Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Museum Tsunami Hadirkan Pameran Bantuan Kemanusiaan AS di Aceh

redaksi by redaksi
11/11/2024
in Nanggroe
0
Museum Tsunami Hadirkan Pameran Bantuan Kemanusiaan AS di Aceh

Pj. Gubernur Aceh Safrizal ZA bersama Direktur USAID Indonesia Jeff Cohen saat melihat pameran terkait aksi kemanusiaan Amerika Serikat saat tsunami Aceh 2004 lalu, di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Ahad (10/11/2024). ANTARA/Rahmat Fajri/pri.

Banda Aceh – Pemerintah Aceh bekerja sama dengan Amerika Serikat melalui USAID Indonesia meresmikan pameran inovatif bertajuk “Kemitraan yang Tangguh” terkait bantuan negeri Paman Sam saat musibah tsunami Aceh 2004 silam, di Museum Tsunami Aceh.

“Pameran dari USAID ini bukan hanya mengenang tragedi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi bencana,” kata Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA, di Banda Aceh, Ahad.

Pemeran dalam rangka memperingati 20 tahun gempa dan tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 tersebut, berlangsung hingga Juni 2025.

Di ruangan pameran tersebut, terdapat beberapa gambar terkait bantuan Amerika Serikat saat tsunami Aceh, mulai dari pertolongan kesehatan, pemulihan dan rekonstruksi, miniatur pembangunan jalan dan gedung serta berbagai hal lainnya.

Safrizal mengatakan rakyat Aceh mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Amerika Serikat atas dukungan yang diberikan selama proses pemulihan pasca-bencana tsunami pada 2004 silam.

“Masyarakat Aceh pasti mengingat dan berterima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Amerika Serikat atas bantuan yang cepat dan tulus. Dukungan ini menjadi bagian tak terlupakan dari sejarah pemulihan kami,” ujarnya.

Dirinya menuturkan tragedi tsunami membawa memori yang menginspirasi kesadaran baru akan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi dalam menghadapi bencana yang tidak dapat diprediksi.

“Bencana seperti gempa dan tsunami bisa terjadi kapan saja, dan tak seorang pun dapat memperkirakannya dengan pasti. Namun, dari tragedi itu, kita belajar bahwa kesiapsiagaan dan bantuan cepat dapat menyelamatkan banyak nyawa,” katanya.

Dirinya juga mengenang kedekatan (posisi) militer Amerika Serikat dengan Aceh kala itu. Di mana, Kapal induk AS, USS Abraham Lincoln yang secara kebetulan tidak jauh dari wilayah Aceh saat bencana terjadi, sehingga bisa merespons cepat.

“Saya ada di Aceh saat itu dan melihat langsung bagaimana militer Amerika memberikan bantuan dan mengevakuasi korban bencana. Bantuan mereka datang pada saat yang sangat krusial,” ujarnya.

Dirinya berharap, dengan belajar dari musibah masa lalu, Aceh dan Indonesia dapat semakin tangguh menghadapi masa depan.

“Semoga kemitraan yang telah terjalin dapat menginspirasi generasi mendatang,” kata Safrizal ZA.

Sementara itu, Direktur USAID Indonesia, Jeff Cohen mengatakan bahwa pameran tersebut untuk mengenang mereka yang hilang, sekaligus merayakan semangat luar biasa masyarakat Aceh.

Pameran itu juga menampilkan narasi ketahanan manusia, solidaritas internasional, dan upaya pemulihan berkelanjutan melalui tampilan visual, artefak, dan elemen interaktif.

Kemudian, pameran itu juga menjadi dokumentasi bagaimana Amerika Serikat melalui berbagai lembaga memberikan bantuan lebih dari 400 juta dolar AS, dan telah berdampak terhadap kehidupan sekitar 580.000 warga Aceh pasca bencana.

Dia menjelaskan, rekonstruksi Aceh merupakan salah satu upaya pemulihan bencana paling sukses dalam sejarah modern, menunjukkan apa yang bisa dicapai saat semuanya bekerja bersama.

“Dua dekade lalu, saat tsunami menerjang Aceh, Amerika Serikat berdiri bahu-membahu dengan Indonesia,” katanya.

Dalam pembukaan pameran ini, USAID juga menayangkan perdana tiga film dokumenter mini yang menyoroti berbagai aspek perjalanan menuju pemulihan dan dampak jangka panjang dari kemitraan kedua negara.

Tiga film dokumenter itu berfokus pada dampak jalan penting Banda Aceh-Calang sepanjang 146 kilometer, revitalisasi industri kopi Gayo di Aceh, dan perkembangan kemampuan penanggulangan bencana Indonesia yang luar biasa.

“Dengan penuh khidmat, hari ini kita mengenang sebuah peristiwa yang tidak hanya menguji ketangguhan Aceh, tetapi juga menggerakkan dunia untuk bersatu dalam solidaritas dan kepedulian,” demikian Jeff Cohen.

Sumber: antara

Previous Post

Tanamkan Nilai Keagamaan, Gampong Rumpet Gelar FAS dan Santuni Yatim

Next Post

Besok 11 November 2024, Kota Banda Aceh Berawan

Next Post
Besok 11 November 2024, Kota Banda Aceh Berawan

Besok 11 November 2024, Kota Banda Aceh Berawan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KKR Hilang Arah: Aktivis HAM Desak Komisi 1 DPRA Segera Ganti semua Komisioner

KKR Hilang Arah: Aktivis HAM Desak Komisi 1 DPRA Segera Ganti semua Komisioner

10/05/2026
Sudirman Said Tanamkan Nilai Kemanusiaan dan Kesukarelaan kepada PMR Aceh

Sudirman Said Tanamkan Nilai Kemanusiaan dan Kesukarelaan kepada PMR Aceh

10/05/2026
Road to HUT Pidie ke-515, Wabup Alzaizi Buka Kejurprov IMI Aceh Drag Bike dan Drag Race di Sigli

Road to HUT Pidie ke-515, Wabup Alzaizi Buka Kejurprov IMI Aceh Drag Bike dan Drag Race di Sigli

10/05/2026
Ngopi hingga Larut Malam, 12 Wanita di Aceh Ditangkap Polisi Syariah

Ngopi hingga Larut Malam, 12 Wanita di Aceh Ditangkap Polisi Syariah

10/05/2026
Al Zahrah Buka Karantina Bagi Pelajar Pendalaman Bahasa Arab Ke Timur Tengah

Al Zahrah Buka Karantina Bagi Pelajar Pendalaman Bahasa Arab Ke Timur Tengah

10/05/2026

Terpopuler

Krak, Pasangan Asal Aceh Tempuh Perjalanan Darat dari Indonesia hingga Mekkah

Krak, Pasangan Asal Aceh Tempuh Perjalanan Darat dari Indonesia hingga Mekkah

09/05/2026

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Cara Safar dan Tarmizi ‘Mendidik’ Mualem Pimpin Aceh

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Tabligh Akbar Muhammadiyah Abdya, Dr. Safaruddin Titip Beberapa Pesan Keumatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com