Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Air Mata Efendi ‘Honorer KUA Lhong’ Saat Terima Rumah Baru

redaksi by redaksi
01/06/2025
in Feature
1
Air Mata Efendi ‘Honorer KUA Lhong’ Saat Terima Rumah Baru

Dengan mata berkaca-kaca dan suara tercekat, Efendi menatap puing-puing rumah tuanya. Rumah yang telah berdiri selama lebih dari 40 tahun itu kini harus diruntuhkan. Tapi kali ini bukan karena nestapa, melainkan karena sebuah harapan yang akhirnya menjadi nyata.

“Ini rumah peninggalan ayah saya. Saya yatim sejak kecil. Tak pernah sekalipun saya bermimpi bisa membangun rumah baru,” ucap Efendi dengan lirih, memandangi fondasi masa kecilnya yang perlahan digantikan dengan harapan baru.

Efendi adalah seorang pegawai honorer di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lhong, Aceh Besar. Tamatan SMA yang telah mengabdi selama delapan tahun ini menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan. Gajinya tak seberapa, cukup untuk makan seadanya bersama ibunya. Tapi di balik semua keterbatasan itu, ia selalu punya satu pegangan: doa. Doa yang ia panjatkan siang dan malam, agar diberi kelapangan, kekuatan, dan secercah cahaya dari langit.

Dan cahaya itu benar-benar datang — bukan dari langit, tapi dari tangan-tangan yang penuh keikhlasan. Tepat pada momentum Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama, Efendi menerima anugerah yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya: sebuah rumah layak huni, dibangun dari hasil gotong royong para guru dan pegawai se-Aceh Besar. Ya, hanya dari iuran sukarela Rp1.000 per hari per orang, sebuah gerakan kebaikan mampu mengubah hidup seseorang.

Awalnya, program ini sempat menuai tanya. Dari mana dananya? Mengapa harus iuran? Namun di bawah komando Kakankemenag Aceh Besar, H. Saifuddin, keraguan dijawab dengan bukti nyata. Dalam waktu sepuluh bulan, sebanyak 22 guru dan pegawai honorer telah dibantu—20 direhabilitasi, 2 dibangunkan rumah baru. Dan Efendi adalah satu dari yang merasakan mukjizat itu.

“Dulu saya penerima bantuan. Sekarang saya lulus PPPK, dan saya akan ikut menyumbang. Saya ingin program ini terus berjalan. Masih banyak teman saya yang tinggal di rumah tak layak,” kata Efendi, menahan haru.

Rumah lama boleh runtuh, tapi dari reruntuhannya, lahir semangat baru. Semangat bahwa keajaiban tidak selalu datang dengan kilat dari langit, tapi kadang muncul dari hati-hati yang tulus berbagi.

Gerakan ini lahir dari forum sederhana: rapat Kepala KUA dan Kepala Madrasah. Namun dari ide sederhana itu, tumbuh sebuah gerakan kemanusiaan yang menjelma mukjizat bagi mereka yang selama ini tak terdengar suaranya. Hari Amal Bakti kini bukan hanya seremonial — ia hidup, tumbuh, dan nyata memberi makna.

Dan Efendi kini tak lagi bermimpi. Ia bangun setiap pagi, membuka jendela rumah barunya, dan mengucap syukur dalam diam: Mukjizat itu benar adanya — ketika kita saling peduli.[]

Previous Post

Ketua STIS Al-Aziziyah Sabang Sampaikan Orasi Ilmiah di Dayah Ruhul Falah Samahani

Next Post

[Opini] Budi Arie Tak Kunjung Jadi Tersangka; Kasus Judol Terpapar Virus Politik

Next Post
[Opini] Budi Arie Tak Kunjung Jadi Tersangka; Kasus Judol Terpapar Virus Politik

[Opini] Budi Arie Tak Kunjung Jadi Tersangka; Kasus Judol Terpapar Virus Politik

Comments 1

  1. Sri afriani says:
    10 bulan ago

    Program yang sangat menyentuh semoga kita semua bisa ikut serta dalam setiap gerakan kebaikan#kemenagabeshebat
    #kakankemenagabes
    #kemenagaceh
    #lovekemenagabes
    #kemenagabespeduli

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pengcab FPTI Abdya Gelar Fun Climbing, Ajak Generasi Muda Cinta Olahraga Panjat Tebing

Pengcab FPTI Abdya Gelar Fun Climbing, Ajak Generasi Muda Cinta Olahraga Panjat Tebing

05/04/2026
3 Bulan Pascabanjir Bandang, Siswa SD-SMP di Nagan Raya Aceh Masih Belajar di Tenda

3 Bulan Pascabanjir Bandang, Siswa SD-SMP di Nagan Raya Aceh Masih Belajar di Tenda

05/04/2026
Patroli Malam, Polres Aceh Selatan Sambangi Titik Keramaian untuk Jaga Kamtibmas

Patroli Malam, Polres Aceh Selatan Sambangi Titik Keramaian untuk Jaga Kamtibmas

05/04/2026
Siswi Berprestasi dari SMP 14 Takengon ‘Laila Ramadhani’ Tuai Apresiasi

Siswi Berprestasi dari SMP 14 Takengon ‘Laila Ramadhani’ Tuai Apresiasi

05/04/2026
Nagan Raya Gelar Diskusi Penerapan Perbup Transaksi Nontunai Pertama di Aceh

Nagan Raya Gelar Diskusi Penerapan Perbup Transaksi Nontunai Pertama di Aceh

05/04/2026

Terpopuler

Air Mata Efendi ‘Honorer KUA Lhong’ Saat Terima Rumah Baru

Air Mata Efendi ‘Honorer KUA Lhong’ Saat Terima Rumah Baru

01/06/2025

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Lagi, Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Aceh Tamiang dari Jakarta

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com