MEUREUDU – SMA Negeri Unggul Pidie Jaya bantah menu nakan tidak teratur, karena sudah ada draf, sudah standar, dan selalu melakukan revisi menu, sesuai request siswa-siswi.
Hal itu dikatakan oleh kepala sekolah SMA unggul Pidie Jaya Husnawati S.Pd.i, M.Pd, di ruang kerjanya, Rabu, 7 Februari 2024.
“Untuk menu sudah ada draf, dan sudah standar, dan selalu melakukan revisi menu, sesuai request anak murid, juga Ada ruang khusus makan, dapur ruang makan anak laki-laki, di antar ke ruang makan oleh petugas,” katanya.
Dijelaskan, Setiap pagi menanyakan kepada murid kenapa tidak makan, agar terjadi hal-hal yang tidak di inginkan dan untuk makan bersama 30 menit waktu diberikan.
“Terkait anak tidak boleh keluar dari sekolah, itu sesuai aturan tertulis, itu kebijakan pihak sekolah dan sudah di sosialisasikan kepada wali murid, wali murid sepakat, di hari Senin dan Kamis boleh dititipkan makanan untuk menu buka puasa bagi siswa-siswi yang berpuasa,” jelasnya.
“Untuk iuran makan bukan Rp.700.000, tapi Rp. 550.000 uang makan dan Rp.150.000 untuk kegiatan keagamaan. Setiap persoalan baik itu segi makanan, atau lain sebagainya akan di bahas dan dilemparkan di grub WhatsApp (WA) wali murid, pokoknya setiap ada masalah akan dibahas di grub dan dibidang kesiswaan, setiap persoalan murid akan diselesaikan secara internal dan terbuka, dan diharapkan kepada wali murid agar sama-sama bekerja sama agar SMA unggul Pidie Jaya terus berprestasi,” Ujar Husnawati S.Pd.i, M.Pd
Sementara Ketua komite Sekolah SMA Unggul Pidie Jaya, menyampaikan sangat mendukung kinerja pihak sekolah selama ini hingga mendapatkan nilai A+
“Memang persoalan makan itu kursial, rata-rata bermasalah, tapi SMA unggul Pidie Jaya sangat yakin begitu baik sistem pengelolaannya dan jika itu ada isi tentang makanan tidak teratur saya itu keliru wali murid itu,” Katanya
Dalam pada itu Salah satu Perwakilan dari murid SMA Negeri Unggul Pidie Jaya, Iswani, mengatakan bukan seperti diberitakan sebelumnya tentang menu makanan yang membosankan dan tidak teratur karena menurut laporan anaknya makanan yang disediakan pihak sekolah begitu enak dan bukan menu yang membosankan, kadang anak tersebut memang ada penyakit dari diri sendiri.
“Ikan terlalu besar dipotong tidak habis dimakan, kata anaknya, dan dengan iuran yang begitu murah kalau dikalikan perhari dari Rp. 550.000 itu hanya Rp 600 rupiah itu sungguh sangat murah, tapi pihak sekolah menyediakan makanan kepada siswa-siswi anak kami sudah super standar,” kata Iswani, salah satu wali murid SMA Negeri Unggul Pidie Jaya.[Mul]










