SIGLI – Peristiwa tragis yang menyebabkan lima orang remaja putri meninggal, satu hilang dan tujuh remaja putri selamat dalam tragedi arus sungai Cot Kuala, yang dilaporkan mandi dan terseret arus sungai tersebut.
“Turut berbelasungkawa atas tragedi yang menimpa para remaja putri kita. Informasinya salah seorang dari remaja putri yang selamat melaporkan ke atlit yang kebetulan sedang berada di Jambo tak jauh dari lokasi kejadian, dan mereka langsung bergerak menyusuri sungai,” kata Alkautsar dalam rilisnya. Minggu, 24 Agustus 2025.
Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Pidie, Alkautsar mendapatkan informasi dari para atlitnya yang berada di Jamboe Adventure.
Menurut pengakuan mereka, sebanyak 13 remaja putri tersebut mandi di Sungai Cot Kuala, tanpa dilengkapi dengan pelampung dan pelindung kepala serta tidak diawasi oleh orang dewasa.
Hingga saat ini, para atlet kami (FAJI Pidie, red) bersama masyarakat, petugas Kepolisian dan personel TNI masih menyusuri sungai dengan perahu untuk mencari satu korban yang belum ditemukan.
Harapnya, kejadian ini jadi pembelajaran bagi kita, untuk kedepan dalam melakukan aktifitas ditempat yang rentan dan beresiko, harus dilengkapi perlengkapan keselamatan yang memadai serta didampingi oleh para ahli atau setidaknya orang yang paham dengan kondisi alam setempat.
“Mari berdoa kepada tuhan semesta alam, agar korban yang masih dalam pencarian segera dapat ditemukan, semoga keluarga yang ditinggal juga diberi ketabahan atas cobaan ini.” tutupnya.[Mul]










