BANDA ACEH — Anggota MPR RI Muslim Ayub melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Serba Guna Banda Aceh,Minggu (27/9/2026), dengan tema “Transformasi Konsep Cinta Tanah Air dan Pancasila dengan Cara Kekinian.”
Dalam kegiatan tersebut, Muslim Ayub menegaskan bahwa mencintai Indonesia di era digital tidak cukup hanya dengan menghafal Pancasila atau memahami simbol-simbol kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari dan disampaikan dengan cara yang dekat dengan generasi muda.
“Pancasila tidak boleh hanya kita bicarakan di ruang-ruang formal. Pancasila harus hadir di sekolah, kampus, tempat kerja, lapangan olahraga, dunia usaha hingga media sosial. Nilainya tetap, tetapi cara mengaktualisasikannya harus mengikuti perkembangan zaman,” ujar Muslim Ayub.
Ia mencontohkan bahwa semangat persatuan dapat diwujudkan dengan tidak menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. Sementara semangat gotong royong dapat dilakukan melalui kegiatan sosial, komunitas, kewirausahaan dan kolaborasi anak muda dengan memanfaatkan teknologi.
Menurutnya, cinta tanah air pada masa kini juga berarti meningkatkan kualitas diri, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, taat hukum, melawan korupsi dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi Indonesia.
“Kita boleh berbeda pilihan, berbeda suku, budaya bahkan berbeda klub sepak bola, tetapi kita tetap satu Indonesia. Jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan persaudaraan,” tegasnya.
Muslim Ayub juga mengajak generasi muda Aceh untuk tidak mempertentangkan identitas daerah dengan identitas kebangsaan. Menurutnya, kekayaan budaya dan karakter daerah justru merupakan bagian penting dari kekuatan Indonesia.
Ia berharap Sosialisasi Empat Pilar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menghadirkan Pancasila dalam kehidupan nyata.
“Pancasila harus kita bawa dari ruang pertemuan ke ruang kehidupan. Dari gedung ke sekolah, kampus, komunitas, lapangan olahraga dan media sosial. Kalau nilai Pancasila hidup dalam perilaku kita, berarti kita sedang menjaga Indonesia,” pungkas Muslim Ayub.








