Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Ketika Norma Sosial Mulai Tergeser: Siapa yang Bertanggung Jawab?

redaksi by redaksi
11/06/2025
in Opini
0
[Opini] Ketika Norma Sosial Mulai Tergeser: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Oleh Ahmad Yani. Penulis adalah mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prodi Pengembangan Masyarakat islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Dalam kehidupan bermasyarakat, norma sosial berfungsi sebagai panduan sikap, perilaku, dan interaksi antarindividu. Ia menjadi semacam “lem sosial” yang menyatukan perbedaan dan menjaga harmoni. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, kita menyaksikan perubahan yang signifikan dalam pola perilaku masyarakat. Norma-norma yang dahulu dijunjung tinggi, kini mulai tergerus oleh arus zaman. Pertanyaannya: siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas pergeseran ini?

Fenomena Pergeseran Norma

Pergeseran norma sosial dapat dilihat dari berbagai fenomena nyata. Misalnya, menurunnya rasa hormat terhadap orang yang lebih tua, berkurangnya budaya gotong royong di lingkungan tempat tinggal, atau meningkatnya ujaran kebencian di ruang publik dan media sosial. Dulu, masyarakat menjunjung tinggi nilai sopan santun dan solidaritas. Kini, nilai-nilai tersebut sering kali dikalahkan oleh individualisme, kepentingan pribadi, atau bahkan pengaruh budaya luar yang tidak selalu sejalan dengan nilai luhur bangsa.

Transformasi ini tentu tidak muncul secara tiba-tiba. Globalisasi, kemajuan teknologi informasi, serta pergeseran pola asuh dalam keluarga menjadi faktor utama yang mendorong perubahan nilai di tengah masyarakat. Media sosial, sebagai contoh, telah menjadi ruang baru yang membentuk persepsi dan perilaku sosial. Sayangnya, tidak semua informasi yang tersebar di dunia digital mengandung nilai edukatif atau membangun.

Siapa yang Bertanggung Jawab?

Mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas fenomena ini bukanlah perkara sederhana. Namun demikian, ada sejumlah aktor kunci yang memiliki peran penting dalam membentuk dan menjaga norma sosial.

Pertama, keluarga merupakan institusi primer yang memainkan peran vital dalam menanamkan nilai-nilai moral dan sosial kepada anak sejak dini. Ketika peran ini diabaikan—baik karena kesibukan orang tua, kurangnya komunikasi, maupun pola asuh yang permisif—anak tumbuh tanpa fondasi etika yang kuat.

Kedua, lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk memperkuat nilai-nilai sosial melalui proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga afektif. Pendidikan karakter yang selama ini digaungkan perlu diimplementasikan secara konsisten, bukan sekadar slogan.

Ketiga, media massa dan media sosial turut berperan dalam membentuk opini dan sikap publik. Ketika media lebih memilih mengejar sensasionalisme ketimbang edukasi, maka masyarakat akan terpapar konten-konten yang justru memperlemah norma sosial.

Keempat, pemerintah dan tokoh masyarakat memiliki kewajiban moral untuk menjadi teladan. Sayangnya, keteladanan ini sering kali pudar akibat praktik korupsi, intoleransi, dan retorika politik yang justru menimbulkan perpecahan.

Namun yang tidak kalah penting, masyarakat itu sendiri—kita semua—memiliki tanggung jawab kolektif untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai yang menjadi perekat kehidupan bersama. Ketika masyarakat membiarkan pelanggaran norma tanpa koreksi, maka pergeseran nilai akan terus melaju tanpa kendali.

Refleksi dan Harapan

Norma sosial bukan sekadar aturan tidak tertulis, melainkan cerminan dari jati diri suatu bangsa. Jika kita ingin menjaga harmoni dalam kehidupan sosial, maka kesadaran akan pentingnya norma harus terus ditumbuhkan, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga institusi negara.

Perubahan zaman memang tak terelakkan, namun bukan berarti nilai luhur harus dikorbankan. Kita perlu menyeimbangkan modernitas dengan kearifan lokal, serta menyelaraskan kemajuan dengan kepekaan sosial. Tanggung jawab ini adalah milik bersama. Dan jika kita semua memilih untuk diam, maka kita pun turut berkontribusi dalam runtuhnya tatanan sosial itu sendiri. []

Previous Post

Bupati Ultimatum Perusahaan di Aceh Barat

Next Post

Polisi Serahkan Tersangka Kasus Penganiayaan di Aceh Selatan ke Jaksa

Next Post
Polisi Serahkan Tersangka Kasus Penganiayaan di Aceh Selatan ke Jaksa

Polisi Serahkan Tersangka Kasus Penganiayaan di Aceh Selatan ke Jaksa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Rian Syaf Targetkan Demokrat Kembali Berjaya di Aceh Tengah

Rian Syaf Targetkan Demokrat Kembali Berjaya di Aceh Tengah

19/06/2026
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pidie Jaya Sambangi Purnawirawan: Pengabdian Tak Pernah Pensiun

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pidie Jaya Sambangi Purnawirawan: Pengabdian Tak Pernah Pensiun

19/06/2026
Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026
Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

19/06/2026
Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

19/06/2026

Terpopuler

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

18/06/2026

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

[Opini] Ketika Norma Sosial Mulai Tergeser: Siapa yang Bertanggung Jawab?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com