Banda Aceh – Asisten II Setda Aceh T Robby Irza menyatakan subsidi ongkos angkut cabai merah sebanyak 1,8 ton dari Lubukpakam Sumatera Utara ke Aceh Besar ikut menurunkan harga komoditas tersebut yakni dari Rp70 ribu per kg menjadi Rp60 sampai Rp65 ribu per kg.
“Upaya pengendalian ini terus kami lanjutkan, Minggu ini fokusnya kita arahkan lebih spesifik sesuai komoditas yang mulai mengalami tekanan,” katanya di Banda Aceh, Senin.
Ia menyebutkan, fasilitasi distribusi cabai merah melalui subsidi ongkos angkut, hingga (17/9) sudah ada tambahan distribusi cabai merah keriting sebanyak 1,8 ton.
“Kita targetkan intervensi tersebut dilakukan di 23 kabupaten/kota dan untuk tahap awal di Aceh Besar yang termasuk andil inflasi komoditi cabai merah keriting,” katanya.
Pihaknya sedang mendorong pemerintah kabupaten/kota dan BUMD agar dapat menyediakan distributor lokal di setiap kabupaten/kota sebagai penerima subsidi ongkos angkut yang diberikan oleh Pemerintah Aceh.
Berdasarkan pemantauan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sampai Minggu III September, komoditas yang paling banyak mengalami kenaikan adalah cabai merah, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, jeruk, dan cabai rawit.
“Yang paling kita cermati adalah cabai merah dan daging ayam ras, karena kenaikannya terjadi di banyak kabupaten/kota,” katanya.
Ia merincikan, untuk cabai merah andil tertinggi tercatat di Aceh Selatan sebesar 2,95 persen, sedangkan untuk ayam ras tertinggi di Aceh Timur sebesar 2,21 persen.
Kemudian beras tertinggi di Aceh Timur sebesar 0,64 persen. Secara keseluruhan, perubahan IPH tertinggi minggu ini terjadi di Bireuen sebesar 5,70 persen, sedangkan terendah di Aceh Tenggara sebesar minus 0,23 persen.
“Jadi tekanannya ada pada komoditas tertentu dan tidak terjadi secara merata di seluruh Aceh,” katanya.
Pihaknya terus memetakan daerah produksi dan memperkuat kerja sama antar daerah dengan melibatkan Badan Usaha Milik Aceh, agar pasokan tidak hanya mengandalkan intervensi jangka pendek.









