JAKARTA – Aliansi Dosen Akademik dan Kevokasian Seluruh Indonesia (ADAKSI) menggelar aksi karangan bunga di Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat bertepatan dengan hari ulang tahun (ultah) ke-63 Menteri Keuangan Sri Mulyani, Selasa 26 Agustus 2025.
Sebanyak 63 papan bunga dikirim ke Kemenkeu dan dipajang di halaman parkir gedung.
Papan-papan bunga ini berasal dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), 19 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ADAKSI dari seluruh daerah di Indonesia.
Aksi ini digelar dalam rangka menolak kapitalisasi pendidikan tinggi. 63 Karangan bunga ini juga simbol ulang tahun Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Ketua DPW ADAKSI Aceh, Hamdani M.SM, mengatakan ada tiga tuntutan Utama ADAKSI dalam aksi simbolik tersebut.
“Pertama, kita ingin menghapuskan klasterisasi pendidikan tinggi klasterisasi PTN Satker, BLU, dan BH hanya melanggengkan ketimpangan. Dosen di PTN-BH/BLU didiskriminasi hak tunjangan kinerjanya, sementara mahasiswa terbebani UKT yang mencekik,” ujarnya.
Kedua, kata dia, mewujudkan biaya kuliah murah/terjangkau. UKT melonjak drastis akibat kebijakan standar biaya kuliah baru, sehingga pendidikan tinggi semakin sulit dijangkau masyarakat kelas menengah bawah.
Sedangkan yang ketiga mewujudkan kesejahteraan dosen.
“Berikan tunjangan kinerja untuk semua dosen ASN Kemdiktisaintek tanpa embel-embel klusterisasi, tunjangan fungsional dosen tidak pernah naik sejak 2007 dan nilainya jauh tertinggal dari jabatan setara seperti peneliti atau auditor. Hak tunjangan kinerja (Tukin) 2020–2024 belum dibayarkan, padahal sudah diatur dalam regulasi. Kemudian skema PPPK dosen penuh ketidakpastian: kontrak 5 tahunan tanpa kepastian promosi dan perpanjangan,” ujarnya.










