Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Darurat Populasi, Jepang Catat Rekor Angka Kelahiran Terendah

redaksi by redaksi
07/06/2025
in Internasional
0

Ilustrasi. Jepang tembus angka kelahiran terendah sebanyak 686.061 tahun 2024. (REUTERS/Issei Kato)

Jakarta – Penurunan angka kelahiran di Jepang berlangsung lebih cepat dari yang diproyeksikan. Tahun 2024, Jepang bahkan mencatat rekor angka kelahiran terendah.

Kementerian Kesehatan Jepang mencatat 686.061 kelahiran di Jepang pada tahun 2024. Angka ini turun 5,7 persen dari tahun sebelumnya.

Melansir CNN, ini juga menjadi kali pertama bagi Jepang mencatat angka kelahiran di bawah 700 ribu sejak pencatatan dimulai pada 1899 silam.

Data juga menunjukkan, tingkat kesuburan Jepang turun ke titik terendah, yaitu 1,15 pada 2014. Angka ini turun dari 1,2 pada tahun sebelumnya.

Menariknya, penurunan angka kelahiran tak beriringan dengan angka pernikahan. Jepang justru mencatat peningkatan angka pernikahan menjadi 485.063 pasangan pada tahun lalu.

Para ahli mengatakan, langkah-langkah pemerintah belum bisa mengatasi meningkatnya jumlah anak muda yang enggan menikah. Sebagian besar kebijakan hanya fokus bagi pasangan yang telah menikah.

Generasi muda semakin enggan menikah atau memiliki anak karena prospek karier yang suram, biaya hidup tinggi, dan budaya perusahaan bias gender yang kerap menyulitkan ibu bekerja.

Populasi Jepang yang kini tercatat sekitar 124 juta jiwa diproyeksikan turun menjadi 87 juta pada tahun 2070, dengan 40 persen di antaranya merupakan populasi berusia di atas 65 tahun.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan ekonomi dan keamanan nasional.

Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menggambar situasi tersebut sebagai ‘situasi darurat yang tidak terlihat’. Ia berjanji untuk mendorong lingkungan kerja yang lebih fleksibel bagi pasangan suami-istri yang ingin memiliki momongan.

Jepang merupakan salah satu negara di wilayah Asia Timur yang berjuang melawan penurunan angka kelahiran dan populasi yang menua. Korea Selatan dan China telah lama berjuang mengatasi hal yang sama.

Pada Rabu (4/6) lalu, Vietnam juga telah mencabut undang-undang yang membatasi keluarga hanya memiliki dua anak. Padahal, undang-undang ini telah berlaku selama puluhan tahun.

Sumber: CNNIndonesia

 

Previous Post

Idul Adha, Anies Soroti Ketimpangan Ekstrem Kelas Sosial Warga RI

Next Post

Usai Shalat Ied, Pemkab Aceh Besar Serahkan 4 Hewan Qurban

Next Post

Usai Shalat Ied, Pemkab Aceh Besar Serahkan 4 Hewan Qurban

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hardiknas dan HUT ke-19 Pidie Jaya, 600 Pelajar dari Wilayah Terdampak Bencana Ikuti Dialog Interaktif

Hardiknas dan HUT ke-19 Pidie Jaya, 600 Pelajar dari Wilayah Terdampak Bencana Ikuti Dialog Interaktif

11/06/2026
Pijay dari Masa ke Masa: Antara Harapan dan Kenyataan

Pijay dari Masa ke Masa: Antara Harapan dan Kenyataan

11/06/2026
Buku Muhammadiyah Abdya Diterbitkan, Dr. Safaruddin: Jadi Referensi Generasi Penerus

Buku Muhammadiyah Abdya Diterbitkan, Dr. Safaruddin: Jadi Referensi Generasi Penerus

11/06/2026
Pemkab Abdya Percantik Wajah Kota dan Dongkrak PAD Lewat Videotron

Pemkab Abdya Percantik Wajah Kota dan Dongkrak PAD Lewat Videotron

11/06/2026
Lepas Kontingen Seleksi Pra-POPNAS Ke Aceh Barat, Jhon Rolexs: Jadilah Kebanggaan Daerah

Lepas Kontingen Seleksi Pra-POPNAS Ke Aceh Barat, Jhon Rolexs: Jadilah Kebanggaan Daerah

11/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com