Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Dua Warga Aceh Tertipu Kerja di Kalimantan, 8 Bulan Tak Digaji

redaksi by redaksi
07/05/2025
in Nanggroe
0
Dua Warga Aceh Tertipu Kerja di Kalimantan, 8 Bulan Tak Digaji

Jakarta – Bersumber informasi dari Muhammad Dahlan, Humas YARA Aceh, nasib miris dialami Bayu Ariadi asal Kota Banda Aceh dan Zulkifli Insya asal Kabupaten Pidie. Keduanya berangkat ke Kalimantan Timur guna bekerja sebagai buruh bangunan di sebuah proyek. Namun, mereka mengaku menjadi korban penipuan oleh mandor di tempat kerja dan tidak menerima gaji selama delapan bulan.

Keduanya sempat terlantar di Kalimantan Timur, namun beruntung bertemu dengan sopir mobil boks asal Aceh yang memberi tumpangan menuju Pulau Jawa. Mereka kemudian terkatung-katung selama enam bulan di Tangerang Selatan karena tidak memiliki biaya untuk kembali ke Aceh.

Selama berada di Tangerang, mereka diberi tempat tinggal oleh seorang warga Aceh. Salah satu dari keduanya, Zulkifli Insya, bekerja serabutan agar bisa memperoleh uang untuk kebutuhan makan dan membeli obat bagi Bayu Ariadi yang mengalami sakit.

Selama enam bulan berada di Tangsel, mereka berupaya mencari bantuan untuk pulang ke Aceh namun tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya terhubung dengan H. Sudirman alias Haji Uma, anggota DPD RI asal Aceh, yang kemudian membantu proses pemulangan mereka ke Aceh.

Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada Haji Uma, mereka awalnya bekerja pada proyek Tol Sibanceh, kemudian diajak oleh seorang rekan untuk bekerja di Kalimantan Timur.

Pada awal bekerja di Kalimantan Timur, dua bulan pertama gaji mereka dibayarkan secara lancar. Namun setelah itu, pembayaran terhenti dengan alasan dana proyek belum cair. Mereka tidak diberi pinjaman dan diminta terus bekerja. Hingga bulan kedelapan, mandor tempat mereka bekerja dilaporkan menghilang.

Pada Minggu (4/5/2025) pagi, Bayu yang mengalami sakit sesak napas diberangkatkan ke Aceh melalui Bandara Internasional Kualanamu, sedangkan Zulkifli memilih bertahan di Jakarta untuk mencari pekerjaan. Saat itu, Zulkifli juga menerima uang saku dari Haji Uma. Bayu melanjutkan perjalanan ke Aceh menggunakan transportasi darat.

Pemulangan warga Aceh ini difasilitasi oleh anggota DPD RI, H. Sudirman Haji Uma, yang membantu biaya tiket pesawat dari Jakarta ke Medan serta biaya transportasi darat ke Aceh. Selain itu, Haji Uma juga membantu biaya penginapan dan uang saku selama perjalanan bagi keduanya.

“Alhamdulillah, saat ini Bayu, saudara kita, sedang dalam perjalanan kembali ke Aceh dan Insya Allah akan segera dapat berkumpul kembali dengan keluarga,” ujar Haji Uma, Minggu (4/5/2025).

Haji Uma menyampaikan rasa prihatinnya setelah berkomunikasi dan mendengar kisah mereka, terutama kondisi Bayu Ariadi yang sedang tidak sehat dan sangat berharap bisa kembali ke Aceh.

Ia juga mengimbau kepada seluruh warga Aceh untuk berhati-hati dan memahami secara menyeluruh setiap ajakan kerja di luar daerah atau luar negeri. Menurutnya, legalitas dan kejelasan kerja sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang.

“Belajar dari kasus ini maupun kasus sebelumnya di luar negeri, maka semua kita harus berhati-hati dan mempelajari sepenuhnya setiap ajakan kerja di luar daerah atau luar negeri, sehingga kasus semacam ini dapat terhindari ke depannya,” kata Haji Uma.

