Aceh Selatan- Anggota DPRK Aceh Selatan, Mistan Aulia, memberikan dukungan dan apresiasi kepada personel TNI yang tengah bekerja merampungkan pembangunan jembatan di Gampong Lawe Buloh Didi, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh anggota Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA) yang juga menjabat Ketua Badan Kehormatan DPRK Aceh Selatan itu saat meninjau dari dekat proses pembangunan jembatan yang sebelumnya ambruk diterjang banjir besar.
Mistan Aulia mengatakan, pembangunan jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu akses penghubung untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga.
“Selaku pribadi dan sebagai perwakilan masyarakat, saya patut memberikan dukungan sekaligus menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pembangunan jembatan ini,” ujar Mistan yang merupakan putra daerah Kluet Timur.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel TNI yang telah bekerja dengan penuh semangat dan kepedulian dalam membantu masyarakat memulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Apresiasi serupa turut disampaikan tokoh masyarakat setempat. Mereka menilai kehadiran personel TNI tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangkitkan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.
“Jembatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami patut menyampaikan terima kasih. Kehadiran personel TNI juga mendorong kami untuk lebih giat membangun desa,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat Gampong Lawe Buloh Didi.
Pantauan di lokasi, pengerjaan jembatan terus dipacu. Sejumlah tahapan pekerjaan telah dilakukan, mulai dari pembongkaran sisa material jembatan lama, penggalian pondasi yang rusak hingga pengangkatan bagian abutmen jembatan yang terdampak derasnya arus banjir.
Pada hari yang sama, Dandim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf. Andrino D.N. Lubis, juga turun langsung meninjau lokasi untuk melihat perkembangan kegiatan bakti TNI di kawasan pedalaman Aceh Selatan tersebut.
Babinsa setempat, Sertu Zainal Amri, menjelaskan bahwa pihaknya tidak menetapkan target waktu tertentu dalam penyelesaian pembangunan jembatan.
Menurut dia, hal terpenting adalah memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Bagi kami bukan soal target, tetapi bagaimana menyiapkan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Zainal.
Ia menambahkan, selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat setempat turut memberikan partisipasi aktif. Kebersamaan antara personel TNI dan warga menjadi kekuatan tersendiri dalam mempercepat pekerjaan.
Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat memulihkan akses transportasi warga, memperlancar aktivitas perekonomian, mempererat hubungan sosial antarmasyarakat serta memudahkan akses anak-anak menuju sekolah.
Untuk sementara, personel TNI juga telah menyiapkan jalur penyeberangan darurat berupa titian yang dapat dilalui pejalan kaki, meskipun belum memungkinkan untuk dilewati kendaraan roda dua.
Dengan adanya pembangunan kembali jembatan tersebut, masyarakat berharap akses penghubung antar kawasan dapat segera berfungsi secara layak dan aman.[]








