Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Anak Muda Aceh Diajak Jadi Komunikator Kehutanan

redaksi by redaksi
29/08/2026
in Nanggroe
0
Anak Muda Aceh Diajak Jadi Komunikator Kehutanan

BANDA ACEH – Pusat Generasi Lestari (Pusgenri) melaksanakan “Youth Talk Forest Youthverse (FYV) Resilience Summit Aceh 2026”. Agenda ini mempertemukan generasi muda Aceh untuk berbagi pengalaman dan perspektif mengenai bencana hidrometeorologi, konservasi, serta aksi kepemudaan.

Melalui Youth Talk, FYV Resilience Aceh ingin memperkuat posisi Genries bukan hanya sebagai generasi yang peduli terhadap kehutanan, tetapi juga sebagai komunikator kehutanan yang mampu menjaga ruang informasi sekaligus menjadi penggerak aksi di masyarakat.

Diskusi ini menghadirkan tiga anak muda dengan latar belakang dan pengalaman berbeda, yaitu Evriani, mahasiswa magister Universitas Syiah Kuala dan asisten dokter hewan; Jamalul, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala; serta Jihan, generasi muda yang aktif dalam kegiatan lingkungan dan pernah menjadi Duta Parlemen.

Evriani Rotua Gea mengangkat persoalan yang sangat dekat dengan Gen Z: bagaimana menyikapi informasi kehutanan maupun lingkungan dan bencana di media sosial. Menurutnya, anak muda perlu lebih kritis sebelum mempercayai, mengomentari, ataupun menyebarkan sebuah informasi.

“Jangan langsung percaya seratus persen terhadap apa yang kita lihat di media sosial. Cari sumbernya, baca informasi lain, dan bandingkan beberapa pemberitaan sebelum mengambil kesimpulan. Kita adalah agent of change, jadi media sosial juga harus kita gunakan dengan bijak. Jangan sampai kita justru ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar atau ujaran kebencian,” ujar Evrina.

Pengalamannya memberikan edukasi mengenai satwa liar juga memperlihatkan bahwa konservasi menghadapi tantangan persepsi di masyarakat. Menurut Evriani anak muda dapat mengambil peran sebagai jembatan informasi agar masyarakat semakin memahami satwa liar dan upaya konservasi yang dilakukan berbagai pihak.

Sementara itu, Jamalul, yang pernah berkeliling Aceh selama dua bulan dan melihat langsung berbagai persoalan kebencanaan, menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif. Persoalan lingkungan, menurutnya, tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, komunitas, ataupun individu secara sendiri-sendiri.

“Yang perlu kita bangun adalah kesadaran kolektif. Ketika kita memahami bahwa persoalan lingkungan dan bencana adalah persoalan bersama, maka kita juga akan merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian dari solusinya,” kata Jamalul.

Pesan tentang keberanian mengambil peran disampaikan Jihan Asyifa. Melalui pengalaman melakukan penanaman pohon, kampanye di media sosial, dan menggerakkan masyarakat, ia mengingatkan bahwa perubahan harus dimulai dari kemauan diri sendiri.

“Masa muda adalah masa untuk berani. Kalau kita sudah tahu ada persoalan dan punya keinginan untuk melakukan sesuatu, jangan menunggu nanti. Saat ini adalah waktunya untuk bergerak,” ujar Jihan.

Previous Post

Budidaya Kepiting Soka di Banda Aceh Tembus Pasar Internasional

Next Post

Ropika Pimpin PGRI PC Samadua dan Eli Yuzami di Kluet Selatan

Next Post
Ropika Pimpin PGRI PC Samadua dan Eli Yuzami di Kluet Selatan

Ropika Pimpin PGRI PC Samadua dan Eli Yuzami di Kluet Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Linmas di Aceh Jangan Sekadar Nama, Regulasi dan Anggaran Dipertanyakan

Linmas di Aceh Jangan Sekadar Nama, Regulasi dan Anggaran Dipertanyakan

15/09/2026
Puluhan Pemuda Pidie Jaya Digembleng Jadi Kader Penggerak, Targetkan Calon Pemimpin Masa Depan

Puluhan Pemuda Pidie Jaya Digembleng Jadi Kader Penggerak, Targetkan Calon Pemimpin Masa Depan

15/09/2026
Jalan Tertimbun Longsor di Aceh Tengah Sudah Bisa Dilalui

Jalan Tertimbun Longsor di Aceh Tengah Sudah Bisa Dilalui

15/09/2026
Wakil Bupati Pimpin Rapat Paripurna Penyampaian Pertanggungjawaban APBK 2025

Wakil Bupati Pimpin Rapat Paripurna Penyampaian Pertanggungjawaban APBK 2025

15/09/2026
Melati Sari Maisara, Kader Aceh yang Digadang Layak Pimpin KOHATI PB HMI

Melati Sari Maisara, Kader Aceh yang Digadang Layak Pimpin KOHATI PB HMI

15/09/2026

Terpopuler

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

15/09/2026

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

Dua Murid MIN 50 Bireuen Raih Juara OMI Tingkat Kabupaten

Krak, Dua Jembatan Utama di Aceh Siap Beroperasi

Anak Muda Aceh Diajak Jadi Komunikator Kehutanan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com