Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Nelayan Pesisir Langsa Barat Bangkit Lewat Inovasi Gula Merah Nipah

redaksi by redaksi
25/09/2025
in Kampus, Lintas Timur
0
Nelayan Pesisir Langsa Barat Bangkit Lewat Inovasi Gula Merah Nipah

Langsa – Hamparan pohon nipah yang tumbuh subur di pesisir Aceh selama ini kerap dipandang sebelah mata. Di Gampong Seuriget, Kecamatan Langsa Barat, potensi tersebut kini mulai digarap serius sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat nelayan.

Universitas Samudra (Unsam) mengambil langkah nyata melalui program pengabdian masyarakat yang memadukan edukasi, inovasi teknologi, serta pemberdayaan berbasis kearifan lokal.

Program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Inovasi Produk Gula Merah Nipah untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Kecamatan Langsa Barat” menempatkan kelompok nelayan Raseuki sebagai agent of change dalam mengembangkan usaha produksi gula merah berbahan dasar nira nipah.

Dilaksanakan secara luring di rumah salah satu nelayan, kegiatan ini tidak hanya sekadar sosialisasi, tetapi juga mencakup pelatihan kewirausahaan, praktik produksi, desain produk, hingga pemasaran digital.

“Kami ingin menjadikan pohon nipah bukan sekadar penghias lanskap pesisir, melainkan sumber penghidupan baru yang berkelanjutan,” ujar Salman, dosen Fakultas Ekonomi Unsam sekaligus ketua tim pengabdian, Rabu (21/8/2025).

Lebih dari sekadar meningkatkan pendapatan, program ini juga menekankan pentingnya konservasi lingkungan. Tim Unsam membekali nelayan dan keluarganya dengan pengetahuan teknis tentang penyadapan nira, sekaligus menyadarkan mereka bahwa menjaga ekosistem nipah berarti menjamin ketersediaan bahan baku untuk masa depan. Konservasi ini bahkan memiliki fungsi ganda, yaitu melindungi tambak dari abrasi selain menopang ekonomi masyarakat.

Maulana Rahman, anggota tim pengabdi Unsam, menegaskan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat pesisir lain di Aceh yang memiliki potensi serupa. “Dengan mengolah nipah menjadi gula merah, nelayan tidak hanya memperoleh sumber penghasilan tambahan, tetapi juga mampu mengoptimalkan potensi wilayah pesisir secara lebih merata,” ujarnya.

Bagi warga Seuriget, program ini membawa semangat baru.

“Selama ini kami hanya tahu nipah untuk atap atau dimakan buah mudanya yang mirip kelapa muda. Sekarang kami belajar mengolahnya jadi gula merah dan mencoba menjualnya,” ungkap Zainal Abidin Us, salah satu nelayan peserta kegiatan, dengan penuh antusias.

Kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan Kemdiktisanitek melalui DPPM serta Universitas Samudra yang senantiasa memfasilitasi tim pengabdian dalam setiap tahapan program.

Selanjutnya, Universitas Samudra menargetkan gula merah nipah bisa menjadi produk unggulan Kota Langsa yang berdaya saing tinggi, menyandingkan diri dengan terasi yang lebih dulu dikenal luas sebagai identitas kuliner kota Langsa.

 

Previous Post

UIN Ar-Raniry Sambut 4.647 Mahasiswa Baru Lewat Rapat Senat Terbuka

Next Post

Turki Desak Negara Muslim Boikot Israel di Sidang Majelis Umum PBB

Next Post
Turki Desak Negara Muslim Boikot Israel di Sidang Majelis Umum PBB

Turki Desak Negara Muslim Boikot Israel di Sidang Majelis Umum PBB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Linmas di Aceh Jangan Sekadar Nama, Regulasi dan Anggaran Dipertanyakan

Linmas di Aceh Jangan Sekadar Nama, Regulasi dan Anggaran Dipertanyakan

15/09/2026
Puluhan Pemuda Pidie Jaya Digembleng Jadi Kader Penggerak, Targetkan Calon Pemimpin Masa Depan

Puluhan Pemuda Pidie Jaya Digembleng Jadi Kader Penggerak, Targetkan Calon Pemimpin Masa Depan

15/09/2026
Jalan Tertimbun Longsor di Aceh Tengah Sudah Bisa Dilalui

Jalan Tertimbun Longsor di Aceh Tengah Sudah Bisa Dilalui

15/09/2026
Wakil Bupati Pimpin Rapat Paripurna Penyampaian Pertanggungjawaban APBK 2025

Wakil Bupati Pimpin Rapat Paripurna Penyampaian Pertanggungjawaban APBK 2025

15/09/2026
Melati Sari Maisara, Kader Aceh yang Digadang Layak Pimpin KOHATI PB HMI

Melati Sari Maisara, Kader Aceh yang Digadang Layak Pimpin KOHATI PB HMI

15/09/2026

Terpopuler

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

15/09/2026

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

Dua Murid MIN 50 Bireuen Raih Juara OMI Tingkat Kabupaten

Krak, Dua Jembatan Utama di Aceh Siap Beroperasi

Nelayan Pesisir Langsa Barat Bangkit Lewat Inovasi Gula Merah Nipah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com