Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

redaksi by redaksi
22/07/2026
in Nanggroe
0
Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

Banda Aceh – Pemerintah Aceh memacu pemulihan lahan pertanian pascabencana hidrometeorologi. Progres pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian pascabencana saat ini berjalan dikoordinir Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) menilai Distanbun Aceh telah bekerja maksimal dan membawa hasil yang positif. Pernyataan tersebut disampaikan melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi.

Satu contoh kinerjanya adalah dimulainya gerakan tanam padi pada lahan terdampak bencana hidrometeorologi yang telah dipulihkan. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun mewakili Gubernur Mualem meresmikan gerakan tanam padi perdana pasca bencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Karang Baru, Aceh Tamiang, Minggu (5 Juli 2026).

Sebelumnya juga sudah dilaksanakan kegiatan yang sama di Kuta Blang, Bireuen, pada 24 April 2026. Kegiatan ini dihadiri Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan (POL) Kementan RI, Dr Dede Sulaiman, mewakili Menteri Pertanian Dr Ir Andi Amran Sulaiman. Kegiatan yang sama juga pernah dilaksanakan di Aceh Utara yang langsung dihadiri Menteri Pertanian, serta beberapa kabupaten lainnya yang ada di Aceh.

Bahkan kinerja Distanbun Aceh juga membawa hasil positif pada penambahan anggaran. Terbukti dengan peningkatan anggaran dari Kementerian Pertanian (Kementan). Pada Tahap I bantuan Kementan Rp. 380 Miliar, kini Tahap II menjadi Rp. 515 Miliar.

Menurut data yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Distanbun Aceh, Dr Ir Azanuddin Kurnia, bencana hidrometeorologi berdampak pada 57.485 hektare sawah yang terbagi dalam empat katageri. Rusak ringan sekitar 27.437 ha, rusak sedang sekitar 13.651 ha, rusak berat sekitar 16.276 ha, dan sawah yang hilang 120 ha.

Azanuddin melaporkan kepada Gubernur Mualem, bahwa saat ini optimasi lahan dan rehabilitasi yang sudah berjalan (temasuk yang sedang berjalan) sekitar 40.852 ha (rusak ringan maupun rusak berat). Ia menambahkan, masih ada sekitar 16.633 ha yang belum tertangani untuk rusak berat dan sawah yang hilang.

Nurlis menjelaskan, rehabilitasi sawah tersebut dilaksanakan Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh bersama dinas kabupaten/kota se Aceh yang terdampak bencana.

Itulah sebabnya, Nurlis menambahkan, Gubernur Mualem sangat mengapresiasi Menteri Pertanian beserta jajaran atas bantuan yang sudah diberikan.

“Beliau juga mengapresiasi Plt. Kepala Distanbum Aceh beserta jajaran sampai kabupaten/kota yang terus bekerja secara maksimal,” katanya.

Gubernur Mualem, kata Nurlis, mengintruksikan Kadistanbun Aceh untuk terus bekerja keras untuk kesejateraan rakyat khususnya petani yang terdampak bencana.

Mualem juga mengarahkan Plt Kadistanbun untuk membangun dan memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak.

“Baik itu dengan Kementan, Satgas PRR Kemendagri, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, TNI, Polri, serta berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh program berjalan sesuai target.”

Gubernur Mualem berharap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi ini tidak hanya memulihkan kondisi lahan, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani di seluruh wilayah terdampak.

Previous Post

Gempa M5,5 Guncang Gayo Lues

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

22/07/2026
Gempa Dangkal di Bener Meriah Dipicu Sesar Aktif

Gempa M5,5 Guncang Gayo Lues

22/07/2026
Hadirkan AMAN, Kemenag Permudah Laporan Dugaan Kekerasan

Hadirkan AMAN, Kemenag Permudah Laporan Dugaan Kekerasan

22/07/2026
Sosok Ferran Torres, Pencetak Gol Tunggal Penentu Spanyol Juara Dunia 2026

Sosok Ferran Torres, Pencetak Gol Tunggal Penentu Spanyol Juara Dunia 2026

22/07/2026
STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

22/07/2026

Terpopuler

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

21/07/2026

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

Rp4,65 Miliar Dana Umat Siap Disalurkan, Baitul Mal Pidie Perketat Verifikasi demi Cegah Salah Sasaran

DPRK Pidie Warning Baitul Mal: Jangan Sampai Bantuan Salah Sasaran

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com