Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Saksi Sebut Helikopter Sempat Senggol Tebing saat Berusaha Mendarat

redaksi by redaksi
20/07/2024
in Nasional
0
Saksi Sebut Helikopter Sempat Senggol Tebing saat Berusaha Mendarat

Helikopter jatuh di Kabupaten Badung, Bali. (Arsip Istimewa)

BADUNG – Saksi mata I Wayan Agus Sudiantara menceritakan detik-detik terjatuhnya helikopter yang membawa lima penumpang dan terjatuh di kawasan Banjar Suluban, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Ia mengatakan helikopter tersebut sempat menyenggol tebing saat terlihat berusaha melakukan pendaratan darurat.

Sudiantara mengatakan, jarak helikopter itu jatuh dari rumahnya sekitar 100 meter. Saat itu, ia berbincang-bincang dengan kakaknya di rumahnya.

Sekitar 15 menit di depan rumahnya, ia melihat helikopter terbang dari arah timur dan jarak terbang cukup pendek.

“Saya melihat helikopter terbang dari arah timur jarak terbang cukup pendek. Saya kaget, melihat heli akan mendarat di sebelah rumah karena di sana ada lahan kosong. Apakah heli ini mendarat dengan urgensi atau ada sesuatu yang kita tidak bisa lihat,” kata dia, kepada para wartawan, Sabtu (20/7) dini hari.

“Kebetulan juga setelah heli mau mendarat, tiba-tiba dia putar balik ke arah kanan. Heli langsung mendarat dan kebentur dengan tebing. Paman saya bilang kok tiba-tiba ada heli yang mau mendarat di sini. Saya jawab enggak mungkin tapi terjadi itu dan menabrak tebing,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, awalnya helikopter tersebut terlihat dalam kecepatan tinggi dan mulai menurun atau dalam kecepatan sedang, setelah itu mulai tidak terkontrol dan berputar kemudian langsung jatuh.

“Kecepatan sedang. Awalnya lumayan tinggi, setelah itu mulai sedang (turun) terus memutar balik dan langsung jatuh,” jelasnya.

Selain itu, saat helikopter jatuh terdengar suara yang sangat keras seperti dentuman tapi bukan suara ledakan.

“Suaranya keras sekali. Iya (seperti dentuman). Kalau suara ledakan nggak ada sih tapi agak keras. Sekitar 100 meter lokasi (jatuhnya) dekat sekali dengan rumah saya. Tiba-tiba kok heli (terbang) agak nikung. Masak mau mendarat di sini nggak ada tempatnya, mustahil,” jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, Sudiantara pun kaget dan meneriakkan kepada warga lainnya ada helikopter jatuh. Lalu, bersama warga lainnya sekitar 10 orang mendatangi lokasi helikopter yang jatuh tersebut. Lalu, terlihat ada lima orang korban di helikopter tersebut.

“Setelah itu, saya kaget saya langsung samperin ke lokasi setelah itu sama warga. Saya lihat heli sudah di bawah ada sekitar lima orang, plus pilot, terus keadaan satu orang luka di bagian tangan kanan, satunya parah yang bule itu,” ungkap Wayan Sudiantara.

Selanjutnya, saat di lokasi dia melihat seorang warga asing yang meminta tolong kepada warga agar menyelamatkan suaminya yang masih ada di dalam helikopter.

“Yang saya tahu istri bule sudah keluar teriak-teriak minta tolong, tolong suami saya. Kami pun membantu mereka untuk mengeluarkan mereka dari dalam kabin,” katanya.

Sementara, ia melihat istri yang meminta tolong untuk suaminya itu sudah dalam keadaan lemas dan syok tetapi dia melihat seluruh korban dalam keadaan sadar.

“Kondisinya sudah lemas sekali. Saya pun kaget kayak dia sudah lemas, sedikit darah keluar dari kakinya. Istrinya itu syok sekali, kagetlah,” kata Wayan Sudiantara.

Ia juga menyatakan, ia dan sejumlah warga awalnya ketakutan untuk menolong para korban karena takut helikopter itu meledak, karena sempat terlihat ada asap dan juga bau bahan bakar dan dia juga meminta kepada pilot untuk mematikan mesin terlebih dahulu.

