Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Buka MEDINA 2026, Rektor UIN Ar-Raniry: Dokter Harus Punya Ilmu dan Empati

Atjeh Watch by Atjeh Watch
21/09/2026
in Kampus
0
Buka MEDINA 2026, Rektor UIN Ar-Raniry: Dokter Harus Punya Ilmu dan Empati

Banda Aceh — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg, menekankan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UIN Ar-Raniry tidak hanya dituntut menguasai ilmu kedokteran, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan empati dalam melayani pasien.

Pesan itu disampaikan Mujiburrahman saat membuka Medical Education, Introduction and New Aspiration (MEDINA) 2026 di Theater Room Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry, Senin (21/9/2026).

MEDINA 2026 merupakan kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru FK UIN Ar-Raniry yang berlangsung selama lima hari, 21-25 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “From Student to Healer: Building Knowledge, Character, and Compassion.”

Mujiburrahman mengatakan mahasiswa kedokteran UIN Ar-Raniry perlu memahami konsep ilmu, budi, dan bakti sebagai bagian dari paradigma pendidikan yang dikembangkan kampus.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh mahasiswa tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi harus membentuk karakter dan mendorong mereka memberi manfaat kepada masyarakat.

“Ketika nantinya Anda belajar ilmu kedokteran di Fakultas Kedokteran ini, seberapa tinggi penguasaan ilmu yang Anda peroleh, Anda harus semakin menjadi orang yang tawaduk, rendah hati, bukan sombong dan takabur,” kata Mujiburrahman.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan ilmu kedokteran semata-mata sebagai sarana memperoleh keuntungan material.

“Jangan ilmu untuk ilmu. Jangan ilmu untuk material,” ujarnya.

Menurut Mujiburrahman, profesi dokter memiliki tanggung jawab kemanusiaan yang besar. Karena itu, mahasiswa perlu dipersiapkan menjadi tenaga medis yang memiliki kompetensi sekaligus empati terhadap pasien.

Ia mencontohkan, empati dokter dapat diuji ketika menghadapi pasien yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Ketika para pasien itu Anda lihat tidak memiliki kemampuan biaya untuk berobat, Anda jangan mengambil biaya dalam pengobatan itu. Karena itu adalah amaliyah kita. Di situlah kita diuji empati kita,” katanya.

Mujiburrahman mengatakan dokter lulusan UIN Ar-Raniry nantinya diharapkan memiliki karakter Al-Qawiyyu Al-Amin, yakni kuat dan kompeten sekaligus amanah.

“Memiliki ilmu kedokteran, kapasitas ilmu kedokteran yang hebat, namun memiliki hati, akhlak yang mulia, kemudian jujur, amanah, dan dapat dipercaya di mana pun nantinya Anda berprofesi bekerja,” ujarnya.

Plt Dekan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry, dr Hendra Kurniawan MSc SpP(K), mengatakan kehadiran FK menjadi bagian dari upaya UIN Ar-Raniry mengembangkan integrasi ilmu kesehatan dan keislaman.

Menurut Hendra, pembukaan FK tidak hanya memperluas bidang keilmuan di UIN Ar-Raniry, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun karakter mahasiswa kedokteran dengan nilai-nilai keislaman.

“UIN Ar-Raniry bukan hanya berisi fakultas-fakultas keislaman, tapi bagaimana hari ini Fakultas Kedokteran sebagai suatu ilmu science itu bisa nantinya mengintegrasikan keilmuan kesehatan dengan keislaman,” kata Hendra.

Ia mengatakan MEDINA 2026 juga melibatkan orang tua mahasiswa. Pelibatan tersebut diharapkan membangun sinergi antara kampus, mahasiswa, dan keluarga selama proses pendidikan kedokteran.

Hendra menyebut terdapat 104 peserta yang mengikuti proses seleksi untuk mendapatkan 50 kursi mahasiswa baru FK UIN Ar-Raniry.

“Kepada orang tua, kami ingin enam tahun ke depan Bapak dan Ibu duduk lagi di sini untuk melihat mereka wisuda. Insya Allah,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FK UIN Ar-Raniry, dr Teuku Muhammad Iqbal Muttaqien MMed Sc S KJ mengatakan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran memiliki latar belakang prestasi yang beragam.

Menurut Iqbal, tujuh mahasiswa merupakan penghafal Al-Qur’an 30 juz. Selain itu, terdapat mahasiswa yang hafal 22, 19, 18, 10, 8, 7, dan 5 juz. Lima mahasiswa lainnya tercatat pernah meraih prestasi dalam olimpiade.

Menurut Iqbal, keberadaan mahasiswa tersebut menunjukkan pilihan masuk FK UIN Ar-Raniry bukan semata-mata karena alternatif setelah gagal masuk fakultas kedokteran lain.

“Allah ingin ananda sekalian bisa mengintegrasikan antara ilmu kedokteran, sains, dengan nilai-nilai keislaman,” katanya.

Iqbal juga menekankan pentingnya empati dalam profesi dokter. Menurutnya, dokter tidak cukup hanya mampu mendiagnosis penyakit dan memberikan terapi.

“Kita ingin dokter lulusan UIN ketika memegang tangan pasien tidak hanya melihat penyakitnya, tapi melihat bagaimana manusia yang membutuhkan kasih sayang,” ujarnya.

Ia mencontohkan integrasi nilai keislaman dalam pelayanan kesehatan, termasuk membantu pasien memahami tata cara ibadah sesuai dengan kondisi kesehatan mereka. []

Previous Post

Keuchik Penggerak Swasembada Pangan dan Personel Polres Abdya Dapat Penghargaan dari Kapolres

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Buka MEDINA 2026, Rektor UIN Ar-Raniry: Dokter Harus Punya Ilmu dan Empati

Buka MEDINA 2026, Rektor UIN Ar-Raniry: Dokter Harus Punya Ilmu dan Empati

21/09/2026
Keuchik Penggerak Swasembada Pangan dan Personel Polres Abdya Dapat Penghargaan dari Kapolres

Keuchik Penggerak Swasembada Pangan dan Personel Polres Abdya Dapat Penghargaan dari Kapolres

21/09/2026
Krak, Jembatan Baru Kutablang Kini Bisa Beroperasi Penuh

Krak, Jembatan Baru Kutablang Kini Bisa Beroperasi Penuh

21/09/2026
GEMPAR 14 FKep USK Perkuat Edukasi dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Aceh Jaya

GEMPAR 14 FKep USK Perkuat Edukasi dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Aceh Jaya

21/09/2026
Bukan Sekadar Workshop, Ekraf Tantang Gayo Lues Mengubah Ide Menjadi Nilai Ekonomi

Bukan Sekadar Workshop, Ekraf Tantang Gayo Lues Mengubah Ide Menjadi Nilai Ekonomi

21/09/2026

Terpopuler

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026

Buka MEDINA 2026, Rektor UIN Ar-Raniry: Dokter Harus Punya Ilmu dan Empati

Atlet Anggar Abdya Tembus Kejuaraan Internasional di Thailand, KONI Beri Apresiasi

PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

Penambang Kabur, 93 Gelondongan PETI Disikat Aparat di Geumpang

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com