Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Ohku, Wabup Ngaku Tak Diajak, Siapa Kuasai APBK Pidie Jaya?

redaksi by redaksi
25/09/2026
in Lintas Timur
0
Ohku, Wabup Ngaku Tak Diajak, Siapa Kuasai APBK Pidie Jaya?

MEUREUDU — Perdamaian Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi dan Wakil Bupati Hasan Basri ternyata belum mengakhiri bara di tubuh pemerintahan. Hasan kini mengungkap klaim mengejutkan: dirinya tetap tidak dilibatkan dalam pembahasan APBK 2026 maupun perubahan APBK-P, meski menyandang posisi Wakil Bupati.

“Cuma janji palsu yang kita dapat. Tidak dilibatkan dalam perumusan anggaran APBK tahun 2026 oleh Bupati,” kata Hasan. Jum’at 25 September 2026.

Pengakuan itu mencuat ketika pengelolaan keuangan daerah justru tengah menjadi sorotan. Hingga 23 September 2026, PAD Pidie Jaya baru terealisasi Rp78,39 miliar atau 53,13 persen dari target Rp147,55 miliar. Masih ada Rp69,16 miliar yang harus dikejar.

Namun di tengah PAD yang masih jauh dari target, belanja daerah dalam perubahan APBK justru melonjak Rp89,82 miliar. Sementara pendapatan hanya bertambah Rp75,47 miliar, ada selisih sekitar Rp14,35 miliar antara kenaikan belanja dan pendapatan.

Postur pendapatan berubah dari Rp930,49 miliar menjadi sekitar Rp1,005 triliun. Belanja naik dari Rp931,39 miliar menjadi sekitar Rp1,021 triliun.

Di titik inilah pengakuan Hasan menjadi serius. Ia menyebut proses penyusunan APBK dan APBK-P berlangsung tanpa dirinya.

“Semua tidak dilibatkan, termasuk TKD Rp28 miliar dana banjir. Dan dalam penyusunan APBK dan APBK-P tidak diajak duduk bersama membahas bersama TAPK. Semua itu dilakukan oleh Bupati dengan Sekda,” ujar Hasan.

Bukan hanya itu. Hasan juga mempertanyakan masuknya SiLPA sekitar Rp16,35 miliar dalam pembiayaan APBK-P 2026.

Jika benar Wakil Bupati tidak dilibatkan dalam pembahasan kebijakan anggaran, muncul pertanyaan mendasar: sejauh mana ruang koordinasi Wakil Bupati dalam pemerintahan dan siapa yang sebenarnya memegang kendali proses penyusunan anggaran Daerah?

Hasan Basri bahkan menyebut perdamaian yang sebelumnya diupayakan melalui mediasi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah alias Dek Fadh pada April 2026 belum menghasilkan perubahan sebagaimana yang diharapkannya.

“Jika ini terus dibiarkan, tanpa kebersamaan dan musyawarah maka pembangunan Pidie Jaya jauh panggang dari api,” ujarnya

Hasan mengaku Pembagunan daerah tidak akan optimal dan pesimis terwujud tanpa kebersamaan seluruh stakeholder “Mungkin ini sudah takdir saya,” kata Hasan

Polemik tersebut tidak lagi sebatas hubungan dua pucuk pimpinan daerah. Anggaran yang dipersoalkan menyangkut uang publik lebih dari Rp1 triliun, sementara pemerintah daerah masih dibebani target PAD puluhan miliar rupiah hingga akhir tahun.

Oleh karena itu, klaim Hasan membutuhkan jawaban terbuka dari Bupati Sibral Malasyi: benarkah Wakil Bupati tidak dilibatkan? Siapa yang membahas APBK dan APBK-P bersama TAPK? Apa dasar kenaikan belanja Rp89,82 miliar? Dan bagaimana keputusan strategis anggaran diambil?

Kini persoalannya bukan sekadar “damai atau tidak damai”. Publik menunggu pembuktian: apakah perdamaian April lalu benar-benar masuk ke ruang pemerintahan, atau berhenti sebatas kesepakatan politik tanpa perubahan dalam pengambilan kebijakan anggaran?

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari Bupati Sibral Malasyi terkait pernyataan Hasan Basri.[Mul]

Previous Post

Perkuat Tata Kelola Kampus Zakat, ITF Ar-Raniry Sambut Tim Visitasi Kemenag  

Next Post

Dua Santri Aceh Jaya Siap Kibarkan Semangat Santri di PPSN VI 2026 Malang

Next Post
Dua Santri Aceh Jaya Siap Kibarkan Semangat Santri di PPSN VI 2026 Malang

Dua Santri Aceh Jaya Siap Kibarkan Semangat Santri di PPSN VI 2026 Malang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kemenag Aceh Kawal Penanganan dan Evaluasi Peristiwa di MTsN 5 Aceh Tengah

Kemenag Aceh Kawal Penanganan dan Evaluasi Peristiwa di MTsN 5 Aceh Tengah

25/09/2026
Pemkab Aceh Timur Siapkan Pemulihan Terpadu Hunian dan Akses di Lokop

Pemkab Aceh Timur Siapkan Pemulihan Terpadu Hunian dan Akses di Lokop

25/09/2026
Wali Kota Banda Aceh Beri Motivasi Mahasiswa USK dalam Kegiatan Subuh Education

Wali Kota Banda Aceh Beri Motivasi Mahasiswa USK dalam Kegiatan Subuh Education

25/09/2026
Dua Santri Aceh Jaya Siap Kibarkan Semangat Santri di PPSN VI 2026 Malang

Dua Santri Aceh Jaya Siap Kibarkan Semangat Santri di PPSN VI 2026 Malang

25/09/2026
Ohku, Wabup Ngaku Tak Diajak, Siapa Kuasai APBK Pidie Jaya?

Ohku, Wabup Ngaku Tak Diajak, Siapa Kuasai APBK Pidie Jaya?

25/09/2026

Terpopuler

Ohku, Wabup Ngaku Tak Diajak, Siapa Kuasai APBK Pidie Jaya?

Ohku, Wabup Ngaku Tak Diajak, Siapa Kuasai APBK Pidie Jaya?

25/09/2026

Kunci Dipinjam untuk Cek Aset, Kantor Dekopinwil Aceh Malah Berubah Jadi Kantor REDD

Ohku, Wabup Ngaku Tak Diajak, Siapa Kuasai APBK Pidie Jaya?

Ir. Saiful Anwar dan Zuhri Nahkodai DPC PPP Pidie 2026–2031

FPMI Aceh Gelar Bimtek Madrasah Inklusif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com