BLANGPIDIE — Setelah adanya informasi masyarakat bahwa oknum tengkulak membeli gabah petani di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dengan harga di bawah HPP beberapa hari terakhir, wartawan mengangkat isu tersebut ke publik.
Tak berselang lama setelah berita itu tayang di media, pihak Bulog Cabang Blangpidie langsung turun ke lapangan untuk mencegah harga gabah jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Hasilnya, harga gabah di Abdya langsung kembali naik seperti semula, bahkan naik antara Rp50 hingga Rp100 per kilogram dari harga sebelumnya.
Perum Bulog Kantor Cabang Blangpidie meminta petani di Abdya untuk melaporkan jika masih ada pembelian gabah di bawah HPP. Imbauan itu disampaikan setelah harga gabah sempat anjlok, Senin (19/10) kemarin.
Bulog bersama penyuluh pertanian meninjau persawahan di Ladang Neubok, Kecamatan Jeumpa, untuk memantau dan mengevaluasi kondisi harga di tingkat petani.
Kepala Kantor Cabang Bulog Blangpidie, Nurul Iranda Sari, mengatakan penurunan harga dipicu karena sebagian padi yang dipanen terendam banjir sehingga kualitasnya menurun. Kondisi itu membuat pengepul enggan membeli dengan harga di atas HPP, hingga merusak citra harga gabah super lainnya.
“Berdasarkan koordinasi kami dengan Dinas Pertanian Abdya dan peninjauan di lapangan, harga gabah saat ini sudah di atas HPP, kisaran Rp6.700 dan Rp6.800,” kata Nurul kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).
Ia menyebut gabah yang dijual ke pengepul dengan harga di bawah HPP ternyata tidak memenuhi standar kualitas. Menurutnya, pengepul tidak berani menawar tinggi untuk gabah bermutu rendah.
Meski begitu, Nurul meminta petani tidak tinggal diam bila menemukan praktik pembelian di bawah HPP. Ia mendorong petani agar segera melaporkan melalui pusat layanan pengadaan gabah Bulog Blangpidie, Cut Veby: +62 838-2257-9362, Hasyimi: +62 857-4797-9850
“Langkah ini diperlukan agar petani terlindungi dari praktik yang merugikan dan harga gabah di lapangan tetap terjaga. Kami juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memantau harga di sentra-sentra produksi di Abdya,” ujar Nurul.
HPP gabah merupakan batas harga yang ditetapkan pemerintah agar petani tidak dirugikan saat panen. Bulog menjadi salah satu lembaga yang bertugas menyerap hasil panen dengan acuan harga tersebut.
“Kalau terjadi harga beli gabah di bawah HPP, segera infokan saja dan kami akan menindaklanjutinya,” tegas Nurul.










