Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kemlu Sebut Aksi ‘Free Aceh’ di Forum PBB Cuma Cari Sensasi

redaksi by redaksi
25/04/2025
in Nanggroe
0
Kemlu Sebut Aksi ‘Free Aceh’ di Forum PBB Cuma Cari Sensasi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rolliansyah Soemirat ditemui di kantor Kemlu, Jakarta, 6 Maret 2025. Tempo/Savero Aristia Wienanto

Jakarta — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyayangkan aksi sejumlah warga negara Indonesia yang mengacungkan tulisan “Free Aceh, Free Maluku, dan Free Papua” dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Juru bicara Kementeria Luar Negeri Rolliansyah Soemirat menilai, aksi tersebut sebagai penyalahgunaan di forum internasional. “Ketika ada orang pencari sensasi melakukan hal tersebut, jelas-jelas itu tindakan yang menyalahgunakan forum,” ujar Rolliansyah dalam keterangannya pada Kamis, 24 April 2025.

Menurut dia, aksi tersebut dapat dikatakan dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab atau bahkan tidak memiliki etika sama sekali. “Apalagi etika untuk berperilaku dalam masyarakat internasional,” ujar dia.

Respons Kementerian Luar Negeri menanggapi beredarnya video yang memperlihatkan warga Indonesia mengacungkan kertas bertuliskan “Free Aceh, Free Maluku dan Free Papua” di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Insiden terjadi dalam rangkaian United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII), forum resmi di bawah naungan PBB yang membahas pemberdayaan masyarakat adat antarnegara anggota.

Dalam tayangan video dari kanal Youtube Manuskrip Papua terlihat foto tiga warga Indonesia mengacungkan kertas bertuliskan free untuk Aceh, Maluku dan Papua. Ketiganya juga mengenakan pakaian adat masing-masing daerah serta pakaian batik. Terlihat juga seorang berpakaian formal berwarna hitam yang mendapat kesempatan berbicara dalam forum itu.

Dalam video berdurasi singkat itu, terdengar petugas keamanan meminta agar mereka menghentikan aksi serta menyita sejumlah kertas bertuliskan seruan separatis. Salah satu dari mereka mengklaim bahwa teguran muncul setelah keberadaan mereka dilaporkan oleh Asisten Penasihat Militer (Aspenmil) Perwakilan Tetap Indonesia untuk Amerika Serikat, yang saat ini dijabat Paulus Panjaitan—putra dari Mantan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

“Mereka (Indonesia) tidak terima. Ini forum permanen PBB, bukan DPR Indonesia. Kami punya hak,” ujar salah satu peserta aksi yang memakai batik berwarna biru dilansir dari Instagram @nehe_mia3, Kamis, 24 April 2025.

Selain itu, pria dengan pakaian formal yang mendapat kesempatan berbicara menyampaikan bahwa selama kolonial Indonesia berada di Papua, selalu ada kejahatan, terutama dari pemerintah. “Selama Indonesia masih berada di Papua, dan kolonialisme di Papua, selalu ada kejahatan, terutama dari pemerintah,” kata dia.

Rolliansyah menegaskan, PBB telah merespons secara tegas dengan menyita materi atau kertas yang dibagikan. Petugas di forum tersebut juga memberikan peringatan keras kepada para delegasi agar tidak menyimpang dari tujuan forum. “PBB langsung menindaklanjuti dan menegaskan seluruh forum resmi di bawah PBB merupakan kerja sama antarnegara. Forum tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk aksi individu atau kelompok yang tidak bertanggung jawab,” kata dia.

Rolliansyah menjelaskan, forum UNPFII dibentuk untuk mendorong kerja sama yang menghormati kedaulatan setiap negara anggota PBB. Karena itu, tindakan yang dilakukan sejumlah warga tersebut dinilai tidak etis dan bertentangan dengan semangat kerja sama internasional. “Tidak hanya menyalahgunakan forum, tapi juga mencerminkan ketidaketisan dalam berperilaku di masyarakat internasional,” ujar dia.

Sumber: Tempo

Previous Post

Pemko Banda Aceh Saweu Sikula ke SMPN 14 Panteriek

Next Post

Puluhan IRT di Lamtimpeung Dilatih Buat Produk Pangan dan Kecantikan dari Daun Kelor

Next Post
Puluhan IRT di Lamtimpeung Dilatih Buat Produk Pangan dan Kecantikan dari Daun Kelor

Puluhan IRT di Lamtimpeung Dilatih Buat Produk Pangan dan Kecantikan dari Daun Kelor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mat Sisir: Pemuda Sunyi dari Kluet yang Menggetarkan Kolonial

Mat Sisir: Pemuda Sunyi dari Kluet yang Menggetarkan Kolonial

04/05/2026
Bank Aceh Perkuat Peran Strategis, Gelar Peusijuk dan Lepas 1.624 Jamaah Calon Haji 2026

Bank Aceh Perkuat Peran Strategis, Gelar Peusijuk dan Lepas 1.624 Jamaah Calon Haji 2026

04/05/2026
PK PMII UIN Ar-Raniry Sukses Laksanakan MAPABA di STAI Tengku Chik Pante Kulu

PK PMII UIN Ar-Raniry Sukses Laksanakan MAPABA di STAI Tengku Chik Pante Kulu

04/05/2026
Redakan Ketegangan Trump-Paus Leo, Menlu AS Terbang ke Vatikan

Redakan Ketegangan Trump-Paus Leo, Menlu AS Terbang ke Vatikan

04/05/2026
Trump Klaim Iran Mulai Lunak Mau Berunding & Restui AS Kawal Hormuz

Trump Klaim Iran Mulai Lunak Mau Berunding & Restui AS Kawal Hormuz

04/05/2026

Terpopuler

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

544.626 Warga di Aceh Resmi Dicoret dari Penerima Manfaat JKA

02/05/2026

Pembangunan KDMP di Aceh Barat Mangkrak, Pekerja Banyak yang Lari

Dua Terduga Pembunuh Lansia di Pekanbaru Ditangkap di Aceh Tengah

Ikhwan Ambiya Resmi Nahkoda KAMMI UIN Ar-Raniry

Azhari Cage Kembali Pulangkan Jenazah Warga Bireuen yang Meninggal di Bekasi ke Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com