Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Warga Gampong Laksana Keluhkan ke Dewan Soal Mahalnya Harga Gas Melon 3 Kilogram

redaksi by redaksi
26/02/2025
in Nanggroe
0
Warga Gampong Laksana Keluhkan ke Dewan Soal Mahalnya Harga Gas Melon 3 Kilogram

Banda Aceh – Warga Gampong Laksana mengeluhkan mahalnya gas tabung 3 kilogram (Kg) mencapai 35 ribu. Hal itu disampaikan seorang pedagang kue gampong setempat, Nonong saat menghadiri Reses I Masa Persidangan II Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, di Aula Serba Guna Masjid Al-Huda Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Minggu (23/2/2025).

Imbas mahalnya gas tabung 3 Kg membuat pendapatan Nonong menurun. Nonong seorang pedagang kue gorengan yang menjajakan atau menitip dagangannya ke lapak-lapak kue yang ada di gampongnya..

“Pendapatan kami semakin berkurang, mau naikkan harga tidak enak dengan pembeli. Tapi dengan harga gas yang mahal seperti saat ini yang mencapai 35 ribu, untuk membeli bahan usaha saja sudah berat, apalagi kalau untuk menabung,” keluhnya.

Nonong mengatakan, mahalnya gas tabung 3 Kg sudah dirasakan sejak 2019 sampai saat ini. Ramadan kali ini Nonong berhenti sejenak mengeluarkan keringatnya membuat kue karena kondisi mahalnya gas bersubsidi itu.

“Saya berharap agar gas 3 Kg yang diperuntukkan untuk rakyat kecil seperti saya ini yang disubsidi pemerintah dapat diturunkan atau disesuaikan harganya. Karena di lapangan kenyataannya harga gas melambung tinggi dan sangat memberatkan kami pedagang kecil. Untuk sementara saya berhenti dulu jualan kue,” ujar Nonong.

Sementara itu Keuchik Gampong Laksana, Zaiyan Muttaqin mengatakan, masalah kelangkaan dan mahalnya gas subsidi 3 Kg sudah sering terjadi gampong-gampong yang ada di Banda Aceh dan juga sering dikeluhkan oleh warganya. Menurut Zaiyan, masalah itu juga tidak mendapat penyelesaian dari pihak Pertamina sebagai penyedia gas.

“Makanya dalam forum reses Pak Farid ini, kebetulan juga wadah penampung aspirasi warga. Kita menyampaikan kepada wakil warga melalui Pak Farid untuk diteruskan ke pemangku kebijakan secara berjenjang. Karena di tengah ekonomi warga yang susah, hadirnya gas 3 Kg yang disubsidi seharusnya membantu masyarakat itu sendiri, tapi ini malah diberatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Zaiyan Muttaqin.

Dalam kasus tersebut lanjut Zayyan, pendistribusian Gas 3 Kg yang dilakukan oleh agen-agen ke kios-kios yang kemudian dibeli oleh masyarakat harus mendapat pengawasan dari pihak Pertamina.

“Seperti saat ini, sudah gas melon harganya melonjak tajam, stoknya terbatas pula. Seharusnya jika ada pengawasan, maka ketika terjadinya permainan, pihak Pertamina bisa memberikan peringatan ke pangkalan yang nakal. Jika juga bandel cabut saja izinnya,” kata Keuchik Zaiyan.

Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengatakan bahwa pihak legislatif sudah sering menyampaikan kepada pihak terkait agar meningkatkan pengawasan dalam penjualan gas melon tersebut. Serta memastikan distribusi gas elpiji bersubsidi sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Banyak keluhan yang disampaikan oleh warga kepada kami di DPRK terkait mahalnya harga gas melon 3 Kg yang jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah dan aparat penegak hukum harus bertindak jika ditemukan adanya pelanggaran, karena ini sudah terjadi berulangkali,” tegas Farid di sela-sela kegiatan Reses Anggota DPRK.

Ia juga meminta pemerintah memperhatikan keluhan warga yang kesehariannya mereka bergelut dalam usaha kecil-kecilan dan merasakan kasus kelangkaan gas melon. Apalagi ke depan bulan puasa segera tiba, tentunya salah satu denyut ekonomi warga hidup dari UMKM seperti berjualan kue-kue takjil sore hari jelang berbuka.

“Kami mendesak pihak terkait untuk segera bertindak. Pengawasan yang lemah akan menjadi pemicu kelangkaan dan meroketnya harga gas. Dampaknya masyarakat semakin terbebani, di tengah kondisi ekonomi warga yang semakin sulit. Apalagi menjelang masuknya bulan suci Ramadan,” pungkas Farid Nyak Umar yang juga Ketua DPD PKS Kota Banda Aceh ini.[]

Previous Post

Pesawat dan Jet Pribadi Nyaris Tabrakan di Landasan Bandara Chicago

Next Post

Bupati Aceh Selatan Jumpai Menko Bahas Ketahanan Pangan

Next Post
Bupati Aceh Selatan Jumpai  Menko Bahas Ketahanan Pangan

Bupati Aceh Selatan Jumpai Menko Bahas Ketahanan Pangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Haji Uma Soroti Kesiapan Daerah dan Keberlanjutan PPPK dalam RDPU Komite I DPD RI

Haji Uma Soroti Kesiapan Daerah dan Keberlanjutan PPPK dalam RDPU Komite I DPD RI

03/06/2026
Dosen FKIP USK Latih Guru SMAN 1 Peukan Bada Manfaatkan Papan Interaktif Digital

Dosen FKIP USK Latih Guru SMAN 1 Peukan Bada Manfaatkan Papan Interaktif Digital

03/06/2026
32 Siswa SMAN Unggul Subulussalam Lulus PTN Jalur Talenta, Jadikan Peringkat Satu di USK

32 Siswa SMAN Unggul Subulussalam Lulus PTN Jalur Talenta, Jadikan Peringkat Satu di USK

03/06/2026
LPPM IAIN Takengon Bahas Peran Ganda Perempuan dalam Menjaga Harmoni Keluarga dan Ruang Publik

LPPM IAIN Takengon Bahas Peran Ganda Perempuan dalam Menjaga Harmoni Keluarga dan Ruang Publik

03/06/2026
Madya Hus  Soroti Nasip Hikayat Aceh: Bertahan karena Masyarakat, Bukan Pemerintah

Madya Hus Soroti Nasip Hikayat Aceh: Bertahan karena Masyarakat, Bukan Pemerintah

03/06/2026

Terpopuler

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

01/06/2026

Para Pejabat dan Kepala Puskesmas di Abdya Resmi Dilantik, Berikut Daftar Lengkapnya

Bertemu DPR RI dan Mendagri, Aliansi PPPK PW Minta Presiden Perhatian Nasibnya

Penggunaan Musik Tari Tanpa Izin oleh SMAN 1 Jangka Bireun Disesalkan Komposer

Kaya SDA Tapi Miskin, Hasto: Jangan Seperti di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com