Hal serupa disampaikan oleh Humas Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Muhammad Dahlan atau akrab disapa Alan.

Informasi awal diterima tim YARA mengenai dua warga Aceh di perantauan yang diduga tertipu oleh agen kerja di Kalimantan. Keduanya dalam kondisi memprihatinkan, salah satunya terbaring sakit selama dua pekan di Buaran Mekarsari, RT/RW 003/007, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Setelah informasi diterima, tim YARA segera berkoordinasi dengan Tim Penghubung (LO) Haji Uma, Abdul Rafar, untuk melakukan advokasi guna membantu pemulangan dua warga Aceh tersebut yang dalam kondisi sakit dan terlantar di Kota Tangerang.

“Kami mengimbau masyarakat Aceh yang ingin bekerja di luar negeri atau luar daerah agar berhati-hati sebelum berangkat merantau. Minimal, mencari informasi secara rinci terlebih dahulu mengenai tawaran kerja dari para agen,” kata Dahlan.

Dalam hal ini, kami meminta aparat penegak hukum (APH) di Aceh agar mengusut tuntas kasus-kasus serupa yang menimpa warga Aceh. Penting untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan penipuan oleh agen penyalur tenaga kerja ke Kalimantan.

Informasi yang kami terima dari korban menyebutkan bahwa mereka dipekerjakan tanpa gaji dan hanya diberikan makan selama bekerja.

“Kami melihat sudah banyak warga Aceh yang menjadi korban praktik perekrutan tenaga kerja tidak resmi, baik di luar daerah maupun luar negeri,” tutup Dahlan.

Previous Post

Bupati Pidie Jaya Hadiri Rakor Sinergi dan Kolaborasi dengan KPK di Jakarta

Next Post

KPK Undang Pejabat Daerah di Aceh Guna Cegah Kebocoran Anggaran

Next Post
100 Ribu Warga Israel Unjuk Rasa, Desak Netanyahu Setop Serang Gaza

KPK Undang Pejabat Daerah di Aceh Guna Cegah Kebocoran Anggaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Huntara Proyek PT HK Rusak Akibat Angin Kencang di Pidie Jaya

Ohku, Huntara Proyek PT HK Rusak Akibat Angin Kencang di Pidie Jaya

20/05/2026
Disdikbud dan Lapas IIB Blangpidie Jalin Kerjasama Wujudkan Program PKBM

Disdikbud dan Lapas IIB Blangpidie Jalin Kerjasama Wujudkan Program PKBM

20/05/2026
Kepala SMAN 2 Unggul Ali Hasjmy Secara Aklamasi Terpilih Jadi Plt Ketua DPD AKSI Aceh

Kepala SMAN 2 Unggul Ali Hasjmy Secara Aklamasi Terpilih Jadi Plt Ketua DPD AKSI Aceh

20/05/2026
Mahasiswa FKIP USK Sulap Halaman Sekolah Jadi Taman Hidroponik

Mahasiswa FKIP USK Sulap Halaman Sekolah Jadi Taman Hidroponik

20/05/2026
Persediaan Hewan Kurban di Aceh Timur Capai 2.428 Ekor

Persediaan Hewan Kurban di Aceh Timur Capai 2.428 Ekor

20/05/2026

Terpopuler

Empat Mahasiswa Abdya Penerima Beasiswa MPR RI Resmi Dilepas ke China

Empat Mahasiswa Abdya Penerima Beasiswa MPR RI Resmi Dilepas ke China

19/05/2026

Ohku, Huntara Proyek PT HK Rusak Akibat Angin Kencang di Pidie Jaya

Pencabutan Pergub JKA: Antara Pernyataan Politik dan Keabsahan Normatif

Sarizal Terpilih Sebagai Keuchik PAW Gampong Lhang Setia

Mualem: Pergub JKA Dicabut, Rakyat Aceh Berobat Seperti Biasa

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com