Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Rawat Warisan Sejarah Aceh, SKI FAH UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh dan Disdikbud Gelar Meuseuraya di Aceh Besar

redaksi by redaksi
10/10/2026
in Kampus
0
Rawat Warisan Sejarah Aceh, SKI FAH UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh dan Disdikbud Gelar Meuseuraya di Aceh Besar

Banda Aceh – Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI), Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), UIN Ar-Raniry Banda Aceh, bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Aceh serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar melaksanakan kegiatan meuseuraya di empat komplek makam bersejarah yang berada di Kabupaten Aceh Besar, dalam kegiatan ini turut serta mahasiswa SKI sebanyak 40 orang, yang dilaksanakan pada hari sabtu 10/10/2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian situs sejarah dan warisan budaya, sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi identitas dan perjalanan peradaban Aceh.

Adapun empat lokasi yang menjadi sasaran kegiatan meuseuraya tersebut meliputi Komplek Makam Lampoh Bada di Gampong Biluy, Kecamatan Darul Kamal; Komplek Makam Bentara Gigieng di Gampong Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam; Komplek Makam Teungku Dicucum di Gampong Cucum, Kecamatan Kuta Baro; serta Komplek Makam Meunasah Intan di Gampong Meunasah Intan, Kecamatan Krueng Barona Jaya. Keempat lokasi tersebut berada di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan meuseuraya menjadi wujud semangat gotong royong dalam menjaga dan merawat situs-situs bersejarah. Melalui kegiatan ini, para pihak yang terlibat menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung pelestarian peninggalan sejarah agar tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Ketua Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Ruhamah, menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam menjaga dan melestarikan warisan sejarah serta kebudayaan Aceh.

Menurutnya, kegiatan meuseuraya tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap situs bersejarah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal dan menghargai peninggalan masa lalu secara langsung.

Ia berharap kegiatan kolaboratif bersama BPK Aceh dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar dapat terus dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian situs sejarah. Dengan demikian, warisan budaya Aceh dapat terus dijaga dan dikenal oleh generasi berikutnya.

Senada dengan hal tersebut, mahasiswa SKI, Cut Dinda, menyampaikan bahwa kegiatan meuseuraya merupakan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung dalam pelestarian peninggalan sejarah.

Menurutnya, mempelajari sejarah tidak hanya dilakukan melalui buku dan ruang perkuliahan, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam menjaga situs-situs bersejarah. Kegiatan gotong royong tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menumbuhkan kepedulian terhadap warisan budaya sekaligus memahami pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas sejarah Aceh.

Cut Dinda berharap semakin banyak mahasiswa dan generasi muda yang terlibat dalam kegiatan pelestarian sejarah, sehingga keberadaan komplek makam bersejarah tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan dan bagian penting dari identitas masyarakat Aceh.

Kolaborasi antara Prodi SKI FAH UIN Ar-Raniry, BPK Aceh, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar ini mencerminkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menjaga keberadaan situs-situs sejarah. Dukungan masyarakat setempat juga menjadi unsur penting agar upaya pelestarian warisan budaya dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan meuseuraya di empat komplek makam tersebut, diharapkan tumbuh kepedulian bersama untuk menjaga kebersihan, merawat lingkungan situs, serta meningkatkan perhatian terhadap nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.

Pelestarian situs sejarah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga kebudayaan, melainkan juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, warisan sejarah Aceh diharapkan tetap lestari sebagai sumber pengetahuan, identitas, dan kebanggaan generasi masa kini maupun mendatang. []

 

Previous Post

Dua Remaja Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Aceh Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Rawat Warisan Sejarah Aceh, SKI FAH UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh dan Disdikbud Gelar Meuseuraya di Aceh Besar

Rawat Warisan Sejarah Aceh, SKI FAH UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh dan Disdikbud Gelar Meuseuraya di Aceh Besar

10/10/2026
Dua Remaja Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Aceh Selatan

Dua Remaja Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Aceh Selatan

10/10/2026
Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, UIN Ar-Raniry Hadirkan Pakar dari Aceh hingga Jerman

Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, UIN Ar-Raniry Hadirkan Pakar dari Aceh hingga Jerman

10/10/2026
Polisi: Tidak Menemukan Unsur Pidana dalam Kematian Taruna Poltekpel Malahayati

Polisi: Tidak Menemukan Unsur Pidana dalam Kematian Taruna Poltekpel Malahayati

10/10/2026
BMKG: Aceh dan Sumut Siaga Banjir dan Longsor

BMKG: Aceh dan Sumut Siaga Banjir dan Longsor

10/10/2026

Terpopuler

Rawat Warisan Sejarah Aceh, SKI FAH UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh dan Disdikbud Gelar Meuseuraya di Aceh Besar

Rawat Warisan Sejarah Aceh, SKI FAH UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh dan Disdikbud Gelar Meuseuraya di Aceh Besar

10/10/2026

Dua Ceh Senior Siap Adu Syair di Didong Jalu, Win Kul Comeback Setelah Lama Vakum

Rektor UIN Ar-Raniry Serahkan Motor Modifikasi untuk Mahasiswa Disabilitas

Persada Abdya U-17 Lolos ke Putaran Nasional Soeratin Akan Segera Berlaga di IKN, Berikut Jadwalnya

Dinsos Abdya Pulangkan Lansia Terlantar Asal Nias ke Sumut

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com