Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

FSH UIN Ar-Raniry Gelar Kuliah Umum Internasional Bahas Kekacauan Istilah Patani di Thailand Selatan

redaksi by redaksi
16/04/2025
in Kampus
0
FSH UIN Ar-Raniry Gelar Kuliah Umum Internasional Bahas Kekacauan Istilah Patani di Thailand Selatan

FSH UIN Ar-Raniry Gelar Kuliah Umum Internasional Bahas Kekacauan Istilah Patani di Thailand Selatan

Banda Aceh – Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar Kuliah Umum Internasional bertajuk Petani-Patani-Fatoni: Membaca Keracuan Pemikiran Masyarakat Melayu di Thailand Selatan dari Papan Batu, Papan Tanda, Papan Iklan, Selasa, (15/4/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater Gedung A lantai 1 itu menghadirkan narasumber dari Thailand, Asisten Prof H Abdul Razak Panaemalae, dosen senior di School of Political Science and Public Administration, Walailak University.

Dalam pemaparannya, Abdul Razak mengangkat persoalan yang tampak sepele namun mencerminkan kerumitan identitas masyarakat Melayu di Thailand Selatan: kerancuan istilah dalam papan informasi publik. Ia menyoroti penggunaan kata “Petani”, “Patani”, dan “Fatoni” yang kerap muncul secara tidak konsisten di papan-papan jalanan, iklan, dan reklame.

“Kesalahan ini banyak ditemukan di ruang publik. Padahal, dari penggunaan istilah saja kita bisa membaca bagaimana masyarakat memahami identitas wilayahnya,” kata Abdul Razak.

Menurutnya, Patani adalah istilah paling tepat untuk merujuk pada wilayah di Thailand Selatan, sesuai dengan ejaan dalam bahasa Thai. Sedangkan Fatoni berasal dari ejaan Melayu klasik yang kini jarang digunakan. Sementara itu, Petani dianggap tidak relevan karena lebih merujuk pada profesi dalam bahasa Indonesia, bukan nama wilayah.

“Walau terlihat seperti perbedaan kecil dalam tulisan, sebenarnya ini berdampak besar terhadap pemaknaan sejarah dan identitas,” ujar Abdul Razak.

Dalam sesi tanya-jawab, seorang peserta menanyakan keberadaan lembaga bahasa di Thailand Selatan yang dapat menyeragamkan istilah tersebut. Abdul Razak menyebutkan bahwa hingga kini belum ada lembaga semacam Balai Bahasa atau kamus resmi yang menangani hal tersebut. Penyebutan nama tempat masih bersandar pada kebiasaan lisan masyarakat dari masa ke masa.

Ia juga menyinggung peran Raja Phaya Tu Nakpa yang membawa pengaruh besar terhadap penyebaran Islam dan budaya Melayu di Thailand Selatan. Kuliah umum ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen, dan peneliti yang menaruh minat pada kajian identitas, budaya Melayu, dan dinamika masyarakat di Asia Tenggara. [ ]

Previous Post

[Opini] Pengaruh Ilmu Kalam Pada Abad Modern

Next Post

Muslim Ayub NasDem Soroti Tenaga Kerja Asing Ilegal di Aceh

Next Post
Muslim Ayub NasDem Soroti Tenaga Kerja Asing Ilegal di Aceh

Muslim Ayub NasDem Soroti Tenaga Kerja Asing Ilegal di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Fobia Bendera Bulan Bintang di Perayaan Maulid di Aceh

Fobia Bendera Bulan Bintang di Perayaan Maulid di Aceh

15/10/2026
Kapolres Pidie Perkuat Sinergi dengan Ulama, MPU Siap Dukung Pemeliharaan Kamtibmas

Kapolres Pidie Perkuat Sinergi dengan Ulama, MPU Siap Dukung Pemeliharaan Kamtibmas

15/10/2026
Ketua DPRK Abdya: Pengerukan Kolam Labuh Ujong Serangga Mendesak, Minta Prioritas di Tahun 2027

Ketua DPRK Abdya: Pengerukan Kolam Labuh Ujong Serangga Mendesak, Minta Prioritas di Tahun 2027

15/10/2026
DPRA Desak Aparat Keamanan Tak Agresif Tangani Pengibaran Bendera Bulan Bintang

DPRA Desak Aparat Keamanan Tak Agresif Tangani Pengibaran Bendera Bulan Bintang

15/10/2026
22 Nama Pengurus MPU Abdya Masa Khidmat 2026-2031 Diumumkan, Lulus Uji Kitab Kuning

22 Nama Pengurus MPU Abdya Masa Khidmat 2026-2031 Diumumkan, Lulus Uji Kitab Kuning

15/10/2026

Terpopuler

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 1]

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 1]

14/10/2026

FSH UIN Ar-Raniry Gelar Kuliah Umum Internasional Bahas Kekacauan Istilah Patani di Thailand Selatan

Bendera, Antara Eksploitasi Warga dan Mainan Elite

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 2]

Bupati Tembus Bappenas, SKPK Pidie Jaya Kembali Usulkan Revisi R3P

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com