Aceh Selatan- Warga Kecamatan Kluet Timur dan Kluet Tengah Aceh Selatan mengeluhkan kondisi badan jalan lintas antara dua kecamatan tersebut yang hancur dan penuh lumpur.
Menurut sejumlah warga, kemarin, kondisi badan jalan hancur lebur itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu, namun belum pernah ditangani oleh pihak terkait.
Kondisi yang sangat parah, membuat pengendara tidak nyaman dan harus ekstra hati-hati untuk menghindari jebakan lumpur yang tebal akibat longsoran tanah dari bahu gunung. Apa lagi pada saat musim hujan, para pengguna jalan berusaha menghindari lubang yang digenangi air.
Sehingga sebagian besar mereka mengharapkan kepada Pemkab Asel dalam hal ini Dinas PUPR agar segera menanganinya demi kelancaran dan kenyamanan saat melintas.
“Janji pihak Dinas PUPR yang meninjau lokasi beberapa waktu lalu akan segera menanganinya, namun sampai saat ini hanya tinggal janji,” kata Abdullah (48), warga Kluet Timur, Minggu, (4/10/2026).
Menurut mereka, ruas jalan itu merupakan satu-satunya sarana perhubungan antar desa dalam kawasan dua kacamatan, tepatnya di Gampong Koto Indarung dan Siure-ure Kluet Tengah.
Badan jalan ini, juga fasilitas yang sangat vital untuk kegiatan ekonomi dan perhubungan kekeluargaan di dua kawasan itu.
Keuchik Gampong Koto Indarung dan Gampong Siure-ure dilaporkan, sangat kecewa bila ruas jalan itu tidak segera ditangani.
“Kondisinya sangat parah, penuh lumpur sehingga sulit dilalui,” kata mereka.
Anggota DPRK Aceh Selatan asal Kluet Timur Mistan Aulia, turut prihatin atas kondisi badan jalan tersebut. Sehingga, anggota F-PNA yang juga Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) itu mendesak agar pihak PUPR Asel segera menanganinya.
Apalagi pihak Dinas PUPR Asel sudah melihat dari dekat dan waktu itu berjanji akan segera menanganinya.
“Kita berharap agar jangan cuma berjanji, tetapi harus segera ditangani demi untuk rakyat yang akan menggunakan fasilitas itu untuk ekonomi dan kekeluargaan antar penduduk dua kecamatan yang bertetangga,” kata Mistan.
Menurutnya, pihak berkompeten jangan berfikir sebatas daerah tertentu, tetapi harus melihat kebutuhan rakyat dalam kaitan potensi ekonomi dan potensi demografi.
Plt. Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan melalui Kabid Bina Marga Gamal Halim, mengatakan, pihaknya memahami harapan masyarakat agar kondisi badan jalan tersebut segera ditangani.
“Insya Allah dalam bulan sudah selesai prosesnya dan bisa kita mulai penanganannya. Sedang proses tender Pak,” kata Gamal.
Namun, katanya, hanya fokus pada penanganannya perbaikan geometri jalan di gunung.(Maslow Kluet).”









