BANDA ACEH – Sejumlah Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di lingkup Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) mengaku resah dengan banyaknya oknum yang mendatangi pihaknya selama sepekan terakhir untuk ‘mengklapling’ kegiatan 2026.
Padahal, APBA 2026 masih di tangan DPR Aceh dan belum disahkan. Namun sejumlah oknum yang datang ke SKPA mengaku sudah menjadi ‘pemilik’ kegiatan tertentu dan membayar fee proyek kepada pihak ketiga yang dikenal orang terdekat gubernur Aceh saat ini.
Hal ini disampaikan sejumlah pejabat SKPA dan PPTK di beberapa SKPA kepada atjehwatch.com, Sabtu malam 30 Agustus 2025.
“Bahayanya, saat ini sejumlah oknum datang ke kantor, mengklaim sejumlah proyek 2026 milik mereka. Katanya udah dibayar dengan bukti kwistansi,” ujar salah seorang pejabat di salah satu Warkop di Banda Aceh.
“Padahal APBA 2026, disahkan saja belum. Namun kegiatannya sudah tersebar dan banyak yang mengaku sudah membayar ke oknum tertentu.”
“Kalau nanti tiba-tiba tidak ada dalam APBA 2026? Nanti ujung-ujungnya yang disalahkan kami. Yang masuk sel kami,” ujarnya lagi.
Sumber lain menyebutkan, atas dasar itu, banyak PPTK yang juga memilih mundur.
“Bukan para SKPA saja yang memilih mundur. Pelaksana teknis juga banyak yang memilih mundur,” ujar dia.










