Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Sekolah Rakyat dan Sekolah Reguler di Aceh Berjalan Berdampingan

redaksi by redaksi
20/07/2025
in Nanggroe
0
Sekolah Rakyat dan Sekolah Reguler di Aceh Berjalan Berdampingan

Salah satu sesi kegiatan belajar Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Aceh Besar yang berbagi lokasi dengan SMA Unggul Ali Hasjmy, Aceh Besar, Sabtu, 19 Juli 2025. Dok. Kemensos

BANDA ACEH — Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terbukti mampu berjalan berdampingan secara harmonis dengan sekolah reguler di Aceh. Di Aceh Besar, sinergi tersebut tampak jelas antara Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 dengan SMA Unggul Ali Hasjmy, yang berbagi lokasi sejak 14 Juli 2025.

Kepala SMA Unggul Ali Hasjmy Aceh Besar, Amirul Kisra, menyampaikan bahwa kehadiran dua institusi pendidikan dalam satu lingkungan bukanlah hambatan, melainkan peluang untuk saling mengisi. “Lingkungan tetap kondusif. Saya dan Kepala Sekolah Rakyat sudah duduk bersama, tidak ada masalah karena tujuan kita sama: mendidik anak-anak bangsa, meski program dan cara belajarnya berbeda,” ujarnya, Ahad, 20 Juli 2025.

Menurut Amirul, keberadaan Sekolah Rakyat justru membawa manfaat nyata. Anak-anak dari keluarga kurang mampu kini memiliki akses pendidikan yang layak, sementara bangunan sekolah juga mengalami renovasi kecil-kecilan yang menguntungkan semua pihak. “Gedung ini memang digunakan bersama, dan nantinya ketika Sekolah Rakyat punya gedung permanen, mereka akan pindah. Kami bersyukur gedung yang dipakai kini juga ikut diperbaiki,” ujar dia.

Senada dengan Amirul, Wakil Sekretaris Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat, Herman Koeswara, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat rintisan yang menumpang sementara di gedung sekolah reguler juga terjadi di sejumlah daerah lain seperti Cirebon dan Tebing Tinggi. Ia menekankan, sistem ini tidak untuk menggantikan sekolah yang ada, melainkan sebagai solusi sementara.

“Saran kami tidak dibuat blended, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Ini hanya pinjam pakai sementara sambil menunggu pembangunan gedung permanen,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa pinjam pakai di SMA Unggul Ali Hasjmy telah mendapat persetujuan resmi dari Pemerintah Provinsi Aceh melalui Surat Gubernur Aceh Nomor 000.2.3.2/3838 tertanggal 15 April 2025.

Herman menambahkan, keberadaan Sekolah Rakyat rintisan juga menjadi ruang penanaman nilai sosial di lingkungan sekolah. “Ini adalah laboratorium kepedulian sosial, tempat menanamkan nilai kesetiakawanan dan solidaritas antar sesama,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Muslem Yacob, menilai kehadiran Sekolah Rakyat sebagai wujud nyata hadirnya negara untuk kelompok rentan. “Biarlah anak-anak dari keluarga miskin ini benar-benar merasakan bahwa negara hadir di tengah mereka,” kata dia.

Meski saat ini Sekolah Rakyat masih menggunakan gedung pinjaman dari pemerintah daerah, pemerintah memastikan pemanfaatan aset tersebut bersifat sementara. Dalam waktu dekat, daerah-daerah yang sudah menjalankan program rintisan akan diprioritaskan untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di atas lahan yang telah disiapkan.

Sumber: Tempo

Previous Post

BPBD Aceh Besar Catat 17 Bangunan Rusak Akibat Angin Kencang

Next Post

Angin Puting Beliung Hantam 10 Rumah di Bener Meriah

Next Post
Angin Puting Beliung Hantam 10 Rumah di Bener Meriah

Angin Puting Beliung Hantam 10 Rumah di Bener Meriah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

08/06/2026
Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

08/06/2026
Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

08/06/2026
IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

08/06/2026
Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com