BLANGPIDIE– Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya kembali terlihat di Kabupaten Aceh Barat Daya. Ribuan warga dari Gampong (Desa) Suak Nibong Kecamatan Tangan-tangan Kabupaten Aceh Barat Daya mengikuti Pawai Obor Tulak Bala Budaya yang digelar di Suak Nibong, Selasa malam (11/08/2026).
Pawai obor ini merupakan tradisi masyarakat Abdya untuk menolak bala, menolak musibah, dan memohon keselamatan serta keberkahan bagi daerah.
Kegiatan dibuka dengan yasinan, doa bersama dan pelepasan peserta oleh oleh Keuchik (Kepala Desa) Suak Nibong, Adami. Us, SP, didampingi para tokoh Agama, tokoh Adat dan Budaya serta segenap tokoh masyarakat lainnya. Setelah itu peserta membawa obor menyusuri rute yang telah ditentukan panitia dengan dimulai dari kompleks Masjid Islahuddin dan finis ke tempat yang sama.
Keuchik Adami menyampaikan bahwa, pawai ini tidak hanya sebagai ritual agama dan adat, tetapi juga sebagai ajang mempererat silaturahmi antar masyarakat.
“Pawai obor tolak bala adalah tradisi turun-temurun masyarakat Aceh untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari wabah penyakit dan marabahaya. Ritual ini biasanya digelar pada malam Rabu terakhir atau “Rabu Abeh” di bulan Safar, di mana warga berjalan keliling kampung membawa obor sambil melafalkan zikir Ya Latif,” ungkap Adami.
Menurutnya,tulak bala ini warisan budaya leluhur kita. Dengan membawa obor dan berdoa bersama, kita berharap Abdya dijauhkan dari bencana dan diberikan kedamaian.
Antusiasme warga sangat tinggi. Sepanjang rute, masyarakat tumpah ruah menyaksikan dan ikut mendoakan. Kegiatan ditutup dengan makan bersama.
Camat Tangan-tangan, Jasmadi, S.Pd mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk nyata pelestarian budaya lokal.
“Kita harus terus jaga tradisi positif seperti ini. Selain bernilai spiritual, pawai obor juga bisa jadi daya tarik wisata budaya di Abdya,” katanya.









