Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

BI: Hilirisasi Pertanian Bisa Perbaiki Angka Kemiskinan di Pedesaan

redaksi by redaksi
17/01/2025
in Ekonomi
0

Kepala BI Perwakilan Aceh, Rony Widijarto saat membuka Aceh Economic Forum (AEF) 2024 yang bertajuk "Strategi efektif penurunan tingkat kemiskinan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas inflasi", di Banda Aceh, Kamis (16/1/2025) (ANTARA/Rahmat Fajri)

Banda Aceh – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menyatakan bahwa hilirisasi pertanian dapat meningkatkan nilai tambah perekonomian masyarakat terutama di pedesaan, sehingga dapat membantu memperbaiki angka kemiskinannya.

“Menurut kami, kalau fokus di hilirisasi sektor pertanian, itu juga sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan ujungnya peningkatan ekonomi,” kata Kepala Bank Indonesia Aceh, Rony Widijarto, di Aceh Besar, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan Rony Widijarto dalam kegiatan Aceh Economic Forum (AEF) 2024 yang bertajuk “Strategi efektif penurunan tingkat kemiskinan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas inflasi”, di Aceh Besar.

Dirinya menyampaikan, berdasarkan data BPS terbaru, angka kemiskinan Aceh cukup bagus yakni mengalami penurunan, di mana pada September 2024 sebesar 12,64 persen atau menurun sebesar 1,59 persen dibandingkan Maret 2024 yang mencapai 14,23 persen.

Namun, kata Rony, terlihat perbedaan yang cukup jauh antara tingkat kemiskinan masyarakat perkotaan dan pedesaan. Untuk perkotaan hampir mendekati angka nasional yaitu di bawah sembilan persen.

“Tetapi, yang harus diperhatikan adalah bagaimana gap (jarak) antara angka kemiskinan kota dan desa itu yang sangat tinggi sekali. Kalau di Banda Aceh angkanya sudah baik di bawah nasional. Di pedesaan itu sampai 14 persen,” ujarnya.

Baca: BI jadikan rumpon ijuk program unggulan pengembangan bisnis perikanan di Aceh

Berdasarkan rilis BPS Aceh terbaru, meskipun tingkat kemiskinan pedesaan turun pada September 2024, tetapi masih berada di angka 14,99 persen. Sementara tingkat kemiskinan perkotaan di Aceh tinggal 8,37 persen.

Rony menuturkan, saat ini perlu dipikirkan bersama bagaimana meningkatkan nilai tambah masyarakat pedesaan yang memang secara struktur ekonominya bergantung pada primer.

Menurutnya, langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaiki angka kemiskinan Aceh khususnya di pedesaan adalah memaksimalkan hilirisasi pertanian serta meningkatkan produksinya.

“Jadi, harus sekaligus kita bagaimana meningkatkan peningkatan produksi di hulu, karena Aceh untuk padi masih ada ruang untuk peningkatan produktivitas dengan kondisi lahan yang luas,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan sektor pertanian ini atau yang berbasis komoditas petani, juga tidak bisa hanya dengan produksinya saja. Tetapi, juga harus dipastikan pengolahan gabahnya yang tidak lagi melalui Sumatera Utara.

“Untuk itu, dalam rangka mengembangkan pertanian, kita juga harus membenahi dari sisi hulu hingga hilirnya,” ujarnya.

Rony juga menjelaskan, dalam rangka peningkatan produksi pertanian, maka sangat dibutuhkan dukungan infrastrukturnya, kemudian perlindungan kawasan, pemberdayaan agar menghasilkan beras berkualitas, hingga pemasarannya.

Artinya, menjadi penting hasil produksi pertanian dapat diolah sendiri agar memberikan nilai tambah, dan petani tidak hanya mendapatkan penghasilan dari gabah, tetapi juga usaha dari kilang beras.

“Sehingga semua ini dapat memberikan nilai tambah. Akan tetapi semua ini perlu kita lakukan bersama, karena dengan sinergitas hasilnya akan sangat bagus,” demikian Rony Widijarto.

Sumber: antara

Previous Post

BMKG Prediksi Aceh Masih Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Next Post

Israel Bantai 77 Warga Gaza Usai Pengumuman Gencatan Senjata

Next Post
PBB Sebut Israel Duduki Area Golan di Suriah adalah Pelanggaran

Israel Bantai 77 Warga Gaza Usai Pengumuman Gencatan Senjata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Haili Yoga Imbau Masyarakat Aceh Tengah Pasang Bendera Merah Putih Selama Agustus

Haili Yoga Imbau Masyarakat Aceh Tengah Pasang Bendera Merah Putih Selama Agustus

31/07/2026
Stok Beras di Gudang Bulog Aceh Cukup untuk 13 Bulan

Hadapi El Nino, Bulog Sigli Aceh Siapkan Stok 17.000 Ton Beras

31/07/2026
Unimal Borong 13 Gelar Juara di Peksimida Aceh 2026

Unimal Borong 13 Gelar Juara di Peksimida Aceh 2026

31/07/2026
Mahasiswa KKN USK Asah Wawasan serta Sportivitas Anak Gampong Cut Langien

Mahasiswa KKN USK Asah Wawasan serta Sportivitas Anak Gampong Cut Langien

31/07/2026
Nyan, Presiden Ini Gagap Pidato & Menghitung, Negaranya Kemudian Krisis

Nyan, Presiden Ini Gagap Pidato & Menghitung, Negaranya Kemudian Krisis

31/07/2026

Terpopuler

Wabup Pijay Didesak Mundur di Tengah Sorotan Proses Hukum

Wabup Pijay Didesak Mundur di Tengah Sorotan Proses Hukum

30/07/2026

Dari Mimbar Aksi ke Kursi Terdakwa: Dua Mahasiswa Unigha Dituntut 2 Bulan Penjara

Putra Pidie Irwansyah Dipromosikan Jadi Koordinator pada JAM Pidum Kejaksaan Agung

4 Tersangka Kasus Korupsi Beasiswa Mahasiswa Aceh Rp21 Miliar Ditahan

Pidie Jaya Bangun Kekuatan Logistik Desa, Armada Fuso Disiapkan Jadi Motor Baru Ekonomi Koperasi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com