Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature Sastra

Puisi “Satire” Din Saja, “Empat Tambah Empat” Menggema di Hari Puisi Nasional 2026

Joe Samalanga by Joe Samalanga
29/04/2026
in Sastra
0
Puisi “Satire” Din Saja, “Empat Tambah Empat” Menggema di Hari Puisi Nasional 2026

BANDA ACEH — Penyair Aceh, Din Saja, menyuarakan kritik sosial melalui monolog puitik dalam peringatan Hari Puisi Nasional 2026 yang digelar di TB Kopi, kawasan Taman Budaya Aceh, Rabu (29/4/2026).

Dalam penampilannya, Din Saja membacakan karya bernuansa satire yang menyoroti berbagai persoalan rakyat, mulai dari beban pajak hingga eksploitasi sumber daya alam. Ia menggambarkan bagaimana kebijakan yang diklaim untuk pembangunan justru dirasakan menekan kehidupan masyarakat.

“Hasil bumi tanpa henti dikuras, sementara rakyat diminta bersyukur dan tidak mengeluh,” menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam pembacaan tersebut.

Kritik semakin tajam ketika ia menghadirkan dialog alegoris antara tokoh “men” dan “jinn”. Dalam cerita itu, logika sederhana “empat tambah empat” dipelintir menjadi simbol ketimpangan, ketika hasilnya berubah karena adanya kepentingan sepihak.

Sebaliknya, saat berbicara soal pembagian, muncul penolakan terhadap konsep keadilan, menggambarkan sistem yang tidak memberi ruang pada pemerataan.

Penampilan tersebut mendapat respons serius dari penonton yang hadir, terdiri dari pegiat literasi dan masyarakat umum. Pembacaan itu dinilai bukan sekadar karya sastra, tetapi juga refleksi atas kondisi sosial yang dirasakan masyarakat.

Peringatan Hari Puisi Nasional tahun ini kembali menegaskan peran sastra sebagai medium kritik—menjadi suara bagi kegelisahan publik di tengah dinamika pembangunan.

Penyair yang tampil pada malam Hari Puisi adalah Devis Matahari, Djamal Sharif, Zul Kirbi, Salman Yoga, Din Saja, Rahmad Sanjaya, Mutia Poma, Azhari Ayub, Agus Nur Amal, Yusuf Bombang serta sejumlah penyair Aceh lainnya.[]

Previous Post

Chairil Anwar Dikenang dari Aceh, Fikar W Eda: Ia Membebaskan Puisi Indonesia

Next Post

Jaga Reputasi Global, PEMA Siap Ekspor Tahap Kedua Kopi Gayo ke AS

Next Post
Jaga Reputasi Global, PEMA Siap Ekspor Tahap Kedua Kopi Gayo ke AS

Jaga Reputasi Global, PEMA Siap Ekspor Tahap Kedua Kopi Gayo ke AS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

03/11/2026
Kapolres Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Pengungsi Banjir

Kapolres Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Pengungsi Banjir

03/11/2026
Kecamatan Peukan Bada Tanda Tangan MOA dan IA dengan FKIP, FKM, dan F Teknik USM

Kecamatan Peukan Bada Tanda Tangan MOA dan IA dengan FKIP, FKM, dan F Teknik USM

03/11/2026
Krak, Lulusan Al Zahrah Akan Diberikan Beasiswa Full ke Universitas Ternama di Indonesia

Krak, Lulusan Al Zahrah Akan Diberikan Beasiswa Full ke Universitas Ternama di Indonesia

03/11/2026
Ohku, Banjir Kembali Menghantam Pidie Jaya, Mendagri Persilakan Tetapkan Tanggap Darurat

Ohku, Banjir Kembali Menghantam Pidie Jaya, Mendagri Persilakan Tetapkan Tanggap Darurat

03/11/2026

Terpopuler

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

02/11/2026

Sukandi Salah Minum Obat : Abas Jadi Corong Ala, Farid Wajidi Bongkar Kejanggalan Pengurus Nya

Puisi “Satire” Din Saja, “Empat Tambah Empat” Menggema di Hari Puisi Nasional 2026

Ohku, 81 Situs Cagar Budaya Pidie Jaya Terancam, Masjid Berusia 400 Tahun Diterjang Lumpur

Setahun Pascabanjir Besar, 18 Gampong Pidie Jaya Kembali Dikepung Air

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com