SIGLI – Dalam rangka melestarikan adat istiadat masyarakat nelayan sekaligus wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat laut yang diberikan, sekaligus di momen hari jadi Pidie ke-514 tahun, Dinas Perikanan Kelautan (DKP) Pidie lakukan khanduri laot dan Santunan anak yatim di bibir Kuala Boom, Pantai Pelangi Kota Sigli, Jum’at 18 September 2025.
Panglima laot Kabupaten Pidie, Marfian AS (Acong) mengatakan kanduri laot dan santunan anak yatim itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan agenda tahunan turun temurun dari nenek moyang pelaut.
“Kekompakan para panglima Lhok perlu dipertahankan yang saling bahu membahu saling membantu masyarakat pelaut dalam melaut dan berharap dukungan pemerintah di bidang kelautan baik itu pembinaan atau edukasi untuk menjaga ekosistem dilaut tetap terjaga keasrianya,” kata Acong Panglima Laot Pidie.
Dalam pada itu, Wakil Bupati Pidie Al Zaizi dalam sambutannya mengatakan khanduri laot bukan hanya perayaan semata melainkan sebuah tradisi luhur yang telah diwariskan turun-temurun sebagai wujud rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang perlu di jaga dan dilaksanakan di setiap Tahun.
“Pidie pernah jaya di maritim pada tempo dulu, maka di hari jadi Pidie ke 514 ini, semoga para masyarakat nelayan diberikan ke berlimpahnya rezeki dari hasil tangkapan di laut,” ucap Al Zaizi.
Dikatakan Al Zaizi, dari laut inilah Islam berkembang, perdagangan maju dan ilmu pengetahuan berbuka.
“Maka jelas bagi kita bahwa bukan hanya sumber ekonomi tetapi punya identitas budaya, Agama dan menjaga akhlak syariat serta harmonisasi sesama masyarakat pesisir ada pantang melaut di hari-hari tertentu, larangan menggunakan alat lengkap yang merusak, kewajiban tolong menolong sesama nelayan semua itu adalah adat yang sejalan dengan nilai Islam,” kata Al Zaizi dalam sambutanya.
Dijelaskannya, Laut merupakan sumber rezeki, adat tetap terjaga dan Islam tetap menjadi cahaya pembangunan di Pidie ini.
“Laut adalah amanah Allah, jika kita jaga dengan adat, aturan dan syariat maka ia akan menjadi Jalan keberkahan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat di kabupaten Pidie, tetapi jika kita rusak ia akan mendatangkan bala dan murka Allah,” jelas Al Zaizi.
“Melalui momentum Khanduri Laot ini, mari kita berkomitmen menjaga laut sebagai amanah Allah SWT, mari menghormati warisan tersebut dengan menegakkan syariat sebagai pedoman hidup sebagai wujud nyata dari semangat Tapuga Pidie,” kata Al Zaizi Wakil Bupati Pidie.[Mul]










