BANDA ACEH – Para akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) turut mengomentari terkait pelaksanaan pilkada Aceh di depan mata. Salah satunya adalah kabupaten Aceh Besar yang menjadi tetangga ibukota.
Calon pimpinan Aceh Besar kedepan diharapkan adalah orang yang energik dan intelek. Selain itu, Aceh Besar juga diharapkan memiliki pemimpin yang dapat diterima oleh semua kalangan dan strata usia.
Hal ini disampaikan oleh Dr. M. Gausyah, S.H., M.H, Dekan Fakultas Hukum USK, Selasa 24 April 2024.
“Zulfikar sosok sederhana, energik dan intelek yang mudah bergaul dan dapat diterima oleh semua strata usia,” ujarnya.
“Tidak salah guna jika Zulfikar digadang-gadang sebagai calon Wakil Bupati Aceh Besar.”
“Insya Allah, Aceh Besar semakin maju, prestasi akademiknya,” ujar dia lagi.
“Alhamdulillah kurang dari 2 tahun, pria plontos ini lulus dengan predikat Cumlaude dan sungguh membanggakan kami semua, civitas akademika FH USK,” kata M. Gausyah lagi.
Sebelumnya diberitakan, Teungku Ibnu Aqil, pimpinan Dayah istiqamatuddin Syababul Muarrif Kecamatan Krueng Barona Jaya, mengatakan dirinya mendukung Zulfikar untuk maju ke pilkada Aceh Besar. Ini karena sosok Zulfikar, atau dikenal dengan panggilan Bang Zoel, termasuk salah seorang yang dikenal peduli terhadap pendidikan dayah.
“ Beliau sangat tinggi kepedulian terhadap pembinaan pendidikan Dayah di Kabupaten Aceh Besar,” ujar dia.
Sebagaimana yang perlu diketahui, Zulfikar, S.H., M.Kn merupakan Wakil Ketua DPRK Aceh Besar 2014-2019 dan juga Ketua Badan Kehormatan DPRK Aceh Besar 2019-2024.
Caleg DPRK Dapil 5 terpilih dengan suara terbanyak 3229 suara. Ia juga Bendahara Umum Pengurus Ikatan Alumni Fakultas Hukum USK.
Pria Kelahiran 1979 ini merupakan sosok politisi Partai NasDem yang disenangi para millenials Aceh Besar dengan tampilan yang sederhana, yang diharapkan menjadi kandidat Bupati Aceh Besar 2024-2029. Ia adalah salah satu kader terbaik Partai Nasdem Aceh Besar yang juga sekretaris DPD partai Nasdem Aceh Besar.
Selama ini, sosok tersebut cukup konsentrasi dalam pembinaan pendidikan dayah, menciptakan swasembada Pangan dan memberantas pengangguran di Aceh Besar.











