BLANGPIDIE – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) SatuMu atau Satu Data Muhammadiyah, yang diikuti oleh PDM, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Abdya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Abdya, pada Ahad, 20 September 2026. Bimtek dibuka secara resmi oleh Ketua PDM Abdya dan diikuti kurang lebih 80 peserta dari seluruh cabang dan ranting.
Ketua PDM Abdya, Nazli Hasan, S. Ag M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan bahwa SatuMu merupakan program prioritas Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai bagian dari transformasi digital tata kelola persyarikatan.
“SatuMu adalah program PP Muhammadiyah sebagai upaya membangun Satu Data Muhammadiyah yang terintegrasi. Ini wajib kita sukseskan mulai dari tingkat PDM, PCM hingga PRM. Dengan SatuMu, semua data warga, pengurus, hingga aset persyarikatan akan tertata rapi dalam satu ekosistem digital,” tegas Nazli.
Ia menjelaskan, SatuMu merupakan platform digital terpadu yang mengintegrasikan layanan keanggotaan (e-KTAM), Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), IuranMu, serta pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Melalui sistem ini, setiap warga Muhammadiyah nantinya akan memiliki identitas digital berupa e-KTAM yang terhubung langsung dengan Nomor Baku Muhammadiyah (NBM) dan terintegrasi secara nasional.
Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis kepada para agen dan verifikator di tingkat cabang dan ranting agar mampu melakukan pendataan, verifikasi anggota, serta pembaruan struktur organisasi secara digital.
“Harapan kami, setelah bimtek ini seluruh PCM dan PRM se-Abdya bisa langsung bergerak melakukan pendataan. Kita ingin Abdya tidak tertinggal dalam digitalisasi organisasi,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusias, para peserta aktif mengikuti sesi pelatihan pengoperasian aplikasi SatuMu yang dipandu oleh tim.
Dengan adanya Bimtek SatuMu ini, PDM Abdya menargetkan seluruh data warga dan struktur organisasi Muhammadiyah di Abdya dapat terverifikasi dan terintegrasi dalam Satu Data Muhammadiyah secara nasional.









