BLANGPIDIE — Data Google Trends 30 hari terakhir menunjukkan Kabupaten Aceh Barat Daya, khususnya Blang Pidie, menjadi wilayah di Aceh dengan minat pencarian tertinggi untuk kata kunci “slot”.
Berdasarkan data, Blang Pidie meraih skor 100 poin dan berada di peringkat pertama. Disusul Blangkejeren dengan 92 poin, Kutacane 89 poin, Simpang Tiga Redelong 88 poin, dan Meulaboh 75 poin.
Skor 100 pada Google Trends menunjukkan volume pencarian relatif tertinggi dibandingkan daerah lain di Aceh pada periode yang sama.
Menanggapi data tersebut, sejumlah pihak mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap dampak negatif judi online. Aparat dan tokoh masyarakat diimbau meningkatkan edukasi dan literasi digital, terutama kepada generasi muda.
Hingga saat ini, segala bentuk perjudian termasuk judi online “slot” merupakan tindakan melanggar hukum di Indonesia sesuai UU ITE dan KUHP.
Menerima informasi tersebut, Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Dr. Safaruddin, S.Sos MSP mengambil langkah tegas untuk memutus mata rantai judi online (judol) di lingkungan aparat sipil negara (ASN).
Ia mengatensikan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) yang hadir untuk melakukan pemeriksaan telepon seluler (HP) para pegawai secara acak (random check).
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Dr. Safaruddin di hadapan ratusan ASN saat memimpin Apel Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Abdya, Senin (31/08/2026) pagi.
Langkah drastis ini menggambil perhatian Kajari Abdya Kardono, S.H., M.H., serta Kapolres Abdya AKBP Ade Gita Rachmadi B juga Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Rana Mega Al Amin turut serta Wakil Bupati Abdya Zaman Akli, S.Sos MM dan Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi, S.Pi guna memastikan integritas dan disiplin para aparatur pemerintah daerah tetap terjaga.
Dalam arahannya, Bupati Dr. Safaruddin menegaskan bahwa keterlibatan ASN dalam aktivitas judi online tidak hanya merusak kinerja, tetapi juga menghancurkan moralitas serta perekonomian keluarga aparat itu sendiri.
“Saya tidak ingin ada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya yang terlibat, memfasilitasi, apalagi ketagihan judi online. Ini bukan sekadar pelanggaran disiplin, tapi sudah menjadi penyakit sosial yang merusak kedinasan dan keluarga,” ungkapnya.
Secara khusus, Bupati Dr. Safaruddin meminta atensi dari Kajari dan Kapolres Abdya untuk ikut mengecek termasuk Dandim.
“Kita melakukan pemeriksaan HP milik ASN secara acak (random check) tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jika terbukti ada aplikasi atau aktivitas transaksi judi online di dalamnya, kita pastikan ada sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Sebagai pelayan masyarakat, ASN harus memberikan contoh yang baik. Konsentrasi hari ini adalah bekerja nyata untuk daerah—termasuk kesiapsiagaan dalam penanganan Karhutla—bukan justru sibuk menatap layar HP untuk mengadu nasib lewat judi online.
Dr. Safaruddin menekankan bahwa langkah rahasia dan berkala ini akan segera direalisasikan dalam waktu dekat bekerja sama dengan aparat penegak hukum (APH) setempat. Diharapkan, sidak acak ini dapat memberikan efek jera sekaligus menjaga marwah Pemkab Abdya dari pengaruh negatif judi online.









