Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Sejumlah Negara keluhkan Alat Uji Covid-19 dari Cina, Ini Alasannya

Atjeh Watch by Atjeh Watch
01/04/2020
in Kesehatan
0
Sejumlah Negara keluhkan Alat Uji Covid-19 dari Cina, Ini Alasannya

Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

JAKARTA – Beberapa negara seperti Spanyol, Republik Ceko, Belanda, Filipina, dan Malaysia melaporkan alat uji atau test kit virus corona COVID-19 buatan Cina cacat dan tak akurat. Test kit didatangkan karena sudah digunakan lebih dulu dalam penanggulangan wabah virus itu di Cina dan Korea Selatan.

Spanyol dan Ceko sama-sama melaporkan masalah akurasi alat-alat uji cepat atau rapid test kit itu. Pemerintah Spanyol sampai mengatakan akan menarik sekitar 8 ribu kit uji yang dibeli dari Shenzhen Bioeasy Biotechnology, Cina, dan sudah terdistribusi di Madrid. Sebanyak 50 ribu lainnya yang belum digunakan pun akan dikembalikan.

Alat-alat itu disebut hanya memiliki akurasi 30 persen, jauh lebih rendah dari standar Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat, yakni 80 persen, sebagai standar yang diadopsi di Spanyol. Sebagai ganti alat-alat yang dikembalikan itu, Spanyol mendapat janji pengiriman ulang alat yang yih baik.

Spanyol memesan bahan-bahan medis dari Cina total senilai US$ 465 juta, termasuk di dalamnya ventilator dan alat pelindung diri untuk para petugas medisnya. Adapun Republik Ceko sudah mengeluarkan anggaran sebesar US$ 546 ribu untuk 150 ribu alat uji cepat dari perusahaan yang sama, yang belakangan diketahui 80 persen di antaranya rusak

Kedutaan Cina di Spanyol berdalih bahwa perusahaan yang dimaksud tidak memiliki lisensi untuk mengekspor alat tes COVID-19. Namun, Bioeasy mengklaim bahwa produknya telah disertifikasi untuk dijual di Eropa. Mereka menyatakan bisa saja terjadi kesalahan dalam penggunaan alat atau pengambilan sampel yang membuat hasil uji tak akurat.

Saat ini Pemerintah Cina sedang menyelidiki Shenzhen Bioeasy Biotechnology atas tuduhan menjual test kit yang cacat dan dengan harga yang mahal ke Spanyol dan Ceko itu. Beijing juga memastikan peralatan medis lain yang datang atas sumbangan Pemerintah Cina ke dua negara itu tidak termasuk buatan Bioeasy.

Alat uji bukan satu-satunya yang bermasalah. Kementerian Kesehatan Belanda mengatakan pada Sabtu, 28 Maret, telah menarik 600 ribu masker yang didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit karena tak pas dipakai. Masker N95 itu juga didapati gagal memenuhi persyaratan keselamatan karena kualitas penyaringnya yang tidak sesuai.

Tak ada keterangan asal pabrikan yang menyuplai masker-masker itu. Tapi disebutkan kalau Belanda telah membekukan rencana pengapalan alat kesehatan lainnya yang dari Cina.

Beda lagi dengan di Filipina. Pada Sabtu lalu, 28 Maret, otoritas negara itu sempat mengumumkan bahwa hanya 40 persen dari 100 ribu alat tes yang dibeli dari perusahaan asal Cina yang lainnya, yakni BGI Group dan Sansure Biotech, yang akurat.

Keesokan harinya, setelah protes resmi ke Kedutaan Cina di Manila, otoritas kesehatan Filipina mengubah pernyataan sebelumnya. Filipina mengklaim bahwa tingkat akurasi alat yang dibeli dari Cina berada dalam standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dari Malaysia, juga ada keluhan buruknya akurasi test kit COVID-19 yang diimpor dari Cina. Menurut media setempat, saat ini rumah sakit negara itu bersiap-siap untuk mendapatkan peralatan baru dari Korea Selatan dan Taiwan.[]

Sumber: Tempo.co

Tags: Alat Covid-19 Cina
Previous Post

Plt Gubernur Dinilai Tidak Komit Soal Tunda Tender Proyek APBA

Next Post

Jenuh Diisolasi, Pemeran Spider-Man Kangen Liburan ke Bali

Next Post
Jenuh Diisolasi, Pemeran Spider-Man Kangen Liburan ke Bali

Jenuh Diisolasi, Pemeran Spider-Man Kangen Liburan ke Bali

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Jemaah Haji Aceh yang Meninggal di Arab Saudi Jadi 18 Orang

Ohku, Jemaah Haji Aceh yang Meninggal di Arab Saudi Jadi 18 Orang

25/06/2026
34 Tim akan Meriahkan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

34 Tim akan Meriahkan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

25/06/2026
3 Bulan Pascabanjir Bandang, Siswa SD-SMP di Nagan Raya Aceh Masih Belajar di Tenda

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 28 Sekolah di Aceh

25/06/2026
Pemkab Aceh Timur Bangun Kembali Sekolah Rusak Diterjang Banjir

Pemkab Aceh Timur Bangun Kembali Sekolah Rusak Diterjang Banjir

25/06/2026
Kapolda Pastikan Investasi di Aceh Aman dan Nyaman

Kapolda Pastikan Investasi di Aceh Aman dan Nyaman

25/06/2026

Terpopuler

Marhaban (De’ Boy) Pimpin KNPI Pidie Jaya Secara Aklamasi

Marhaban (De’ Boy) Pimpin KNPI Pidie Jaya Secara Aklamasi

23/06/2026

Meski Baru Saja Dikerjakan, Muara Lhok Pawoh Abdya Kembali Dangkal

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Kuah Pliek U dan Tawa: Saat Keluarga Besar Al Zahrah Pupuk Silaturrahmi

Abdya Tanam Lima Hektar Lahan untuk Varietas Padi Sigupai

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com