TAPAKTUAN – Menghadapi Tes Kemapuan Akademik (TKA) yang dilaksanakan secara nasional pada 26 Oktober sampai 8 November 2026 mendatang sesuai pembagian gelombang.
Maka, motivasi dan mindset positif untuk menghadapi TKA 2026 bukan hanya soal penguasaan materi. Banyak peserta gagal bukan karena kurang pintar, melainkan karena kurang percaya diri, mudah menyerah, atau terbawa stres saat ujian.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Annadwi SPd MM saat meninjau pelaksanaan gladi bersih TKA di SMA Negeri 1 Pasie Raja pada hari kedua, Selasa (6/10/2026).
Kacabdisdik Wilayah Kabuten Aceh Selatan bersama Kasi Manajemen GTK dan Peningkatan Mutu Siswa, Rasmadi SPd MSi meninjau langsung persiapan dalam menghadapi TKA tersebut yang diikuti 108 siswa kelas XII sekolah itu.
Annadwi menyampaikan, motivasi dan mindset positif adalah fondasi kuat yang akan membuat para siswa tetap tenang, fokus, dan konsisten dalam belajar maupun saat menghadapi ujian.
“Dengan mental yang tepat, setiap kesulitan akan terasa sebagai tantangan, bukan hambatan,” ujarnya.
Annadwi menuturkan, cara menumbuhkan motivasi belajar untuk TKA 2026 antara lain, tentukan tujuan yang jelas. Bayangkan universitas impian, jurusan yang ingin dimasuki, dan masa depan yang akan diraih. Tuliskan tujuan tersebut agar menjadi sumber energi setiap kali rasa malas muncul.
Kemudian, buat rencana belajar yang realistis. Motivasi sering hilang karena target terlalu tinggi. Buat rencana yang sesuai dengan kemampuanmu, misalnya: belajar 2 jam per hari secara konsisten dengan menyelesaikan 10 soal latihan setiap sesi dan review kesalahan seminggu sekali.
Selanjutnya sebut Annadwi, rayakan kemajuan kecil setiap kali berhasil menguasai satu topik atau memperbaiki nilai try out, berikan penghargaan untuk diri sendiri. Karena apresiasi kecil ini akan menjaga motivasi tetap menyala.
“Cari lingkungan yang mendukung. Belajar bersama teman atau bergabung dalam komunitas pejuang UTBK dapat memberikan dorongan semangat. Lingkungan positif akan membantumu terus bergerak maju, adalah motivasi menghadapi TKA 2026,” ungkapnya.
Lebih lanjut Annadwi menjelaskan, mindset positif yang harus dimiliki peserta TKA yaitu, growth mindset (pola pikir bertumbuh). Percayalah bahwa kemampuan bisa di asah dengan usaha dan latihan. Gagal di try out bukan berarti bodoh, tapi tanda bahwa ada ruang untuk berkembang.
Seterusnya, fokus pada proses, bukan banya hasil. Dikatakannya, jangan terobsesi dengan skor setiap kali latihan. Fokuslah pada peningkatan sedikit demi sedikit, karena hasil besar adalah akumulasi dari proses kecil.
Annadwi menyampaikan, lihat ujian sebagai tantangan, bukan ancaman. Ketika memandang TKA sebagai peluang untuk menguji kemampuan, kita semua akan lebih santai dan mampu berpikir jernih saat ujian.
Ditambahkannya, lawan pikiran negatif dengan afirmasi positif
ubah kalimat “Aku tidak bisa” menjadi “Aku sedang belajar untuk bisa.” Pikiran positif akan meningkatkan rasa percaya diri.
Annadwi menguraikan, tips nenjaga mental sehat selama persiapan TKA 2026 yakni, istirahat cukup dengan melakukan tidur minimal 7 jam agar otak segar, olahraga ringan dengan jalan pagi atau stretching untuk menjaga energi.
“Meditasi atau journaling bisa membantu mengurangi stres dan hindari membandingkan diri berlebihan dengan orang lain di media sosial,” tandasnya.
Annadwi menambahkan, kadang kesalahan mindset yang harus dihindari siswa dalam menghadapai TKA adalah terlalu perfeksionis dan panik jika hasil latihan buruk, kemudian belajar dengan sistem kebut semalam tanpa konsistensi.
“Membiarkan rasa takut gagal menguasai diri, serta menganggap TKA hanya bisa dihadapi dengan kecerdasan, padahal mental juga sangat menentukan,” imbuh Annadwi.
Ia menegaskan, mindset positif untuk menghadapi TKA 20256 sama pentingnya dengan penguasaan materi. Jadi, dengan mental yang kuat,para siswa akan tetap konsisten belajar, lebih percaya diri saat ujian, dan siap menghadapi berbagai soal dengan tenang.
“Ingat, hasil TKA bukan hanya mencerminkan kemampuan akademik, tapi juga ketangguhan mental yang dibangun selama proses persiapan,” pungkas Annadwi.









