MEUREUDU — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pidie Jaya, Ikhsan, mengingatkan generasi muda agar tidak mudah percaya dan ikut menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya.
Pesan itu disampaikan Ikhsan saat menjadi pemateri Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh di Aula Kantor PWI Pidie Jaya, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, derasnya arus informasi media sosial membuat hoaks semakin mudah menyebar. Masalahnya bukan hanya pada informasi palsu, tetapi pada kebiasaan membagikannya tanpa verifikasi.
“Anak-anak muda harus mampu membedakan informasi hoaks dan informasi yang benar. Jangan langsung percaya dan jangan langsung membagikan sebelum mengetahui sumber dan kebenarannya,” kata Ikhsan.
Ia menegaskan, hoaks dapat menyesatkan publik, memicu keresahan, memperkeruh persoalan, hingga berpotensi menimbulkan konflik.
Karena itu, setiap informasi yang diterima harus disaring sebelum disebarkan. Sumber, konteks, dan kebenaran informasi perlu diperiksa terlebih dahulu.
“Jangan mengejar kecepatan membagikan informasi, tetapi abaikan kebenarannya,” tegasnya.
Ikhsan berharap kader Penggerak Nanggroe Japakeh mampu menjadi generasi muda yang kritis dan bertanggung jawab di ruang digital. Mereka tidak cukup hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi harus mampu menjadi filter pertama terhadap hoaks di tengah masyarakat.
Di era ketika informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, kata Ikhsan, satu klik bisa ikut membangun opini atau justru menimbulkan kegaduhan. [Mul]









