Aceh Selatan- Kriteria utama seorang pemimpin adalah bukan hanya berilmu tapi juga peduli dan dekat dengan rakyat. Seorang pemimpin harus berwawasan luas dan visioner, tahu dan paham kearah mana pembangunan daerahnya ini akan dibawa.
Seorang pemimpin juga harus amanah dan bertanggungjawab, memiliki sense of responsibility yang kuat, tidak mementingkan diri sendiri. Tertentu saja Kriteria lain untuk menjadi seorang pemimpin yang berkualitas yaitu memiliki keberanian, kedermawanan, dan kesabaran.
Pada intinya, seorang pemimpin harus bisa menjadi permadani bagi rakyat nya, dimana semua komponen hingga bisa merasa nyaman dan terayomi. Segala perbedaan yang ada bisa menjadi rangkaian yang harmoni dan saling melengkapi.
Seorang pemimpin yang baik bukan hanya memerintah orang lain untuk melakukan suatu pekerjaan, tetapi pemimpin yang baik harus bisa terjun langsung ke lapangan untuk memberikan contoh yang konkret kepada rakyatnya.
Ali, salah seorang warga Labuhan Haji menuturkan, siapapun yang menjadi pemimpin harus mau terjun ke lapangan ketika terjadi bencana atau musibah, tidak bisa hanya duduk di meja dan hanya menerima laporan begini begitu tanpa mengambil tindakan lebih lanjut.
“Seorang pemimpin yang bisa terjun ke lapangan secara langsung akan mendapatkan respect (rasa hormat) dari rakyatnya dan akan dinilai lebih baik oleh khalayak ramai. Rakyat sangat membutuhkan sosok pemimpin yang mengayomi rakyatnya, yang tidak ragu mengotorkan tangan demi kesejahteraan rakyatnya,” ujar Ali.
“Teungku Amran, salah seorang yang pernah memimpin daerah yang berpenghasilan pala dan Nilam. Ini memang masih dirindukan oleh masyarakat paling bawah, dan itu terbukti saat Teungku Amran memimpin 5 tahun belakang,” tutur Ali.
Ali menambakan sosok Teungku Amran memang yang didambakan oleh rakyat jelata.
“Ya saya sendiri melihat cara beliau menyapa dan mendengar keluhan rakyat, ia benar-benar respect terhadap apa yang dikeluhkan warga nya,” tutup Ali.
Kemudian Yusran, warga Meukek menceritakan. mayoritas masyarakat Aceh Selatan masih menginginkan Teungku Amran menjabat kembali jadi Bupati Aceh Selatan.
Pasalnya, hanya pada masa Teungku Amran semua Ormas dirangkul bahkan lawan politik pun tidak dijadikan musuh, dan tidak sedikit para kepala dinas yang bekerja baik diangkat menjadi pembantunya saat itu.
“Teungku Amran, memang tidak pendendam selagi seseorang itu mau dan mampu membangun Aceh Selatan apa salahnya dilantik jadi kepala dinas dan itupun dilihat apakah mampu menduduki jabatan tersebut,” kata Yusran.
“Rasanya sulit kita dapatkan pemimpin yang benar-benar merakyat sekaligus mau mendengar masukan dari siapa saja, bahkan bagi yang mengkritik sekalipun tidak dijadikan musuh oleh Tgk Amran,ini benar-benar langka,” kata Yusran.
Dari berbagai survei juga menyebutkan bahwa masa kepemimpinan Teungku Amran lah semua orang bisa mengakses langsung dengan dirinya.
Hasil survei tersebut jadi ada nilai tambah buat Teungku Amran dan dilirik oleh beberapa partai politik, baik itu nasional maupun lokal.
Dari sumber yang terpercaya menyebutkan, Teungku Amran bakal dapat digunakan dari berbagai partai yang ada di Aceh Selatan. []










