Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Kisah Pilu Perawat di Italia: Kubur Jasad Pasien Corona Tiap 30 Menit

Admin1 by Admin1
22/03/2020
in Internasional
0
Kisah Pilu Perawat di Italia: Kubur Jasad Pasien Corona Tiap 30 Menit

ROMA – Seorang perawat asal Inggris, Connor McAinsh, yang berada di garis depan pandemi virus corona baru atau covid-19 di Italia, menceritakan situasi pilu terkait wabah di negara tersebut. Dia mengungkap tentang pasien yang meninggal dalam jumlah yang mengejutkan.

Pasien dirawat dengan label “angka” karena begitu banyaknya yang datang ke rumah sakit. Menurut McAinsh, rumah sakit kewalahan menghadapi pandemi.

Berbicara setelah menyelesaikan shift malam, McAinsh yang kelelahan usai bekerja di Rumah Sakit Gavazzeni di Bergamo, mengatakan arus kedatangan pasien seperti tanpa henti.

Menurutnya, segera setelah satu pasien meninggal dan dikeluarkan dari bangsal, bangsal itu segera diisi dengan pasien lain yang berjuang untuk hidup. Menurutnya, penguburan terjadi setiap 30 menit di pemakaman lokal di Bergamo.

Italia sekarang adalah negara yang paling terpukul di dunia setelah jumlah kematiannya mencapai 4.032 orang, melampaui jumlah kematian di China 3.255 orang.

“Tingkat kematian naik begitu tinggi, segera setelah ada kematian atau bahwa kami dapat memindahkan seorang pasien dari rumah sakit kami ke salah satu rumah sakit pertama yang membawa orang dengan penyakit menular karena mereka memiliki bangsal untuk itu, segera kami akan menerima pasien baru,” kata McAnish kepada ITV News, yang dilansir Sabtu (21/3/2020).

“Ini hanya arus orang tanpa henti yang datang dan segera setelah kami memiliki tempat tidur, kami memiliki pasien baru yang membutuhkan perawatan kritis,” ujarnya.

“Jadi itu jauh lebih pribadi, ada kurang satu untuk satu hubungan dengan pasien kami sekarang, mereka hanya menjadi, Anda tahu, (sebagai) angka.”

Foto dan video terbaru telah menunjukkan adegan menyedihkan di sebuah rumah sakit di Italia, yang mana pasien yang sakit kritis terhubung dengan mesin yang membuat mereka tetap hidup.

Di rumah sakit utama di Bergamo, rekaman menunjukkan pasien di sebuah bangsal mengenakan helm “gelembung plastik” dan terengah-engah.

Petugas medis dengan jas hazmat berlari dari satu pasien ke pasien lain untuk menawarkan bantuan. Helm “gelembung plastik” itu merupakan alat menyamakan tekanan udara di paru-paru pasien.

McAnish mengatakan rumah sakit telah menyiapkan tenda untuk orang meninggal dan ada pemakaman setiap 30 menit di pemakaman lokal.

Menurutnya, keluarga para korban tidak ada di sana ketika mereka diistirahatkan, dan terakhir kali keluarga melihat mereka hidup biasanya ketika mereka dikumpulkan di rumah dengan ambulans.

McAnish telah memperingatkan petugas medis Inggris untuk menganggap serius ancaman virus corona baru. Menurutnya, Italia belum siap untuk pandemi.

Kerahkan Tentara untuk Lockdown
Pemimpin Lombardy, Italia, mengatakan pemerintah telah sepakat untuk mengerahkan tentara di wilayahnya guna memberlakukan lockdown terhadap epidemi virus corona yang hingga kini belum mereda.

“(Permintaan untuk menggunakan tentara) telah diterima…dan 114 tentara akan turun di seluruh Lombardy…itu masih terlalu sedikit, tetapi itu positif,” kata pemimpin Lombardy, Attilio Fontana pada konferensi pers.

Lombardy juga telah meminta pemerintah untuk lebih memperketat pembatasan yang sudah ada, termasuk penutupan semua kegiatan komersial yang tidak penting dan larangan pertemuan publik.

Fontana, tanpa memberikan jumlah angka, menambahkan bahwa penularan masih menyebar di Lombardy, wilayah Italia yang sejauh ini mencatat jumlah kasus dan kematian tertinggi di negara tersebut.

“Sayangnya kami tidak melihat perubahan tren dalam jumlah (angka), yang meningkat,” tandasnya.

Sumber: sindonews.com

Tags: italiavirus corona
Previous Post

Berhubungan Seks saat Pandemi Virus Corona, Amankah?

Next Post

Bantu Indonesia Basmi Corona, Jack Ma Kirim Perlengkapan Medis

Next Post

Bantu Indonesia Basmi Corona, Jack Ma Kirim Perlengkapan Medis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sijago Merah Lalap 5 Rumah di Aceh Tenggara

Sijago Merah Lalap 5 Rumah di Aceh Tenggara

03/06/2026
Bupati Aceh Besar Lantik JPT Pratama dan Administrator, Tekankan Amanah Jabatan dan Peningkatan Kinerja

Bupati Aceh Besar Lantik JPT Pratama dan Administrator, Tekankan Amanah Jabatan dan Peningkatan Kinerja

03/06/2026
Satu Hektare Lahan di Ketol Aceh Tengah Terbakar

10 Hektare Lahan Gambut di Aceh Barat Terbakar

03/06/2026
Teheran Ancam Israel Akan Hadapi Iran jika Masih Serang Lebanon

Teheran Ancam Israel Akan Hadapi Iran jika Masih Serang Lebanon

03/06/2026
Kata-Kata Dadan Hindayana Usai Dicopot dari Kepala BGN

Kata-Kata Dadan Hindayana Usai Dicopot dari Kepala BGN

03/06/2026

Terpopuler

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

01/06/2026

Bertemu DPR RI dan Mendagri, Aliansi PPPK PW Minta Presiden Perhatian Nasibnya

Para Pejabat dan Kepala Puskesmas di Abdya Resmi Dilantik, Berikut Daftar Lengkapnya

Penggunaan Musik Tari Tanpa Izin oleh SMAN 1 Jangka Bireun Disesalkan Komposer

Kaya SDA Tapi Miskin, Hasto: Jangan Seperti di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com