ACEH TENGGARA — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat, Anggota MPR RI asal Aceh, H. Muslim Ayub, mengajak generasi muda untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan di era modern.
Pesan tersebut disampaikan Muslim Ayub dalam kegiatan Dialog Kebangsaan bersama pemuda, masyarakat, dan organisasi kepemudaan (OKP) di aula serbaguna Aceh Tenggara, Minggu (20/9).
Menurut Muslim Ayub, kemajuan teknologi memberikan banyak peluang bagi generasi muda, namun juga menghadirkan tantangan yang tidak boleh diabaikan. Karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi penting agar pemuda tetap memiliki karakter, jati diri, dan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Pancasila harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Bukan sekadar dihafalkan, tetapi diwujudkan melalui sikap saling menghargai, menjaga persatuan, bergotong royong, serta menghormati perbedaan,” ujar Muslim Ayub.
Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Menurutnya, semangat Pancasila dapat diwujudkan dengan menggunakan teknologi secara bijak, menyaring informasi sebelum menyebarkannya, serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang dapat memecah belah masyarakat.
“Pemuda harus menjadi generasi yang mampu membawa nilai Pancasila ke ruang digital. Gunakan media sosial untuk menyebarkan hal-hal positif, membangun persaudaraan, memperkenalkan potensi daerah, dan menggerakkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Muslim Ayub juga mengajak pemuda Aceh Tenggara untuk menerapkan semangat Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, kewirausahaan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan pariwisata dan potensi daerah.
“Nasionalisme hari ini tidak hanya ditunjukkan dengan kata-kata. Ketika anak muda mau berkarya, membuka usaha, menjaga lingkungan, menghargai sesama, dan ikut membangun daerah, itu juga merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila,” tambahnya.
Kegiatan dialog tersebut diikuti oleh pemuda, masyarakat, serta sejumlah organisasi kepemudaan. Para peserta antusias mengikuti diskusi mengenai pentingnya memperkuat nilai-nilai Pancasila sekaligus membangun peran generasi muda dalam menghadapi tantangan kehidupan di era digital.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan generasi muda tidak hanya memahami Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai nilai yang hidup dalam setiap tindakan dan keputusan, sehingga kemajuan zaman tetap berjalan seiring dengan kuatnya persatuan dan karakter bangsa.[]








