Banda Aceh – Kantor DPD RI Provinsi Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkenalkan struktur lembaga negara kepada generasi muda. Pada Selasa, 13 Agustus 2024, puluhan siswa dari SMPN 2 Banda Aceh mendapat kesempatan langka untuk mengikuti sosialisasi yang diselenggarakan di Aula Kantor DPD RI Provinsi Aceh.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kantor DPD RI untuk menyosialisasikan peran dan fungsi lembaga negara kepada kalangan pelajar di Banda Aceh. Dalam sambutannya, Kepala Kantor DPD RI Provinsi Aceh, Wahyu Taufik Sukmawijaya, SH, M.Si., menekankan pentingnya memahami struktur lembaga negara, terutama setelah amandemen UUD 1945 yang ketiga pada tahun 2001.
“Kami ingin para siswa memahami bagaimana lembaga negara bekerja, khususnya DPD RI, yang memiliki peran penting dalam pembangunan Aceh ke depan, terutama dalam pemilihan anggota legislatif dan pilkada,” ujar Wahyu Taufik.
Acara ini dihadiri oleh dewan guru dan siswa SMPN 2 Banda Aceh, serta sejumlah pejabat struktural dan fungsional Kantor DPD RI Provinsi Aceh. Guru PPKN SMPN 2 Banda Aceh, Muslim, S.Pd., yang turut mendampingi para siswa, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan ini. “Kami berharap anak-anak bisa menyerap pengetahuan yang disampaikan dan memahami lebih dalam tentang peran DPD RI,” ujarnya.
Sesi utama sosialisasi ini diisi oleh Mahfuz, Lc., Analis Kebijakan Ahli Pertama Kantor DPD RI Provinsi Aceh, yang memaparkan materi terkait struktur negara dan peran DPD RI dalam konteks pembangunan Aceh.
Diskusi interaktif antara pemateri dan siswa juga menjadi momen penting, di mana siswa berkesempatan untuk bertanya langsung mengenai hal-hal yang belum mereka pahami.
Kegiatan ini tak hanya bertujuan untuk memperkenalkan DPD RI kepada siswa, tetapi juga untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang lembaga tersebut. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan siswa SMP yang kelak akan menjadi pemilih pemula, memiliki dasar pemahaman yang kuat dalam menentukan pilihannya di masa depan.
Sosialisasi ini merupakan langkah awal yang penting dalam membentuk generasi muda Aceh yang sadar akan peran mereka dalam proses demokrasi, serta memahami struktur dan fungsi lembaga negara yang ada di Indonesia.