“Terus terang saya sedikit takut kalau meledak. Ada bau (bahan bakar) terus keluar asap sedikit-sedikit. Mesinnya sudah mati, saya juga teriak matikan dulu mesinnya. Kita cari aman juga biar nggak terjadi yang lebih berat,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, untuk jalan ke tebing tersebut bukan jalan umum dan jarang dilalui oleh warga.

“Kalau tebing itu karena itu di luar lahan saya. Saya baru pertama kali ke lokasi itu. Bukan jalan yang dilalui warga,” tutur Wayan Sudiantara.

Ia juga menerangkan, bahwa memang sering helikopter berseliweran di kawasan Banjar Suluban karena memang di wilayah Kecamatan Kuta Selatan ada bisnis helikopter untuk wisata.

“Helikopter sering (berseliweran) karena bisnis helikopter kan banyak juga terutama pariwisata. Lebih dominan yang tour atau foto-foto,” ungkapnya.

Sebelumnya, sebuah helikopter terjatuh di kawasan tebing di daerah Banjar Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Jumat (19/7) sekitar pukul 14:45 WITA.

Kepala Dusun (Kasus) Banjar Suluban I Wayan Suartana mengatakan, bahwa helikopter tersebut membawa lima penumpang bersama kopilotnya.

“Iya betul (helikopter jatuh). Korban helikopter ada lima penumpang bersama kopilot-nya kalau tidak salah, warga negara Indonesia dua orang sama kopilot-nya, orang Indonesia, dan tamu asing ada tiga orang,” kata Suartana, saat dihubungi Jumat (19/7).

Sementara, yang luka parah ada dua orang dan sudah dilarikan ke rumah sakit,” Yang luka parah tamu asing satu orang laki-laki, dan warga negara Indonesia satu orang,” ujarnya.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Update Demo Bangladesh: Pedemo Bakar Penjara, Bebaskan Ratusan Tahanan

Next Post

Prabowo Effect Kalahkan Jokowi di Pilkada Jateng, Banten dan DKI

Next Post
Prabowo Effect Kalahkan Jokowi di Pilkada Jateng, Banten dan DKI

Prabowo Effect Kalahkan Jokowi di Pilkada Jateng, Banten dan DKI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Satgas Saber Abdya Cek Keamanan dan Mutu Pangan Jelang Idul Adha

Satgas Saber Abdya Cek Keamanan dan Mutu Pangan Jelang Idul Adha

25/05/2026
Pemko Banda Aceh kembali Gelar Pasar Murah Daging Meugang Rp150 Perkilogram

Pemko Banda Aceh kembali Gelar Pasar Murah Daging Meugang Rp150 Perkilogram

25/05/2026
Jelang Idul Adha, Pemkab Pidie Jaya Gelontorkan Pangan Murah Tekan Lonjakan Harga

Jelang Idul Adha, Pemkab Pidie Jaya Gelontorkan Pangan Murah Tekan Lonjakan Harga

25/05/2026
Simpang Ulim Jadi Pusat Takbir Keliling Idul Adha, Bupati Al- Farlaky Ajak Meriahkan Syiar Islam

Simpang Ulim Jadi Pusat Takbir Keliling Idul Adha, Bupati Al- Farlaky Ajak Meriahkan Syiar Islam

25/05/2026
Kejari Aceh Barat Perkuat Pengawasan Alokasi Dana Desa di 321 Gampong

Kejari Aceh Barat Perkuat Pengawasan Alokasi Dana Desa di 321 Gampong

25/05/2026

Terpopuler

Sabtu Malam, Listrik Kembali Padam di Pesisir Aceh Besar

Tuanku Muhammad Minta Sistem Kelistrikan Aceh Merdeka dari Sumbagut

24/05/2026

Pemutaran Film “Pesta Babi” di Temas River Park Berlangsung Khidmat, Bahas Krisis Lingkungan dan Papua

Panjat Tebing Perdana Ikut O2SN, Sekolah Kirim Atlet Muda ke Pertandingan

Jelang Libur Iduladha, Pesantren Al Zahrah Lakukan Terobosan Baru Ini!

PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com