Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Krak, Kopi Gayo Masuk Daftar Biji Kopi Terenak di Dunia

redaksi by redaksi
31/08/2026
in Ekonomi
0
Krak, Kopi Gayo Masuk Daftar Biji Kopi Terenak di Dunia

Foto: Istimewa

Jakarta – Kopi Gayo asal Aceh, Indonesia masuk daftar biji kopi terbaik dunia tahun 2026 versi Taste Atlas. Lantas, apa keistimewaan biji kopi Gayo sampai mendapat pengakuan ini?

TasteAtlas sebagai situs ensiklopedia kuliner sering mengumpulkan penilaian dan ulasan pengguna berbagai negara. Hasilnya kemudian menjadi daftar peringkat makanan dan minuman dalam berbagai macam kategori.

Baru-baru ini TasteAtlas mengeluarkan daftar Best Coffee Beans in Asia 2026. Dalam daftar tersebut, kopi Gayo dari Aceh masuk sebagai salah satu yang terbaik dengan penilaian 4.9.

Namun, apa yang membuat biji kopi Aceh ini diakui? Dilansir dari beberapa sumber, berikut keistimewaan kopi Gayo.

1. Kopi yang populer di pasar dunia

Kopi Aceh Gayo berasal dari pemerintah Hindia Belanda yang menanam tanaman kopi pertama di daerah Aceh setelah tiba di tanah Gayo. Melihat keberhasilan komoditas biji kopi tinggi, para petani lokal akhirnya tertarik menanam biji kopi daripada rempah-rempah.

Akhirnya kopi Aceh Gayo dimintai masyarakat Hindia Belanda di Indonesia, dan sedikit mulai dibawa untuk dipasarkan di Eropa. Sampai akhirnya perkembangan tanaman ini berhasil diproduksi stabil sejak tahun 1920-an.

Setelah dibawa ke Eropa dan mendapat banyak peminat, akhirnya Aceh Gayo merambah ke beberapa negara. Biji kopi ini bahkan sekarang sudah diekspor ke seluruh negara bagian Eropa. Amerika Utara, Asia, hingga Pasifik.

2. Karakteristik biji kopi Gayo

Biji kopi ini tumbuh subur di Dataran Tinggi Gayo (Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues). Ditanamnya di tanah vulkanik kaya mineral pada ketinggian 900 hingga 1700 mdpl, lapor unggahan Instagram @gnfi (28/8).

Kopi Gayo punya rasa yang tidak pahit tapi ada sedikit keasaman yang dapat dirasakan dan sedikit sentuhan manis. Karakteristik ini membuatnya sering dijadikan bahan campuran house blend coffee.

Biji kopi ini paling cocok ditanam di ketinggian 1000 mdpl. Tetapi uniknya, ketinggian perkebunan akan menentukan cita rasa kopi itu sendiri.

Namun, secara keseluruhan, kopi Gayo punya sentuhan rasa nutty atau seperti kacang-kacangan dan cenderung buttery dengan aroma rempah wangi. Bodynya tebal tetapi tingkat keasamannya cukup tinggi dan biasanya akan muncul serta membekas pada dinding mulut.

3. Proses penanaman dan pengolahan

Dilansir dari ottencoffee.com (26/9/2024), penanaman kopi Gayo masih dilakukan dengan metode tradisional yang melibatkan teknik pertanian berkelanjutan. Petani kopi daerah Gayo umumnya mengelola lahan secara organik, tanpa pestisida atau bahan kimia berbahaya.

Setelah dipanen, biji kopi diproses menggunakan metode semi-washed yang melibatkan penghilangan kulit biji kopi lokal, lalu dicuci, dan dijemur, sebelum akhirnya dipanggang. Metode ini juga membantu menghasilkan rasa bersih dan aroma khas yang membuat kopi Gayo dimintai.

4. Jenis-jenis kopi Gayo

Biji kopi Aceh Gayo memiliki banyak jenis, mulai dari Bergendal yang termasuk dalam jenis Arabika. Kopi ini tumbuh dalam ketinggian 1.200 hingga 1.500 mdpl dengan cita rasa seperti buah-buahan dan sentuhan herbal dan spicy serta tingkat keasaman rendah.

Ada juga rambung, yaitu kopi Gayo yang ditanam di tanah Gayo. Kopi ini memiliki pertumbuhan cepat dan membutuhkan lahan lebih banyak untuk membudidayakannya.

Kopi Sidikalang juga termasuk ke dalam biji kopi Aceh Gayo. Kopi ini tumbuh di ketinggian 1.500 mdpl yang memiliki masa hidup tanaman panjang tetapi harus dirawat dan melalui proses tepat.

TimTim Arabusta juga termasuk jenis biji kopi Gayo yang merupakan persilangan antara kopi Arabika dan Robusta. Awalnya ditanam di Timor Timur. Setelah tahun 1980-an, barulah TimTim Arabusta dibawa ke dataran tinggi di Aceh kemudian dikembangkan.

Sumber: detik.com

Previous Post

Kementerian Ekraf dan BSI Perkuat Literasi Bisnis Ekraf Aceh Tamiang

Next Post

20 Hektare Lahan di Bener Meriah Kembali Terbakar

Next Post
20 Hektare Lahan di Bener Meriah Kembali Terbakar

20 Hektare Lahan di Bener Meriah Kembali Terbakar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sambangi PM Al Zahrah, Nasir Djamil Sumbang Rp20 Juta untuk Pengembangan Kegiatan Santri

Sambangi PM Al Zahrah, Nasir Djamil Sumbang Rp20 Juta untuk Pengembangan Kegiatan Santri

25/10/2026
Cut Inda TR. Keumangan Emban Amanah Ibunda Guru Nagan Raya

Cut Inda TR. Keumangan Emban Amanah Ibunda Guru Nagan Raya

25/10/2026
Kacabdisdik Aceh Timur Tunjuk Henny Mahera Siregar Plh Kepala SMAN 1 Simpang Ulim

Kacabdisdik Aceh Timur Tunjuk Henny Mahera Siregar Plh Kepala SMAN 1 Simpang Ulim

25/10/2026
Agussalim: Dana Bantuan Parpol Bisa Dukung Pendidikan Politik Perempuan, Tapi Belum Ada Anggaran Khusus Caleg

Agussalim: Dana Bantuan Parpol Bisa Dukung Pendidikan Politik Perempuan, Tapi Belum Ada Anggaran Khusus Caleg

25/10/2026
Khalid Resmikan Huntap dan Sumur Bor Bantuan Malaysia untuk Korban Bencana Pidie Jaya

Khalid Resmikan Huntap dan Sumur Bor Bantuan Malaysia untuk Korban Bencana Pidie Jaya

25/10/2026

Terpopuler

Kompol Usman Masuk Batalyon A Pelopor Brimob Polda Aceh Kompol Siswandi ke Batalyon C

Kompol Usman Masuk Batalyon A Pelopor Brimob Polda Aceh Kompol Siswandi ke Batalyon C

24/10/2026

Krak, Kopi Gayo Masuk Daftar Biji Kopi Terenak di Dunia

Ini kata Kepsek Lakukan Penebangan Pohon di SMAN 1 Simpang Ulim

Musda KPPI Aceh Tetapkan Lima Presidium, Perempuan Bidik 30 Persen Lebih Kursi Parlemen

Bongkar Lab Sabu di Pidie, Polisi Sita 1,2 Ton Narkotika Senilai Rp2,16 Triliun

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com