BANDA ACEH – Gonjang ganjing para pejabat di lingkup Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) sudah lama tercium. Namun baru dua hari belakangan ini muncul kepermukaan.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Munawar dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) dr Isra Firmansyah memilih mundur dari jabatannya, Senin 25 Agustus 2025.
Sebelumnya ada Karo PBJ Teuku Zauvi dan Inspektur Aceh Jamaluddin yang juga memilih ‘istirahat’ dari posisi kepala.
Konon, para pejabat ini memilih ‘menyerah’ dari prinsip ‘tak ada makan siang gratis’ yang diterapkan oleh Mr X ‘sang aktor’ dibalik layar sejak Muzakir Manaf dan Dek Fadh dilantik sebagai penguasa baru di Aceh.
Istilah ‘tak ada makan siang gratis’ merujuk pada hasil pilkada 2024 lalu. Dimana, para pejabat SKPA dituding merupakan orangnya Om Bus atau viralnya Muzakir Manaf yang menjadi pemenang di pilkada Aceh.
Kemudian satu satunya daerah yang menjadi lumbung suara Mualem-Dek Fadh adalah Aceh Utara. Sementara hampir sebahagian besar kabupaten kota di pesisir timur, Muzakir Manaf-Dek Fadh kalah.
Hasil pilkada ini yang kemudian membuat ‘Mr X’ lebih berkuasa dibandingkan pimpinan kabupaten kota lainnya, seperti Bireuen, Pidie dan Pidie Jaya serta Aceh Besar.
Sumber wartawan, menyebutkan Mr X memiliki kekuasaan penuh di pemerintahan yang baru. Ia menerapkan ‘tak ada makan siang gratis’ bagi para pejabat SKPA yang sedang atau hendak menjabat.
“Artinya, kalau masih mau menjabat, bayar. Nilainya Rp2 miliar untuk jabatan kepala dinas. Kemudian kegiatan mereka yang atur,” ujar salah seorang kepala SKPA yang meminta Namanya dirahasiakan ini.
“Saya enggak mau. Minta dibayar, kemudian kegiatan mereka yang atur. Kalau terjadi apa-apa, kita yang masuk penjara.”
“Kemudian untuk setiap jabatan itu, ada dua hingga tiga orang yang sudah diplotkan. Ini berarti sudah bayar pun, paling lama bertahan dua tahun. Itu pun semua kegiatan diatur. Kan gila itu,” katanya lagi.
“Daripada stress dan berbuat yang melanggar hukum, lebih terhormat mundur,” katanya.
Sebelumnya, atjehwatch juga pernah memberitakan bahwa ada para oknum yang mengaku penghubung atau makelar dilaporkan kian gencar menghubungi sejumlah pejabat Setda Aceh untuk menawarkan jabatan tertentu dengan nilai Rp200 juta hingga Rp2 miliar untuk jabatan kepala dinas.
Hal ini diungkapkan sejumlah pejabat Setda Aceh kepada wartawan atjehwatch.com, di salah satu Warkop di Kota Banda Aceh, Minggu malam 27 Juli 2025.
“Mereka mengaku orang terdekat gubernur Aceh. Nelepon minta ketemu dan kemudian menawarkan jabatan tertentu di pemerintahan yang sedang berjalan,” ujar sumber atjehwatch.com di lingkup Pemerintahan Aceh yang minta namanya disamarkan tersebut.
“Katanya, akan ada perombakan dalam waktu dekat ini. Kalau tidak September, Oktober. Ujung-ujungnya minta setoran dari Rp200 juta setingkat Kabag hingga Rp2 miliar untuk kepala dinas,” kata dia lagi.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh salah seorang pejabat eselon III kepada wartawan di lokasi berbeda.
Menurutnya, banyak pejabat Setda Aceh yang tertipu dan kemudian terbuai dengan iming-iming tersebut.
“Ada yang juga yang diganti dengan memenangkan proyek tertentu. Ada juga satu jabatan ditawarkan ke beberapa orang,” kata sumber lainnya lagi. []










