 19 – 26 Juli 2026 dengan melibatkan 1.300 mahasiswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Aceh Tamiang.

Melalui pendekatan mixed methods, penelitian ini dirancang untuk menghasilkan model intervensi psikososial berbasis komunitas yang sesuai dengan karakteristik sosial, budaya, serta kebutuhan masyarakat Aceh.

Ketua Tim Peneliti Dr. Sumarti Endah, PMM menyampaikan, penelitian ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang berbasis bukti (evidence-based). Jumlah responden yang besar diharapkan mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi kesehatan mental anak pascabencana serta berbagai faktor yang mempengaruhinya.

“Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam penguatan layanan kesehatan mental anak pascabencana, sekaligus menjadi referensi dalam pengembangan program promotif dan preventif yang berkelanjutan,” ucapnya, Selasa 4 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan hibah penelitian skema Penelitian Kerjasama Perguruan Tinggi (PKPT) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Mengusung tagline SAMUDRA (Support for Adaptive Mental Health using Disaster Recovery Approach), penelitian ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara USK dan PKKHY.

Dekan Fakultas Keperawatan Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., M.S selaku Anggota Tim Riset ini mengatakan, pemulihan kesehatan mental anak tidak bisa dilakukan hanya melalui layanan klinis, tetapi harus melibatkan keluarga, sekolah, dan komunitas sebagai sistem pendukung utama anak pascabencana.

Sebab dirinya menilai, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami dampak psikologis jangka panjang setelah bencana. Karena itu, pendekatan pemulihan harus hadir sedekat mungkin dengan kehidupan mereka sehari-hari.

“Melalui penelitian ini, kami ingin membangun model intervensi yang tidak hanya ilmiah dan terukur, tetapi juga mudah diterapkan oleh masyarakat, guru, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Prof. Tahlil menambahkan, Aceh memiliki pengalaman panjang menghadapi berbagai bencana, sehingga pengembangan model pemulihan kesehatan mental berbasis komunitas menjadi sangat penting untuk memperkuat ketahanan psikososial masyarakat di masa depan.

“Karena itu, kami berharap hasil riset ini tidak berhenti sebagai publikasi akademik semata, tetapi menjadi panduan nyata dalam penanganan kesehatan mental anak pascabencana di Aceh dan dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia,” katanya.

Previous Post

Mualem dan Mentan Bahas Pemulihan Sawah Pascabencana di Aceh

Next Post

33.430 Ton Pakan Ternak Disiapkan untuk Percepat Pemulihan Peternak di Aceh

Next Post
33.430 Ton Pakan Ternak Disiapkan untuk Percepat Pemulihan Peternak di Aceh

33.430 Ton Pakan Ternak Disiapkan untuk Percepat Pemulihan Peternak di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

LPPM IAIN Takengon Gelar Coffee Morning, Perkuat Kolaborasi Riset Berbasis Data

LPPM IAIN Takengon Gelar Coffee Morning, Perkuat Kolaborasi Riset Berbasis Data

23/09/2026
Tingkatkan Mutu Layanan, Direktur RSUD Teungku Peukan: Tahun ini Ada 178 Nakes Telah Ikut Pelatihan

Tingkatkan Mutu Layanan, Direktur RSUD Teungku Peukan: Tahun ini Ada 178 Nakes Telah Ikut Pelatihan

23/09/2026
Lembaga Wali Nanggroe Dorong Penguatan Konservasi Berbasis Adat untuk Menjaga Hutan dan Keseimbangan Alam Aceh

Lembaga Wali Nanggroe Dorong Penguatan Konservasi Berbasis Adat untuk Menjaga Hutan dan Keseimbangan Alam Aceh

23/09/2026
DPRK Pidie Jaya Rindu Wakil Bupati Hadir di Paripurna: Semoga Bupati Bisa Gandeng Tangan

DPRK Pidie Jaya Rindu Wakil Bupati Hadir di Paripurna: Semoga Bupati Bisa Gandeng Tangan

23/09/2026
Peukan Bada Jadi Tempat Pembibitan Tanaman Mangrove

Peukan Bada Jadi Tempat Pembibitan Tanaman Mangrove

23/09/2026

Terpopuler

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Utang RSUDZA Tembus Rp416,97 Miliar, Nasrul Zaman: Periksa Manajemen Lama

22/09/2026

USK dan PKKHY Kembangkan Model Pemulihan Kesehatan Mental Anak Pascabencana di Aceh

Idris Abdya Mantapkan Langkah Maju Sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI Utusan Aceh Periode Akan Datang

Warga Asal Pidie Ditangkap Polisi Sumut dengan 480 Gram Sabu

Rp1,005 Triliun Belanja Pidie Jaya: Naik Lebih Cepat dari Pendapatan, FKPD Tagih Transparansi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com