Banda Aceh – Pemerintah Aceh mengantisipasi harga lima komoditas bahan pangan di daerah tersebut sebagai upaya menjaga laju inflasi bulan September 2026.
Asisten II Setda Aceh T Robby Irza di Banda Aceh, Selasa, mengatakan sistem deteksi dini (Early Warning System/EWS) dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh hingga minggu kedua September menunjukkan sejumlah komoditas pangan yang perlu mendapat perhatian. Lima komoditas tersebut antara lain cabai merah, daging ayam ras, beras, bawang merah, dan telur ayam ras.
Ia menjelaskan saat ini harga cabai merah di pasaran terjadi kenaikan dan pada saat bersamaan memasuki momentum penting karena sebagian wilayah mulai memasuki masa tanam.
“Yang kita lakukan saat ini bukan hanya intervensi harga ketika harga sudah naik, tetapi mengamankan produksi sejak masa tanam, agar tidak gagal panen,” katanya.
Menurut dia, langkah Pemerintah Aceh saat ini adalah mendorong realisasi bantuan bibit cabai dari Kementerian Pertanian untuk 110 hektare, memperkuat kerja sama antardaerah dengan daerah surplus dan melakukan Pasar Tani dan fasilitasi distribusi pangan pada daerah yang mengalami tekanan harga.
“Bawang merah juga menjadi perhatian karena pada minggu kedua September tercatat mengalami kenaikan di beberapa daerah, antara lain Aceh Selatan, Pidie dan Gayo Lues,” katanya.
Ia mengatakan Pemerintah Aceh akan memperkuat pemetaan produksi, kerja sama antardaerah serta intervensi distribusi sesuai perkembangan harga di masing-masing wilayah.
“Beras juga perlu menjadi perhatian khusus karena masuk komoditas yang mengalami kenaikan di sejumlah daerah dan juga merupakan salah satu penyumbang inflasi tahunan. Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan Bulog untuk menjaga ketersediaan dan melakukan intervensi pada wilayah yang mengalami tekanan harga,” katanya.
Kemudian untuk daging dan telur ayam ras juga terjadi kenaikan dipengaruhi oleh ketidakseimbangan pasokan dan permintaan, termasuk indikasi berkurangnya ayam siap panen dan keterbatasan distribusi, sementara permintaan meningkat pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan kebutuhan MBG.
Berdasarkan data BPS, inflasi Aceh pada Agustus 2026 tercatat 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m), sementara secara tahunan 4,86 persen (year-on-year/y-on-y). Adapun inflasi tahun berjalan sebesar 1,57 persen (year-to-date/y-to-d).
Adapun beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi bulanan di Aceh antara lain tarif air minum PAM, daging ayam ras, beras, cabai rawit, dan semen. Sementara secara tahunan, komoditas yang memberikan andil terbesar antara lain nasi dengan lauk, emas perhiasan, beras, bensin, dan tomat.









