KUTACANE – Banjir melanda sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tenggara pada Rabu, 28 Oktober 2026, sekitar pukul 09.15 WIB. Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung dalam durasi cukup lama sejak Senin malam hingga Rabu dini hari. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan debit air secara signifikan pada Sungai Lawe Alas, Sungai Lawe Kinga, Sungai Lawe Bulan, dan Sungai Lawe Kisam.
Berdasarkan laporan sementara, banjir berdampak pada sejumlah desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Bambel, Lawe Bulan, Deleng Pokhkison, Badar, dan Lawe Sumur.
Wilayah terdampak meliputi Gampong Kuning I, Pinding, Pancar Iman, Bambel Gabungan, Terutung Seperai, Likat, dan Rikit di Kecamatan Bambel; Desa Lawe Sagu Hulu dan Kandang Mbelang Mandiri di Kecamatan Lawe Bulan; Desa Bunga Melur di Kecamatan Deleng Pokhkison; Desa Kumbang Jaya di Kecamatan Badar; serta Dusun Nasi, Desa Terutung Megara Lawe Pasaran, di Kecamatan Lawe Sumur.
Dampak banjir terjadi di sejumlah titik dengan kondisi yang memerlukan penanganan segera. Di Desa Kuning I, penyumbatan aliran sungai di bawah jembatan menyebabkan air meluap ke jalan nasional dan menggenangi permukiman warga. Kondisi tersebut juga mengakibatkan kemacetan panjang bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Sementara itu, tanggul Sungai Lawe Kinga di Desa Kuta Lesung dilaporkan jebol. Akibatnya, aliran sungai berpindah ke arah permukiman Desa Pinding dan merusak lahan pertanian milik warga. Kerusakan tanggul juga terjadi pada Sungai Lawe Kisam akibat abrasi dan jebolnya tanggul di wilayah Desa Bambel Gabungan serta Dusun Nasi, Desa Terutung Megara Lawe Pasaran.
Di Desa Bunga Melur, Kecamatan Deleng Pokhkison, tanggul Sungai Lawe Kisam turut jebol sehingga aliran air mengarah ke permukiman warga di Desa Lawe Sagu Hulu dan Kandang Mbelang Mandiri. Selain mengakibatkan genangan di permukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Jembatan gantung penghubung Kumbang Jaya–Gulo, yang dikenal sebagai Jembatan Perintis Garuda, dilaporkan amblas akibat tergerus arus banjir Sungai Lawe Alas.
Hingga laporan ini disusun, jumlah warga terdampak masih dalam proses pendataan. Tidak terdapat laporan pengungsian maupun korban jiwa. Meski demikian, kondisi di lapangan masih perlu diwaspadai karena hujan masih berlangsung, air belum surut, dan sejumlah rumah warga masih tergenang.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara telah melakukan kaji cepat serta mengerahkan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan dan pendataan. Langkah penanganan juga dilakukan melalui pengerahan alat berat dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), alat berat Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), serta alat berat BPBD di lokasi jembatan Desa Kuning I untuk mengeruk material penyumbat aliran dan melakukan normalisasi.
Di lokasi jembatan Desa Kuta Lesung, alat berat Satgas PRR dikerahkan untuk menutup tanggul yang jebol sekaligus melakukan normalisasi aliran sungai. Sementara itu, penanganan tanggul jebol di Sungai Lawe Kisam, Desa Bunga Melur, dilakukan dengan membuat tanggul sementara menggunakan alat berat bantuan pihak swasta guna mengendalikan aliran air dan mengurangi risiko meluasnya genangan ke permukiman warga.
BPBD Kabupaten Aceh Tenggara bersama unsur terkait terus melakukan upaya penanganan dan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan. Mengingat hujan masih berlangsung dan genangan belum surut, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai serta wilayah rawan banjir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kenaikan debit air dan luapan susulan.
Masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan petugas, mengamankan barang-barang penting, serta segera menuju tempat yang lebih aman apabila kondisi memburuk. Pengguna jalan di sekitar lokasi terdampak diimbau berhati-hati dan mengikuti arahan petugas, khususnya pada ruas jalan yang tergenang serta di sekitar infrastruktur yang mengalami kerusakan.








