MEUREUDU — Pemulihan pascabencana di Pidie Jaya tidak boleh berhenti pada pembangunan kembali bangunan yang rusak. Fasilitas publik yang dipulihkan harus kembali menjadi ruang hidup masyarakat.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH, saat meresmikan renovasi Meunasah Lhok Nga di Gampong Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Senin (28/9/2026).
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan prosesi peusijuek. Renovasi meunasah tersebut merupakan bagian dari dukungan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang melibatkan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan ASA Humanity, bersama pemerintah serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Munawar menegaskan, rehab-rekon harus memiliki makna lebih luas dari sekadar membangun kembali infrastruktur yang terdampak bencana.
“Rehab-rekon tidak boleh hanya dimaknai sebagai membangun kembali bangunan yang rusak. Yang harus kita pulihkan adalah kehidupan masyarakat secara utuh,” tegas Munawar.
Menurutnya, meunasah memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Selain menjadi tempat ibadah, meunasah juga berfungsi sebagai ruang pendidikan, musyawarah, silaturahmi hingga berbagai aktivitas sosial masyarakat.
Karena itu, pemulihan fasilitas keagamaan seperti meunasah dinilai bukan hanya menyangkut fisik bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas sosial yang sempat terganggu akibat bencana.
Munawar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam proses pemulihan Pidie Jaya. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga kemanusiaan dan masyarakat terus diperkuat agar pemulihan pascabencana berjalan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan sarana wudu dan rumah pengajian Aziziah di Desa Beurawang, serta paket sembako bagi masyarakat.
Bantuan tersebut turut melibatkan Bank Muamalat Indonesia dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia sebagai bagian dari dukungan terhadap pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
Munawar juga mengingatkan agar fasilitas yang telah dipulihkan tidak berhenti sebagai bangunan baru, tetapi benar-benar dijaga dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Bencana boleh datang, tetapi semangat untuk bangkit tidak boleh padam. Semoga setiap ibadah, pendidikan, musyawarah dan kebaikan yang berlangsung di tempat ini menjadi amal jariah bagi seluruh pihak yang telah membantu.” ujarnya.[Mul]









