MEUREUDU — Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas melalui penguatan keterampilan, promosi digital, dan ekonomi kreatif.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar pelaku ekonomi lokal memiliki kemampuan bersaing di tengah pasar yang semakin terbuka.
Menurutnya, penguatan keterampilan harus dibarengi dengan kemampuan mempromosikan produk kepada masyarakat dalam lingkungan ekonomi yang lebih luas, termasuk melalui platform digital.
“Dengan demikian kita akan punya tenaga-tenaga yang memiliki skill luar biasa, termasuk bagaimana melakukan promosi dan penguatan aspek promosi kepada masyarakat yang lebih luas lagi di masa-masa yang akan datang,” kata Munawar.
Dalam pada itu, Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Media Ekonomi Kreatif, Selliane Halia Ishak, mengatakan produk UMKM Pidie Jaya memiliki peluang untuk dipasarkan jauh melampaui wilayah setempat apabila mampu memanfaatkan ekosistem digital.
“Harapannya produk UMKM di sini bisa dibantu dan dipromosikan. Sekarang sudah masuk dunia digital, sehingga basisnya bisa dijual lebih jauh lagi, tidak hanya di sekitar sini, tetapi juga bisa dibeli dari luar Pidie Jaya bahkan sampai internasional,” ujarnya.
Ia mengatakan pelatihan yang diberikan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan produksi. Peserta juga diarahkan menguasai kemampuan membuat konten dan mempromosikan produk maupun potensi daerah.
Peserta bahkan berpeluang mendapatkan monetisasi melalui platform digital yang disiapkan. Karya yang dinilai baik setelah melalui proses kurasi berpotensi dipasarkan dan dilirik oleh media yang lebih besar.
“Itu yang membedakan pelatihan ini dengan pelatihan lainnya. Konten mereka nantinya akan kita monetisasi melalui web. Kalau kontennya bagus, berpotensi untuk dibeli oleh media besar,” kata Selliane.
Program tersebut juga dirancang tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan melalui platform digital dan pertemuan daring.
“Kita tidak datang ke sini kemudian selesai. Karya-karya teman-teman selama dua hari ini akan masuk ke web setelah dikurasi. Pendampingan juga akan dilakukan melalui Zoom atau secara online,” katanya.
Selliane menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif menjadi bagian dari upaya membantu Pidie Jaya bangkit dan kembali berdaya setelah mengalami bencana.
“Yang kami inginkan adalah Pidie Jaya setelah bencana kemarin bisa bangkit, pulih dan kembali berdaya,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif mencakup 21 subsektor yang dapat bergerak bersama dalam mendorong pemulihan ekonomi masyarakat. Program lanjutan juga direncanakan berlangsung hingga 2028 dengan berbagai kegiatan di sejumlah wilayah.
Sementara terkait dukungan khusus bagi korban bencana, Selliane menjelaskan bahwa pemulihan ekonomi masyarakat tidak hanya dilakukan melalui sektor ekonomi kreatif. Pemerintah pusat memiliki berbagai mekanisme dan program lain yang berkaitan dengan pemulihan masyarakat serta pembangunan infrastruktur.
Pelatihan di Pidie Jaya diikuti 60 pelaku UMKM. Mereka mendapatkan penguatan kapasitas untuk mengembangkan produk, membangun promosi digital, serta memanfaatkan konten kreatif sebagai instrumen pemasaran.
Bagi Pidie Jaya, tantangannya kini bukan sekadar bagaimana UMKM kembali berproduksi setelah bencana. Lebih jauh, produk lokal dituntut mampu menemukan pasar baru.
Dari pasar lokal menuju pasar digital, bahkan internasional, itulah ruang baru yang sedang dibuka bagi UMKM Pidie Jaya.[Mul]









