Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Bayi Palestina dari Rahim Ibu yang Dibunuh Israel Meninggal Dunia

redaksi by redaksi
27/04/2024
in Internasional
0
Bayi Palestina dari Rahim Ibu yang Dibunuh Israel Meninggal Dunia

Bayi di Gaza yang baru saja lahir dari rahim ibu yang dibunuh Israel kini meninggal dunia. (AP/Mohammad Jahjouh)

Jakarta – Seorang bayi di Gaza, Palestina yang belum lama ini lahir dari ibu yang tewas dibunuh tentara Israel meninggal dunia.

Para kerabat berkumpul di kuburan kecil berpasir di Gaza pada Jumat (26/4) untuk menguburkan bayi perempuan yang hanya hidup beberapa hari usai dilahirkan.

Bayi perempuan bernama Rouh itu merupakan anak seorang syahid bernama Sabreen Al Sakani. Rouh sendiri berarti jiwa.

Ibunya, Sabreen Al-Sakani, yang sedang hamil 30 minggu, terluka parah ketika serangan Israel menghantam rumah keluarganya di Rafah pada Sabtu (20/4) malam. Ayah bayi tersebut, Shukri, dan adik perempuannya, Malak, yang berusia tiga tahun juga tewas.

Dokter melahirkan bayi tersebut melalui operasi caesar, namun sang ibu meninggal karena luka yang dideritanya. Dokter Mohammad Salama, kepala unit darurat neo-natal di Rumah Sakit Emirat, yang merawat bayi tersebut, mengatakan bayi tersebut menderita masalah pernafasan dan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan meninggal pada hari Kamis (25/4) kemarin.

“Saya dan dokter lain mencoba menyelamatkannya, namun dia meninggal. Bagi saya pribadi, itu adalah hari yang sangat sulit dan menyakitkan,” katanya kepada Reuters melalui telepon.

“Dia dilahirkan ketika sistem pernafasannya belum matang, dan sistem kekebalan tubuhnya sangat lemah dan itulah yang menyebabkan kematiannya. Dia bergabung dengan keluarganya sebagai seorang martir,” kata Salama.

“Mungkin jika bukan karena perang Israel di Gaza dan kehancuran rumah sakit, kami akan mampu membantu lebih banyak anak-anak untuk bertahan hidup. Namun rumah sakit rusak dan rumah sakit lainnya hancur dan kemampuan kami menjadi sangat terbatas.”

Lebih dari 34.000 warga Palestina, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, dipastikan tewas dalam perang selama enam bulan di Gaza antara Israel dan militan Hamas, menurut kementerian kesehatan Gaza.

Sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat pemboman Israel dan sebagian besar rumah sakit di daerah kantong tersebut rusak parah, sementara rumah sakit yang masih beroperasi kekurangan listrik, peralatan sterilisasi obat-obatan, dan pasokan lainnya.

Nenek bayi tersebut telah memohon kepada dokter untuk menyelamatkannya, untuk “menjaga kenangan akan ibu, ayah dan saudara perempuannya tetap hidup, namun kehendak Tuhan dia meninggal,” kata Salama.

Pamannya, Rami al-Sheikh Jouda, duduk di samping makam sambil meratapi kehilangan keponakan dan anggota keluarga lainnya.

Dia mengatakan telah mengunjungi rumah sakit setiap hari untuk memeriksa kesehatan bayinya. Dokter mengatakan kepadanya bahwa Rouh menderita masalah pernapasan, namun menurutnya penyakit tersebut tidak terlalu buruk sampai ia mendapat telepon dari rumah sakit yang memberitahukan bahwa bayinya telah meninggal.

“Rouh telah tiada, saudara laki-laki saya, istri dan putrinya telah tiada, saudara iparnya dan rumah yang biasa menyatukan kami telah tiada,” katanya kepada Reuters.

“Kami tidak punya kenangan apapun tentang saudara laki-laki saya, putrinya, atau istrinya. Semuanya hilang, bahkan foto-foto mereka, ponsel mereka, kami tidak dapat menemukannya,” kata sang paman.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Polres Aceh Barat Tangkap Tiga Pelaku Judi Daring di Meulaboh

Next Post

RI Akan Suarakan Palestina Jadi Anggota Penuh PBB saat KTT OKI

Next Post
Retno di PBB: Dewan Keamanan Gagal, Israel Terus Bunuh Warga Palestina

RI Akan Suarakan Palestina Jadi Anggota Penuh PBB saat KTT OKI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kebakaran Hanguskan Tiga Dapur Minyak dan Satu Rumah di Aceh Timur

Kebakaran Hanguskan Tiga Dapur Minyak dan Satu Rumah di Aceh Timur

14/08/2026
Beruntun Bongkar Jaringan Narkoba, YARA Apresiasi Ketegasan Polres Aceh Tengah

Beruntun Bongkar Jaringan Narkoba, YARA Apresiasi Ketegasan Polres Aceh Tengah

14/08/2026
Krak, Dosen SDA UTU Lolos Pendanaan Nasional Titik Kumpul Saintek 2026 Kemdiktisaintek

Krak, Dosen SDA UTU Lolos Pendanaan Nasional Titik Kumpul Saintek 2026 Kemdiktisaintek

14/08/2026
Viral, Anggota Satpol PP Aceh Utara Diduga Curi Rokok Pedagang saat Razia

Viral, Anggota Satpol PP Aceh Utara Diduga Curi Rokok Pedagang saat Razia

14/08/2026
Siswi SMA Negeri 3 Timang Gajah Terpilih sebagai Duta Siswa Kebudayaan Aceh 2026

Siswi SMA Negeri 3 Timang Gajah Terpilih sebagai Duta Siswa Kebudayaan Aceh 2026

14/08/2026

Terpopuler

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

13/08/2026

Bayi Palestina dari Rahim Ibu yang Dibunuh Israel Meninggal Dunia

Risiko Banjir Bandang Tinggi di Musim Penghujan Masyarakat Didorong Susur dan Periksa Sungai

Jamaluddin Idham Didampingi DKP Serahkan Bantuan Hibah Alat Tangkap untuk Nelayan Abdya

Forkopimda Aceh Minta Tambang Emas Rakyat Ditutup, Syahril: Jangan Binasakan Rakyat di Kaki Bumi Sendiri

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com