Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

MaTA: Dana Desa Dominasi Kasus Korupsi di Aceh Selama 2024

redaksi by redaksi
09/01/2025
in Nanggroe
0
MaTA: Dana Desa Dominasi Kasus Korupsi di Aceh Selama 2024

Konferensi pers LSM MaTA terkait trend penindakan kasus tindak pidana korupsi di Aceh selama 2024, di Banda Aceh, Rabu (8/1/2025) (ANTARA/Rahmat Fajri)

Banda Aceh – LSM Antikorupsi Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menyatakan bahwa kasus tindak pidana korupsi di Aceh selama 2024 didominasi perkara penyelewengan dana desa.

“Sektor dana desa mendominasi perkara korupsi di Aceh, terlihat dari jumlah yang mencapai 16 kasus,” kata Koordinator MaTA, Alfian, di Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemantauan dan monitoring MaTA terhadap kasus korupsi di Aceh, melalui informasi pemberitaan media massa, website kejaksaan, kepolisian, BPK, SIPP Pengadilan Negeri Banda Aceh, dan Direktori Putusan Mahkamah Agung.

Secara umum, kata Alfian, adapun kasus korupsi yang ditangani aparat penegak hukum baik kejaksaan maupun kepolisian pada 2024 terdapat 31 perkara, dengan total kerugian negara sekitar Rp56,8 miliar.

Dari total 31 perkara tersebut, diantaranya mengenai persoalan dana desa 16 kasus, selanjutnya sektor keagamaan, kesehatan, pendidikan dan sosial kemasyarakatan masing-masing dua kasus.

Lalu, dari sektor pengairan, penerangan, pertanian, pertanahan, perikanan, pasar modal, dan pajak masing-masing satu kasus.

Dari 31 kasus itu terdapat 64 tersangka diantaranya 62 laki-laki dan dua perempuan. Mereka dari unsur ASN, pemerintah desa, swasta, dan anggota DPRK (legislatif kabupaten).

“Kalau untuk lembaga hukum yang menetapkan tersangka dan menangani perkara tindak pidana korupsi pada 2024 yaitu kejaksaan sebanyak 18 kasus, dan kepolisian 13 kasus,” ujarnya.

Alfian menuturkan, jika dibandingkan dengan 2023, penanganan kasus korupsinya mencapai 32 perkara atau lebih tinggi satu kasus dari 2024. Termasuk angka kerugian negaranya yang jauh berbeda yaitu 2023 Rp171 miliar dan 2024 hanya Rp56,8 miliar.

Menurutnya, penurunan angka kerugian negara dari kasus korupsi pada 2024 di Aceh karena lebih banyak menyasar dana desa. Berbeda dengan 2023, kasus yang ditangani APH lebih banyak pada tingkatan pemerintah kabupaten/kota.

Melihat banyaknya kasus korupsi pada dana desa, Alfian mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk proaktif melaporkan pemerintahan gampong (desa) yang terindikasi melakukan korupsi kepada APH.

Selain itu, dirinya juga mendorong Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) kabupaten/kota untuk memperkuat pengawasan terhadap penggunaan dana desa.

“Kita juga meminta DPMG untuk memperkuat partisipasi masyarakat agar lebih aktif terlibat dalam pengawasan anggaran desa, sehingga terhindar penyalahgunaan, dan terbebas dari praktik-praktik melawan hukum,” demikian Alfian.

Sumber: antara

Previous Post

KSAD Maruli Ajak Prajurit TNI di Aceh Kreatif-Inovatif Saat Bertugas

Next Post

Lagi, Seorang Peserta di Aceh Besar Lolos P3K 2024 Usai Bertahun-tahun Tak Mengabdi

Next Post
Ohku, Mantan Caleg DPR Aceh Diduga Lolos PPPK di Aceh Besar

Lagi, Seorang Peserta di Aceh Besar Lolos P3K 2024 Usai Bertahun-tahun Tak Mengabdi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Buka Lomba Masak Serba Ikan, Dr. Safaruddin: Mari Kita Dukung Gerakan GEMARIKAN

Buka Lomba Masak Serba Ikan, Dr. Safaruddin: Mari Kita Dukung Gerakan GEMARIKAN

03/09/2026
Tiga Kecamatan di Aceh Selatan Selengarakan Konferensi PGRI, Berikut Pengurus Terpilih

Tiga Kecamatan di Aceh Selatan Selengarakan Konferensi PGRI, Berikut Pengurus Terpilih

03/09/2026
Cegah Karhutla, Polres Pidie Gelar Apel Kesiapan dan Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Cegah Karhutla, Polres Pidie Gelar Apel Kesiapan dan Perkuat Sinergi Lintas Sektor

03/09/2026
Kemenag Aceh Tengah Rotasi dan Promosi Lima Kepala KUA Kecamatan

Kemenag Aceh Tengah Rotasi dan Promosi Lima Kepala KUA Kecamatan

03/09/2026
Dinas Kesehatan Aceh Barat Siagakan Puskesmas Hadapi Dampak Karhutla

Dinas Kesehatan Aceh Barat Siagakan Puskesmas Hadapi Dampak Karhutla

03/09/2026

Terpopuler

Di Abdya, Gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim” Mulai Berjalan

Di Abdya, Gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim” Mulai Berjalan

02/09/2026

Ohku, Dana Bencana Rp37,9 Miliar Mengendap: 96% Belum Terserap, Bupati Pijay Ancam Sanksi OPD

Data Google Trend: Blangpidie Catat Minat Pencarian “Slot” Tertinggi di Aceh

MaTA: Dana Desa Dominasi Kasus Korupsi di Aceh Selama 2024

Kepala SMKN Idi Lepas Tiga Siswa Prakerin ke Toyota Auto Medan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com