Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (48)

Admin1 by Admin1
14/03/2020
in Cerbung
0
Wasiet (48)

“Kenapa dengan adikmu?” ujar pria berpakaian loreng di depannya lagi.

Budi sempat terdiam. Ia mencoba mencari jawaban yang singkat agar bisa pergi dari lokasi itu secepatnya.

“Dia ketakutan pak?” ujar Budi lagi. Pria yang bertanya tadi kemudian terdiam. Dia mundur beberapa langkah. Namun pria lainnya di belakang kembali bersuara.

“Ah kalian ini. Sama kami takut. Sama tentara nanggroe tidak. Jangan-jangan kalian anak orang GAM ya,” ujar pria itu tiba-tiba.

Wajah Budi hampir bias mendengarkan penuturan itu. Keadaan kian runyam. Ia tak mau memperpanjang urusan dengan tentara itu.

Budi memilih meneruskan langkah tanpa menjawab. Namun sikapnya ini justru membuat para tentara itu marah karena abai atas pertanyaan mereka.

“Hey bocah. Kau jawab dulu. Kalian anak GAM ya?” ujar pria tadi lagi sambil bergerak cepat ke arah mereka. Dalam hitungan menit, sosok itu sudah di depan Budi dengan posisi senjata kedepan.

Mereka hanya berjarak 1 meter.

Keadaan ini membuat kaki Budi gemetar. Sedangkan Ibnu yang berada di pundaknya kian histeris.

“Tidak pak. Adik saya menangis saat melihat senjata. Baik senjata GAM maupun orang bapak,” ujar Budi lagi.

Pria itu kemudian terdiam.

“Sudah Let, jangan ganggu anak-anak itu. Biarkan mereka lewat,” seru seseorang dari arah belakang tiba-tiba. Sosok itu seperti pimpinan dalam rombongan tentara tadi. Perkataannya membuat pria tadi bergeser dan tertunduk tiba-tiba.

“Baik dan. Aku hanya ingin memastikan,” jawab pria bersenjata di depan Budi. Ia mundur dua langkah sambil tersenyum.

“Aku minta maaf boy. Jangan cengeng-lah. Apa juga kudengar anak-anak Aceh garang-garang,” katanya lagi.

Ia kemudian kembali mendekat. Ia mencoba mengelus rambut Ibnu yang terus menangis di belakang abangnya itu. Namun tangan pria tadi ditangkis oleh Ibnu dengan kuat hingga balik arah.

Pria tadi terkejut.

“Wow. Berani juga kau bocah,” ujarnya.

Sikap Ibnu membuat Budi berkeringat dingin. Ia paham dengan ketakutan adiknya itu. Namun suasana sudah terlanjur runyam. Tanpa pikir, Budi akhirnya memilih lari sambil memikul adiknya itu.

Namun sikap yang diambil Budi justru membuat para tentara salah paham. Langkah Budi dijegat oleh tentara lainnya yang berada di depan. Budi dan Ibnu akhirnya terguling di persawahan.

Baju keduanya kotor akibat lumpur. Sejumlah tentara menodong mereka dengan moncong senjata.

“Kenapa kau lari? Kalian mata-mata GAM ya?” suara itu kembali terdengar.

Budi tak menjawab. Ia hanya focus pada Ibnu. Sosok itu terlempar jauh dari arahnya. Namun saat hendak bergerak mendekati Ibnu, geraknya justru tertahan dengan moncong senjata.

“Tiarap, tiarap,” suara itu terdengar.

Budi mengangkat tangan ke atas tanda menyerah. Ia menjatuhkan tubuhnya ke lumpur. Namun pada saat yang bersamaan, ia melihat Ibnu memasang wajah marah. Tangan kananya mengempal lumpur.

“Jangan Nu. Jangan Nu,” ujar Budi.

Budi meronta. Namun tentara justru mengunci kakinya. Ia tak dapat bergerak. Ketakutan Budi akhirnya terjadi.

“Brank.”

[Bersambung]

 

 

 

Tags: wasiet
Previous Post

Terimbas Corona, Ligue 1 dan 2 Prancis Ditunda

Next Post

Plt Gubernur Aceh Minta Diperbanyak Proyek Strategis Nasional

Next Post
Plt Gubernur Aceh Minta Diperbanyak Proyek Strategis Nasional

Plt Gubernur Aceh Minta Diperbanyak Proyek Strategis Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

22/07/2026
Gempa Dangkal di Bener Meriah Dipicu Sesar Aktif

Gempa M5,5 Guncang Gayo Lues

22/07/2026
Hadirkan AMAN, Kemenag Permudah Laporan Dugaan Kekerasan

Hadirkan AMAN, Kemenag Permudah Laporan Dugaan Kekerasan

22/07/2026
Sosok Ferran Torres, Pencetak Gol Tunggal Penentu Spanyol Juara Dunia 2026

Sosok Ferran Torres, Pencetak Gol Tunggal Penentu Spanyol Juara Dunia 2026

22/07/2026
STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

22/07/2026

Terpopuler

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

21/07/2026

Wasiet (48)

Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

Rp4,65 Miliar Dana Umat Siap Disalurkan, Baitul Mal Pidie Perketat Verifikasi demi Cegah Salah Sasaran

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com