BLANGPIDIE – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) Roni Guswandi mengatakan pengerukan kolam labuh Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, sangat mendesak.
Ia meminta Pemerintah Aceh agar memprioritaskan pengerukan kolam labuh tersebut pada tahun anggaran 2027.
“Kita sudah melihat dan mendengar langsung aspirasi nelayan terkait kondisi kolam labuh Ujong Serangga. Memang kondisinya sangat mendesak. Kita minta Pemerintah Aceh agar dapat memprioritaskan di tahun 2027,” kata Roni Guswandi.
Pernyataan itu disampaikan Abi Roni — sapaan akrab Roni Guswandi, saat menampung aspirasi nelayan di Ujong Serangga, Susoh, Rabu (14/10/2026).
Ia menyebutkan, dangkalnya kolam labuh di Ujong Serangga membuat nelayan kewalahan dan kesulitan saat menyandarkan perahu mereka.
“Karena pelabuhan ini wewenang provinsi, kita berharap kondisi ini segera diatasi. Sebab ini menyangkut hajat hidup para nelayan,” ungkapnya.
Saat menampung aspirasi nelayan, Abi Roni mendengarkan langsung bahwa para nelayan harus patungan menyewa alat berat untuk melakukan pengerukan kolam labuh secara swadaya.
“Ini sudah hari kelima mereka patungan sewa excavator untuk melakukan pengerukan kolam labuh. Tentu kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan. Maka sekali lagi kami meminta agar Pemerintah Aceh memprioritaskan pengerukan kolam labuh ini,” ucap Abi Roni, seraya menyebutkan bahwa ia juga akan ikut patungan sewa excavator.
Ia bersama anggota DPRK lainnya termasuk Pemerintah Kabupaten Abdya berkomitmen akan terus mengawal persoalan kolam labuh tersebut ke Pemerintah Aceh hingga tuntas.
“Nanti kami (DPRK) bersama Pak Bupati akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. Kami berharap Pemerintah Aceh dapat merealisasikannya pada tahun 2027,” pungkas Abi Roni.










![Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 1]](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-14-at-13.04.57-350x250.jpeg)